MINGGU ADVEN I
Sabtu, 4 Desember 2021
Renungan Pagi
GB. 283 – Berdoa
MENJADI BERKAT
Lukas 13 : 18 – 21
Ia seumpama ragi yang diambil seorang dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya. (ay. 21)
Perumpamaan Yesus menjelaskan konsep Kerajaan Allah dalam pengertian sederhana dengan gambaran biji sesawi dan ragi. Tidak mungkin menjelaskannya dengan bahasa teologis yang rumit. Penjelasan sederhana menolong para pendengar Injil untuk mengerti dan turut berpanisipasi pada apa yang Tuhan kehendaki. Keterlibatan kita menghadirkan kasih Allah bagi dunia sekitar pasti memiliki dampak luar biasa. Biji sesawi dan ragi berfungsi maksimal Saat dipergunakan dengan cara yang benar.
Biji sesawi yang ditabur di kebun secara bertahap akan bertumbuh dan berkembang menjadi pohon yang kuat dan bermanfaat bagi banyak pihak. Begitu juga ragi yang ditabur pada tepung terigu untuk konsumsi seratus orang, dapat menghasilkan adonan terbaik dalam membuat roti yang enak dan bukannya bantat. Dua perumpamaan ini menjelaskan, bahwa manusia perlu mengalami dan merasakan arti pemerintahan Allah dalam kehidupannya secara pribadi. Artinya, ketika seseorang menanggapi pesan Injil yang diberitakan secara sederhana, maka kuasa Injil memengaruhi hidupnya sebagai pelaku firman yang memberkati sesama.
Seringkali orang terkesima dengan hasil dan mengabaikan proses. Akibatnya muncul Sikap kecil hati mengingat surnber daya terbatas Hal semacam ini perlu disingkirkan, agar kita dapat bersaksi dan melayani dalam kasih Yesus. Melakukan hal-hal yang sederhana dengan ketulusan dan pengharapan pada Allah, hasilnya pasti menggembirakan. Dalam hal ini kita sendiri perlu mengalarni pembaruan Roh Kudus, agar kasih kepada sesama tidak berkurang sedikitpun. Karya pelayanan yang senyap itu laksana kerja biji sesawi dan ragi yang tersembunyi. Pertanyaan-nya: maukah kita bersaksi dan melayani bagi Kerajaan Allah dengan kelembutan dan konsistensi penuh? Mari beri hidup kita jadi berkat bagi sesama. Jangan menunda dan berlambat-lambat!
GB. 283 : 3
Doa : (Tuhan, mohon bimbinglah kami menjadi berkat bagi sesama dengan cara yang sederhana dan bukan untuk mengejar pujian manusia)
MINGGU ADVEN I
Sabtu, 4 Desember 2021
Renungan Malam
GB. 115 : 1 – Berdoa
KESELAMATAN BAGI BANYAK ORANG
Lukas 13 : 22 – 30
Dan orang datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (ay. 29)
Radikalisme berbasis agama muncul, karena pernahaman sempit, bahwa hanya segelintir orang saja yang diselarnatkan dan yang lainnya akan binasa. Kelompok ini akan menggunakan cara-cara kekerasan demi menanamkan kebenarannya tanpa peduli aksi itu merugikan dan membahayakan keselamatan orang lain.
Soal keselamatan di zarnan akhir menjadi bahasan populer sampai hari ini. Pertanyaan disampaikan kepada Yesus: ‘Tuhan, sedikit saiakah orang yang diselamatkan?” (ay.23) Jawaban Yesus jelas, bahwa tiap orang harus melakukan usaha terbaik guna memperoleh keselamatan selama hari-hari hidupnya. Segala kebaikan yang dibuat bukan ukuran satu-satunya. Kesombongan sebagai merasa yang paling baik justru menghalangi masuk dalam keselamatan yang disediakan Allah. Tugas kita bukan menghancurkan orang lain dan mengabaikan kasih bagi sesama Keselamatan Allah itu tidak terbatas. Keselamatan itu diberikan bukan hanya bagi bangsa Yahudi, tetapi bagi semua bangsa dari keempat penjuru mata angin.
Kita ditantang untuk keluar dari pernikiran sempit seolah hanya kita yang diselamatkan. Kesombongan teologis telah mengakibat-kan kita mudah menghakimi dan menyakiti saudara kita. Apa jadinya kalau Tuhan menolak kita dan menyebutkan kita sebagai pelaku kejahatan! Di sinilah perlunya kita membarui pola pikir dan tindakan, agar kita sendiri lebih dulu bertobat dari perilaku kekerasan hati dan kesombongan diri. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Jangan katakan besok untuk waktu yang tersedia hari ini. Minggu Adven ini mengingatkan, bahwa kita pun harus segera bertobat sebelum segala sesuatu terlambat Tuhan mengasihi semua orang dan tahu siapa saja yang layak bagi-Nya. Mereka yang mengasihi Tuhan selalu dapat mengasihi sesama dan tidak pernah sulit mengampuni dan mendoakan sesamanya.
GB. 115 : 2
Doa : (Ya Tuhan, mohon perbarui kami untuk tetap berbuat baik dengan mengasihi dan melayani saudara kami tanpa penghakiman)
