MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 3 Juli 2020

Renungan Pagi

GB. 221 : 1 – Berdoa

IA MEMBELA YANG LEMAH

Amsal 22 : 22 – 23

Sebab Tuhan membela perkara mereka, (ay. 23a)

Apakah yang dirasakan dan dilakukan Tuhan kepada mereka yang lemah dan menderita? Allah melindungi mereka agar tidak dimanfaatkan atau dihempaskan oleh sesamanya yang berkuasa. Inilah yang Amsal nyatakan bagi kita hari ini.

Pembacaan kita diawali dengan peringatan kepada mereka yang merampas orang lemah di pintu gerbang. Pintu gerbang adalah tempat transaksi ekonomi. Pintu gerbang juga tempat pengadilan rakyat. Di situ pembeli dan penjual berinteraksi, di situ suatu perkara diadili. Tuhan memerintahkan agar orang miskin atau lemah dan menderita diperlakukan secara adil dan jujur, tidak boleh dirampas haknya. Kata rampas (Ibrani “gazal”) berarti mengambil secara paksa milik orang lain karena mereka tidak dapat mempertahankannya. Tuhan melindungi orang lemah dan menderita karena mereka tidak dapat membela diri dan mempertahankan miliknya. Orang lemah dan menderita adalah kelompok masyarakat yang disingkirkan oleh sesamanya. Oleh sebab itu mereka sangat mudah diperdaya dan diinjak-injak. Mereka hidup hanya bergantung pada belas kasihan orang lain dan Tuhannya. Tuhan akan membela perkara orang lemah tersebut. Kata membela (Ibrani “riyb”) berarti berjuang sekuat tenaga dan melakukan perlawanan secara legal/hukum. Artinya, Tuhan akan berdiri berhadap-hadapan dengan orang-orang yang telah merampas kaum lemah. Ia berjuang bagi mereka yang diperlakukan tidak adil.

Jangan memandang rendah orang lemah dan menderita karena Tuhan berdiri dan memperjuangkan hak mereka. Tuhan akan mengambil secara paksa nyawa orang yang merampas orang lemah. Jadi, hargailah dan belalah hak orang lemah dan menderita dengan adil, maka Tuhan akan membela hidup kita. Mari mewarnai hari ini dengan menjadi pribadi yang penuh belas kasihan dan kemurahan hati kepada sesama yang lemah.

GB. 226 : 3

Doa : (Tolonglah kami ya Tuhan untuk berpihak pada mereka yang lemah dan menderita. Amin)

MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 3 Juli 2020

Renungan Malam

GB. 235: 1 – Berdoa

BELALAH MEREKA YANG LEMAH

Amsal 31 : 1 – 9

Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil. (ay. 9a)

Saudaraku, bagaimana keadaanmu hari ini? Sepanjang hari kita sudah beraktifitas dan tentu tiba saatnya kita mengevaluasi diri. Apakah yang sudah kita kerjakan berdampak kepada lingkungan kita. Pagi tadi, kita di bekali dengan nasihat untuk bersikap murah hati dan berbelas kasihan pada sesama. Berapa banyak orang lemah yang telah kita jumpai? Ataukah kita adalah orang lemah yang tidak dijumpai oleh siapapun? Apakah kita rasakan Tuhan hadir bersama kita?

Firman Tuhan kembali mengingatkan kita terkait hak orang lemah agar kita memperlakukan mereka secara baik. Jika kita adalah orang lemah dan menderita yang menjadi objek perlakuan yang tidak adil dan tidak penuh kasih, ingatlah bahwa Tuhan berjanji akan tiba saatnya kita diangkat dan diberi tempat yang pantas oleh Tuhan. Bagi semua orang percaya, tetaplah untuk mencamkan firman Tuhan hari ini bagaimanapun hidup kita.

Kepada Lemuel, Raja Masa, ibunya menasihati agar ia memperhatikan orang lemah dengan membuat mereka sejahtera, memberi kekuatan bagi orang yang merana, menjadi juru bicara bagi yang tidak dapat bersuara. ltulah tugas mulia yang diemban oleh seorang pemimpin. Kepemimpinannya justru dimuliakan jika perbuatan-perbuatannya berpihak kepada yang lemah. Allah berpihak pada yang lemah dan menderita, oleh sebab itu hamba-Nya memiliki tugas dan keberpihakan yang sama.

Seberapa penting diri kita? ingatlah selalu bahwa sebagai hamba-Nya, kita terpanggil untuk memperjuangkan hak hidup sesama kita, khususnya orang lemah dan menderita. Sebagai pemimpin, kita diingatkan untuk mengambil keputusan yang adil terhadap orang lemah. Jika itu yang telah dan selalu kita lakukan, maka berbahagialah kita karena telah membuat hidup ini bermakna bagi sesama dan untuk kemuliaan nama Tuhan.

GB. 235 : 2

Doa : (Kami ingin membangun hidup yang adil dan berbelas kasihan ya Tuhan, tolonglah kami. Amin)

Scroll to Top