MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 3 Agustus 2020
Renungan Pagi
KJ. 462 : 1,2 – Berdoa
SALING MENOPANG
3 Yohanes 1 : 1 – 2
… “Aku berdoa semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat dalam segala sesuatu…” (ay.2)
Berbeda dengan surat 2 Yohanes, surat 3 Yohanes ini dikirim kepada seorang warga gereja yang bernama Gayus. Penulis surat yang menyebut diri ‘Penatua’ sangat senang dan menghargai apa yang telah dilakukan oleh Gayus terutama dalam hal topangannya terhadap pemberitaan lnjil (ay.5). Apa yang telah dibuat Gayus mungkin sesuatu yang sederhana namun bagi Yohanes hal tersebut sangat berarti. Tuhan tidak melihat berapa banyak atau besar yang dapat kita berikan atau Iakukan dalam hal menopang pelayanan tetapi Tuhan berkenan atau memperhatikan setiap perbuatan yang kita Iakukan berdasarkan kasih, kebenaran dan ketulusan. Hal-hal sederhana yang kita Iakukan dengan kasih dan kebenaran untuk lnjil Kristus Iebih berarti daripada banyak perkataan dan penampilan yang tidak diikuti dengan perbuatan.
Topangan yang sama juga ditunjukkan oleh Yohanes kepada Gayus. Yohanes menyapa Gayus dengan sebutan ‘saudara’. Bahkan Yohanes berdoa untuk Gayus kiranya ia berada dalam keadaan baik dan sehat. Bagi Gayus, sapaan yang bersahabat dan tulus serta doa dari Yohanes merupakan bentuk ‘topangan’ yang menyenangkan dan membangkitkan semangat. Apa yang dilakukan oleh Yohanes dan Gayus dalam konteks pekabaran lnjil atau pelayanan mendorong kita semua untuk tidak berdiam diri melainkan dengan sukacita melibatkan diri dalam pelayanan bagi kemuliaan Allah.
Yohanes dan Gayus telah menunjukkan kehidupan rohani yang sehat dengan saling menopang untuk menunjang pelayanan. Gereja dan semua orang percaya terpanggil untuk hidup saling menopang bukan saling melemahkan atau menjatuhkan. Karena itu demi terwujudnya pelayanan yang efektif dan terarah maka diperlukan semangat saling menopang dalam kasih dan kebenaran.
KJ. 462 : 3,4
Doa : (Jadikan kami menjadi alat ditangan-Mu untuk menopang pelayanan bagi nama-Mu)
MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 3 Agustus 2020
Renungan Malam
KJ. 396 : 1 – Berdoa
HIDUP DALAM KEBENARAN
3 Yohanes 1 : 3 – 4
… “sebab memang Engkau hidup dalam kebenaran.” (ay.3)
Kebenaran menjadi tema yang penting dalam lnjil Yohanes dan juga surat-surat Yohanes. Contohnya : ‘Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran’ (Yoh. 4:24). Kebenaran secara sederhana menunjuk pada pengertian ‘keberadaan dibenarkan oleh karya Allah di dalam pengorbanan Yesus Kristus’ (band. Roma 3:23-24). Kebenaran juga diarahkan kepada Yesus Kristus dan lnjil-Nya sebagai sumber kebenaran yang sejati. Hal ini mengingatkan tentang bagaimana kita hidup sebagai orang yang telah dibenarkan. Hidup demikian adalah tetap teguh beriman kepada Kristus, berpegang pada ajaranNya dan melakukannya sebagai wujud kasih.
Yohanes sangat bersukacita mengetahui kabar tentang Gayus dari pekabar lnjil yang pernah singgah di rumahnya. Di tengah tekanan ajaran sesat (Gnostik), Gayus sebagai anak rohani Yohanes tetap teguh hidup dalam kebenaran. Membangun hidupnya dengan berlandaskan iman kepada Yesus Kristus serta memaknai kehidupannya dengan berpegang pada ajaran Kristus dan melaksanakan ajaran tersebut melalui perbuatan-perbuatan nyata yang dilakukan dengan penuh kasih. Apa yang dilakukan Gayus ini menjadi suatu peringatan bagi setiap orang yang cenderung lebih banyak ‘berkata-kata’ namun tidak diikuti dengan perbuatan nyata.
Tidak sedikit orang mengaku Kristen namun tidak hidup dalam kebenaran. Bukan sekadar pengakuan yang dikehendaki Kristus tetapi hidup yang didasari pada iman dan perbuatan nyata dalam kasih dan kebenaran. Karena itu di tengah pergumulan dunia ini, gereja (pribadi dan keluarga) terpanggil untuk tetap hidup dalam kebenaran. Kesetiaan dan keteguhan hidup dalam kebenaran, menjadi kehendak Allah bagi kita.
KJ. 396 : 3
Doa : (Tuhan bimbinglah kami untuk selalu hidup dalam kebenaran)
