SESUDAH RABU ABU
Jumat, 4 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 249 : 1,2 – Berdoa
MEMBUKA HATI BAGI PELAYANAN
2 Korintus 6 : 11 -13
Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit dl dalam hati kamu (ay. 12)
Kehadiran para pengajar sesat ditengah-tengah kehidupan beriman jemaat Tuhan di Kota Korintus telah membuat mereka meragukan kerasulan Paulus dan integritas para pelayan Tuhan. Akibatnya, hati jemaat tertutup dan menolak kehadiran mereka. Oleh karena itu, rasul Paulus membuka diri dengan cara mencurahkan seluruh isi hatinya tentang penderitaan dan perasaan yang mereka alami akibat penolakan itu. Namun, hati jemaat Korintus tidak tergerak sama sekali. Mereka tetap mengeraskan hatinya dan tidak mau menerima kehadiran para pelayan Tuhan itu.
Ungkapan hati rasul Paulus dalam ayat sebelas sampai tiga belas sesungguhnya bukanlah dia arahkan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri beserta para pelayan Tuhan lainnya. Melainkan, rasul Paulus memiliki kerinduan yang mendalam agar jemaat Korintus mau kembali membuka hatinya selebar-Iebarnya untuk menerima kebenaran Firman Tuhan yang mereka beritakan.
Keadaan dan berita yang merusak kepercayaan serta integritas para pelayan telah menimbulkan kerusakan yang luar biasa di dalam diri jemaat Tuhan. Bujukan dan desakan apapun yang diberikan tidak dapat menggerakan hati yang telah tercemar dan terluka. Akibatnya, jemaat diperhadapkan pada batu sandungan yang dapat menjatuhkan diri mereka sendiri.
Pengalaman pelayanan yang telah dilalui oleh rasul Paulus ini menjadi sebuah pembelajaran yang berarti bagi para pelayan Tuhan. Berhati-hatilah dalam memberitakan firman Tuhan dan kebenarannya. Kesalahan yang dilakukan dalam pemberitaan dapat menjadi jerat yang menyeretjemaat Tuhan menjauh dari Allah dan mencela kebenaran Firman Tuhan itu.
Oleh karena itu, berhentilah berpijak pada kepentingan diri sendiri,tetapi berpijaklah pada kepentingan orang banyak. Sehingga setiap hal yang dilakukan oleh para pelayan Tuhan tidak menjauhkan jemaat dari Tuhan, tetapi mendamaikan jemaat dengan Tuhan.
KJ. 249 : 3
Doa : (Bukalah hati kami dan pulihkanlah jiwa kami yang terluka agar mampu membuka hati untuk kebenaran Firman-Mu)
SESUDAH RABU ABU
Jumat, 4 Maret 2022
Renungan Malam
GB. 227 : 1 – Berdoa
HIDUP SEPADAN DENGAN FIRMAN ALLAH
2 Korintus 6 : 14 – 18
Sebab itu : Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. (ay. 17)
Kesepadanan, kesetaraan dan keseimbangan adalah istilah yang mengandung makna kesamaan. Adam diberikan teman yang sepadan dengannya (Kej.2:18); Kristus yang setara dengan Allah (Flp.2:6); Perlunya keseimbangan antara yang dibebankan dengan yang diringankan (2 Kor.8:13). Dalam menjalani hidup berpasangan dibutuhkan ketiga hal tersebut.
Judul renungan kita, “Hidup Sepadan dengan Firman Allah”. Siapakah yang pantas hidup sepadan dengan firman Allah ? Apabila firman Tuhan adalah kebenaran Allah, maka yang pantas hidup berpadanan dengan-Nya adalah setiap orang yang melakukan Firman Tuhan dan menerapkan prinsip-prinsip kebenaran-Nya dalam kehidupan sehingga hidupnya dibenarkan oleh Allah.
Setiap orang yang lebih memilih untuk membuka hati bagi kejahatan dan mengambil bagian dalam kegelapan dunia sesungguhnya sedang menyerahkan hidupnya untuk dipimpin oleh kuasa kejahatan dan tidak percaya pada Allah.
Setiap orang yang mau membuka hatinya untuk kebenaran Firman Tuhan dan berbalik untuk menjalani hidup sesuai cara dan kehendak-Nya, sesungguhnya dia menyerah pada kuasa Allah sehingga hidupnya dibenarkan oleh Allah sekalipun dia pernah melakukan kesalahan.
Rasul Paulus dalam ayat 16 dan 18 menegaskan bahwa setiap orang yang kembali bersekutu dengan Tuhan Allah, ia akan diperdamaikan dengan Allah sehingga Allah akan diam (tinggal) dan hidup bersamanya serta hidupnya dibenarkan oleh Allah. Tidak hanya itu saja, Tuhan Allah menjadi Allah-nya dan mereka menjadi umatNya. Kebenaran yang lebih luar biasa Iagi adalah Allah menjadi Bapa bagi orang beriman dan mereka menjadi anak-anak-Nya.
Saudaraku, tetapkanlah hatimu, hiduplah berpadanan dengan Firman Allah. Teruslah belajar, merenungkan dan menghayati kebenaran Firman-Nya. Jadilah pelaku Firman Allah yang terus berusaha menyelaraskan antara perkataan, pikiran dan perbuatan kita dengan Firman dan kebenaran-Nya.
GB. 227 : 2
Doa : (Mampukanlah kami hidup sepadanan dengan kebenaran Firman Tuhan)
