MINGGU II SESUDAH NATAL
Senin, 3 Januari 2022
Renungan Pagi
KJ. 277 : 1 – Berdoa
WAKTUNYA SUDAH DEKAT
Wahyu 22 : 10
“Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat” (ay. 10)
Di dalam kitab Wahyu pasal 5 dinyatakan, bahwa ada gulungan kitab yang diberi meterai. Yang layak membukanya adalah singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud dan Anak Domba. Artinya, isi dari gulungan kitab itu adalah suatu rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang banyak, kecuali ada pihak tertentu yang diberi hak untuk membukanya.
Pada pembacaan Alkitab pagi i ni, yaitu dari kitab Wahyu 22:10 dinyatakan: Lalu ia berkata kepadaku: “Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat”. Rasul Yohanesjustru diminta Tuhan untuk tidak memetaraikan atau mengecap ataupun menyegel nubuat yang disampaikan, karena alasan apapun. Ia tidak boleh merahasiakan semua perkataan dan penglihatan yang dialaminya, sebab waktu kedatangan Tuhan sudah dekat. Seluruh penglihatan dan perkataan nubuat yang diterimanya, harus segera disampaikan kepada semua orang, agar mereka mengetahui dan masih memiliki kesempatan untuk merespons sesuai kehendak Tuhan.
“Waktu-Nya sudah dekat” adalah pernyataan yang sangat tegas dan pasti bukan sesuatu yang masih diperkirakan. Ada lima kali perkataan tentang kedatangan Tuhan yang sudah dekat dalam kitab Wahyu 22 ini, yaitu pada ayat.3, 7, 10, 12 dan 20.
Ada banyak orang yang mencari tahu kapan Tuhan Yesus datang. Ada juga yang masa bodoh dengan hal itu, Bahkan ada juga yang tidak percaya dan meragukan kedatangan Tuhan. Namun demikian, kita semua yang sungguh-sungguh beriman kepadaNya harus tetap teguh dalam iman percaya, bahwa Tuhan Yesus Kristus akan segera datang kem bali. Oleh karena itu, pemberitaan rasul Yohanes ini mendorong kita untuk menjalani hidup yang masih dianugerahkan ini dengan baik. Marilah kita mengisi hari-hari hidup kita dengan haI-hal yang bermakna dan positif, yang tujuannya adalah mempermuliakan nama Tuhan. Kehidupan yang dianugerahkan Tuhan bagi kita, jangan disia-siakan.
KJ. 277 : 2
Doa : (Ya Tuhan, dalam iman yang tertuju pada-Mu, kami tetap berjaga-jaga dan hidup setia untuk menanti kedatangan-Mu)
MINGGU II SESUDAH NATAL
Senin, 3 Januari 2022
Renungan Malam
KJ. 45 : 1 – Berdoa
HIDUP KUDUS
Wahyu 22 : 11
“…barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya” (ay. 11)
Dalam kehidupan sehari-hari, bagaimanakah reaksi saudara terhadap orang yang melakukan kejahatan? Tentunya kita tidak akan menyukai perbuatan jahat orang itu. Bahkan mungkin kita akan marah, apabila melihat perbuatan orang tersebut. Kalau hal itu dilakukan oleh anak kita sendiri, maka sebagai orang tua tentunya tidak akan membiarkannya melakukan hal yang tidak benar. Sebagai orang tua pasti kita akan menegur dan menasihatinya, supaya jangan Iagi berbuat kejahatan. Namun demikian, bagaimana jika sudah dinasihati, tetapi tetap saja anak kita itu berbuat jahat? Biasanya hal yang dilakukan oleh orang tua adalah berdoa, agar suatu hari nanti anak itu sadar Ialu bertobat.
Begitulah juga yang dikehendaki Tuhan dari umat-Nya, agar mereka hidup sebagai anak-anak yang taat kepada kehendak Bapa-Nya, tidak terus-menerus hidup berkanjang dalam dosa. Namun demikian, dalam bacaan malam ini kita temukan hal yang berbeda. Dikatakan, bahwa barangsiapa berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat, barangsiapa yang cemar biarlah terus cemar. Dengan kata Iain orang jahat dibiarkan terus berbuatjahat. Mengapa kitab Wahyu menyatakan seperti itu? Perhatikanlah ayat 10, F irman Tuhan berkata, “Sebab waktunya sudah dekat”. Artinya, kedatangan Tuhan sudah sangat dekat. Hari-hari menjelang kedatangan-Nya adalah waktu yang Tuhan berikan untuk bertobat dari segala kejahatan. Jika orang itu ‘mengeraskan hati’ dan menolak pertobatan, maka ia akan terus tenggelam dalam lautan dosa yang sudah tentu berbuahkan kebinasaan.
Diakhir zaman ini ada orang-orang yang memilih hidup dalam kejahatan. Ada orang-orang yang memilih hidup benar. Saat ini kitajuga harus memilih, apakah hidup cemar atau hidup kudus, hidupjahat atau hidup benar. Pilihan hanya satu, kita tidak bisa memilih kedua-duanya. Tuhan ingin kita memilih salah satu yang pasti dan benar. Karena pilihan itu akan menentukan kita kepada hidup yang kekal dan bukan pada kebinasaan. Orang yang hidup dalam kebenaran tentu akan menikmati kebahagiaan kekal.
GB. 45 : 2
Doa : (Ya Tuhan, mohon jauhkanlah dari kami, hidup yang penuh dengan kejahatan. Mohon mampukan kami untuk selalu setia memilih jalan-Mu)
