MINGGU TRINITAS
Kamis, 3 Juni 2021
Renungan Pagi
KJ. 407 : 1 – Berdoa
TUNTUTAN ALLAH
Mazmur 50 : 7 – 15
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! (ay. 14)
Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban. Hak adalah segala sesuatu yang diperoleh seseorang dan kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang. Jika kita warga negara, maka kita berhak untuk bekerja agar memperoleh kehidupan yang layak, namun dituntut juga agar kita melakukan kewajiban dengan mentaati ketetapan negara. Hal ini berlaku juga dalam kehidupan sebagai orang percaya.
Tuhan menuntut umatnya karena DIA adalah Allah yang melebihi allah lain. Allah yang menyelamatkan. Allah yang harus didengar oleh umat-Nya. Allah yang datang kepada umat-Nya untuk melakukan perkara (hukuman) bukan karena kurban sembelihan dan kurban bakaran yang dipersembahkan oleh umat Israel. Jikalau Tuhan lapar, DIA tidak perlu meminta kepada manusia sebab semuanya milik Tuhan. Tuhan menegaskan bahwa diri-Nya tidak bergantung pada manusia. Tuhan bukan manusia sehingga Ia tidak membutuhkan makanan. Tuhan hanya meminta kepada umat-Nya, pertama, agar umat-Nya mempersembahkan syukur berupa sikap batin yang mengakui Nya sebagai Allah dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Kedua, Tuhan meminta agar umat tidak melupakan-Nya dengan setia membayar nazar. Persembahan itu hendaknya diiringi dengan nyanyian syukur dan puji-pujian kepada-Nya. Ketiga, Tuhan meminta agar umat berseru memohon pertolongan kepada Tuhan saat mengalami kesusahan. Tuhan pasti mendengar doa mereka dan mereka pun akan memuliakan Tuhan sebagai ungkapan syukur atas karya keselamatan-Nya.
Apakah berat tuntutan Allah, dalam bacaan hari ini, untuk kita penuhi? Tuhan hanya meminta kita setia dengan mengakui bahwa Tuhanlah pemilik kehidupan ini. Tuhan hanya meminta kita untuk memberikan persembahan yang menjadi hak-Nya. Tuhan meminta kita selalu bersyukur pada hari-hari yang kita jalani. Tuhan hanya meminta kita untuk selalu menyandarkan diri kita pada-Nya agar damai-Nya selalu kita rasakan.
KJ. 407 : 4
Doa : (Tuhan, Engkau sudah memberikan keselamatan abadi dan ajari kami untuk setia melaksanakan kehendak-Mu)
MINGGU TRINITAS
Kamis, 3 Juni 2021
Renungan Malam
KJ. 406 : 1 – Berdoa
JANGAN MENJADI FASIK
Mazmur 50 : 16 – 23
Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu (ay. 21)
Orang fasik adalah orang yang tidak beriman. Mereka adalah orang yang tahu akan Tuhan namun tidak mau melaksanakan kehendak Tuhan. Bahkan dalam hidupnya orang fasik tidak peduli akan Allah atau menganggap Allah tidak ada (Maz. 10:3-4). Dia mungkin saja beribadah, namun hatinya tidak menyembah dan tertuju kepada Tuhan. Perilaku orang fasik bisa dicontohkan dengan orang yang rajin beribadah, namun suka menghakimi sesamanya atau berbuat kejahatan.
Tuhan berfirman kepada orang fasik bahwa mereka tidak berhak berbicara tentang ketetapan atau hukum Tuhan karena mereka dengan mudahnya mengucapkan hal-hal itu. Mereka berbicara ketetapan Tuhan, namun justru mereka tidak mau ditegur oleh Tuhan dan mengesampingkan firman Tuhan. Saat mereka melihat orang mencuri dan berbuat zinah, mereka pun ikut mencuri dan berbuat zinah. Perkataan-perkataan mereka jahat dan suka menipu. Mereka suka memfitnah keluarganya sendiri sehingga hubungan keluarga menjadi hancur. Tuhan mengingatkan bahwa jangan mereka mengira Ia hanya berdiam diri melihat kelakuan mereka. Saat-Nya akan tiba, Tuhan akan menghakimi dan menghukum mereka. Siapa pun tidak akan dapat membela mereka. Namun Tuhan juga mengingatkan dan sekaligus memberi kesempatan mereka bertobat dengan kembali beribadah kepada Tuhan yang dibarengi dengan memberi persembahan syukur. Mereka yang melakukan hal ini akan merasakan keselamatan yang datangnya dari Tuhan.
Lawan istilah orang fasik adalah orang benar yaitu orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan melaksanakan semua kehendak Tuhan. Orang benar sering beribadah dan mendengar firman Tuhan serta melakukan semua kehendak Tuhan dalam kehidupan nyata. Pergaulan orang benar dengan Tuhan akan membentuk dirinya selalu melakukan kehendak Tuhan dengan tidak melanggar perintah-Nya. Kehidupan beriman orang benar pun akan bertumbuh sehingga akan bijak bertindak terhadap Tuhan, sesama, dan alam semesta. Marilah senantiasa menjadi orang benar dan jangan menjadi orang fasik.
KJ. 406 : 3
Doa : (Tuhan, jauhkan dari pada kami kehidupan sebagai orang fasik dan tuntunlah kami untuk selalu menjadi orang yang benar melakukan kehendak Tuhan)
