MINGGU II SESUDAH NATAL
Selasa, 4 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 363 : 1 – Berdoa

UPAHMU BESAR DI SORGA

Wahyu 22 : 12

“…Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (ay. 12)

Setiap pekerja pasti akan memperoleh upah dari segala jerih lelah yang sudah dikerjakannya. Berapa upah yang didapat tergantung dari besar kecilnya pekerjaan yang dilakukan oleh orang tersebut. Dalam Alkitab kita temukan juga perkataan-perkataan tentang upah, seperti dalam Kolose pasal 3 ayat 23, 24 “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu sepedi untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya”.

Konsep Alkitab tentang upah pun sama dengan pandangan pada umumnya, yaitu hasil dari pekerjaan atau perbuatan yang kita lakukan. Meskipun tidak dikatakan upahnya berapa, seperti apa dan bagaimana wujudnya, namun yang jelas upah sorgawi akan mendatangkan sukacita yang besar bagi setiap orang yang menerimanya. Seberapa besarkah upah yang diterima seseorang? Semuanya tergantung kepada Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak untuk menilai dan memberi upah tersebut. Sebagaimana dinyatakan pada ayat 12 : “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya”.

Tentu saja kita menginginkan upah yang besar dari Tuhan. Namun demikian, harus diingat, bahwa hal itu akan diperoleh, jika kita melakukan kehendak Tuhan. Jadi selama kita hidup di dunia ini, marilah melakukan perintah Tuhan. Jagalah selalu perkataan maupun perbuatan kita. Perkataan maupun perbuatan positif kita, biarlah dilakukan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Selain itu, kitajangan berbuat sesuatu hanya karena memikirkan upahnya saja. Mari kita kerjakan saja dengan tulus dan sungguh-sungguh apa yang mesti dikerjakan sebagai anak-anak Tuhan. Biarlah nantinya Tuhan yang menentukan hasilnya. Marilah bekerja dan melayani Tuhan, karena itulah yang dikehendaki-Nya dalam hidup kita.

KJ. 363 : 2
Doa : (Tuhan Yesus, tolong ajarlah kami untuk selalu setia menunaikan mgas pelayanan yang Engkau karuniakan dalam hidup ini)

MINGGU II SESUDAH NATAL
Selasa, 4 Januari 2022

Renungan Malam

KJ. 380 : 2 – Berdoa

ALFA DAN OMEGA

Wahyu 22 : 13

“Aku adalah Alfa dan Omega…” (ay. 13)

Ada awal dan ada akhir. Itulah yang kita pahami terjadi dalam perjalanan hidup manusia di dunia ini. Bahwa suatu saat setiap orang akan berakhir hidupnya di dunia. Bahwa apapun yang ada di dalam dunia ini semua ada batasnya. Namun’demikian, Firman Tuhan yang disampaikan kepada rasul Yohanes dalam Wahyu 22:13 menyatakan, “Aku adalahAlfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awa/ dan Yang Akhir”. Hal itu menunjukkan, bahwa Dia yang Mahakuasa bukan Tuhan yang dapat dibatasi oleh waktu atau apapun juga.

Alfa dan Omega adalah huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani. Abjad alfa dan omega sering menjadi simbol dari “yang pertama” dan “yang terakhir”. Penulis kitab Wahyu memakai simbol ini pada bagian awal (1 :8, 17) dan menjelang akhir (21:6; 22:13). Nabi Yesaya, daiam kitab Yesaya 44:6; 48:12 menggunakan ungkapan yang mirip untuk menunjukkan kesempurnaan dan totalitas TUHAN. (Sumber: Alkitab Edisi Studi, hal. 2045).

Tuhan sudah ada sebelum manusia dan dunia ini ada. TuhanIah yang menciptakan dunia dan semua makhluk di dalamnya. Tuhan yang menciptakan waktu. Tuhanlah yang pertama dan yang terkemudian. la tidak berawal dan tidak berakhir.

Kepada Tuhan yang tidak terbatas itu, kita patut menyerahkan diri kita yang terbatas dan fana ini. Hanya Tuhan saja yang dapat menuntun langkah kita. la mengarahkan kita kepada jalan yang benar. Hanya Tuhan yang dapat menolong kita, ketika sedang bergumul dengan sakit penyakit atau kesulitan dalam hidup ini. Tuhan juga yang menegur dan memperingatkan kita sebagai umatNya, ketika melakukan kesalahan dan dosa.

Mari sejenak kita merenungkan karya perbuatan Tuhan yang ajaib dan tiada bandingnya. Marilah kita senantiasa hidup bersyukur atas kasih-Nya sepanjang kehidupan ini. Masa depan hidup kita ada di dalam tangan-Nya. Karena itu tetaplah hidup bersandar kepada Dia yang adalah Alfa dan Omega.

KJ. 380 : 4
Doa : (Ya Tuhan, sebagai manusia kami menyadari akan segala keterbatasan diri ini. Engkau-lah yang tidak terbatas dan Maha Kuasa. Kami mau hidup hanya mengandalkan Tuhan, yang adalah Alfa dan Omega)

Scroll to Top