MINGGU XXIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 4 November 2021

Renungan Pagi

KJ. 66 : 1,3 – Berdoa

MENDENGAR DAN MENERIMA

Wahyu 3 : 1-3

…ingatlah bagaimana engkau telah mendengar dan mendengarnya… (ay.3)

Sesuatu telah mati dalam jemaat di Sardis. Tuhan sendiri yang mengatakan demikian. ‘Kematian’ itu terlihat dalam kerja jemaat (ayat 1). Pekerjaan jemaat tidak beres di hadapan Allah (ayat 2). Namun Tuhan juga melihat ada hal-hal yang bisa diselamatkan. Dengan syarat mereka harus meninggalkan apa yang sudah mati dan mengingat bagaimana mereka telah mendengar, menerima dan mengalami kebenaran dan kebaikan Tuhan (ayat 3).

Mengapa penting bagi Tuhan agar jemaat Sardis mengingat bagaimana mereka mendengar dan menerima kasih dan kebenaran Tuhan? Ada tiga hal yang sangat prinsipil. Pertama, mengingat rasa dan pikir yang hadir dalam kenangan memelihara harapan bahwa Allah yang di masa lalu melakukan semua kebaikan dan menyatakan kebenaran-Nya adalah Allah yang sama di masa kini dan di masa yang akan datang apapun situasi yang kita alami. Kedua, memelihara kenangan menghadirkan Tuhan dalam hidup kita. Ketiga, kenangan menjadi jalan refleksi dan rekoleksi dalam pencarian makna hidup di dalam Tuhan.

Pembaca yang budiman, banyak hal-hal baik dan indah yang telah kita dengar dan terima dari Tuhan. Entah itu dalam hal capaian akademis, karir yang gemilang, pasangan hidup yang didamba, sahabat-sahabat sejati, atau mengalami pemulihan jiwa dan raga. Bayangkan sejenak bagaimana perasaan anda ketika mengalami semua itu. Menghadirkan energi yang positif dan indah dalam hati bukan? Memelihara kenangan akan perbuatan baik Allah akan memelihara hal-hal baik, positif, dan bernilai dalam diri kita. Menghidupkan asa dan semangat yang mati. Singkirkan segala yang buruk dan tidak bernilai. Jaga dan rawatlah kenangan indah bersama Tuhan karena itu adalah bintang pemandu agar langkah-langkah hidup kita sungguh-sungguh hidup.

KJ. 344 : 1

Doa : (Tuhan kami akan mengingat firman dan kebaikan-Mu, agar hidup kami di masa kini dan nanti menjadi lebih baik)

MINGGU XXIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 4 November 2021

Renungan Malam

KJ. 265 : 1,3 – Berdoa

KITAB KEHIDUPAN

Wahyu 3 : 4 – 6

…Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan… (ay.5)

Kitab Wahyu adalah kitab eskatologi. Kitab ini berbicara tentang akhir segala kehidupan. Pada akhir jaman kelak apakah nama saya dan nama anda ada dalam kitab kehidupan? Sering pertanyaan ini langsung muncul ketika kita membaca firman ini (ayat 5). Karena kita membayangkan bahwa kitab kehidupan itu ibarat daftar penerima bansos. Pemikiran itu tampak dalam lagu pujian “kalau namaku dipanggil ku ada. Kala bunyi sangkakala…”

Kitab Wahyu tidak menyebut seperti apa nama-nama akan tertera atau disebut dalam kitab kehidupan. Dari pada membayangkan kitab kehidupan seperti daftar penerima bantuan sembako bayangkanlah bahwa kitab kehidupan ditulis berupa prosa kehidupan; dari lahir hingga mati, lengkap dengan segala kisah jatuh-bangun, susah-senang, manis-pahit, terhilang lalu kembali. Wahyu 20:12 13 mengindikasikan bahwa orang-orang dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab kehidupan dan kitab lainnya. Artinya surga menyimpan rekam jejak sepak terjang kehidupan seseorang.

Hidup adalah sebuah buku yang berisikan lembaran- lembaran yang menanti untuk ditulis. Demikian kata Ana Claudia Antunes, seorang penulis asal Brazil. Kita adalah penulis bab demi bab buku kehidupan kita. Setiap pilihan, ucapan, pemikiran, berbagai keputusan dan tindakan menorehkan kisah tertentu pada setiap halaman. Bagaimana dan apa yang kita tulis menjadi rekam jejak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan di hari penghakiman kelak. Dari pada bertanya tentang apakah nama kita akan ada di sana, pertanyaan yang lebih penting adalah apa kisah yang akan kita tulis dalam tiap lembar kehidupan? Dan pertanyaan yang lebih penting lagi apa dan bagaimana Tuhan terlibat dalam setiap torehan pena buku kehidupan kita? Mari jadikan hidup kita sebagai ‘diary aku dan DIA.

KJ. 274 : 1,4

Doa : (Tuhan Yesus aku mau menulis setiap lembar kehidupanku bersama-Mu)

Scroll to Top