MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 30 September 2021
Renungan Pagi
KJ. 292 : 1,2 – Berdoa
SUKA MEMBERI PERTOLONGAN
Ulangan 22 : 1 – 3
demikianlah kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari saudaramu dan yang kautemui; tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu (ay. 3)
Jika kita menemukan barang milik orang yang kita kenal, kita harus mengembalikan barang itu. Jika tempat tinggal orang itu jauh maka kita harus menyimpan barang itu baik-baik sampai orang itu datang mencari, kita harus mengembalikan barang miliknya itu. Dengan kata lain, kita tidak punya alasan untuk mengambil alih kepemilikan barang yang kita temukan.
Pesan yang ditekankan dalam bacaan ini adalah jangan kita pura-pura tidak tahu. Pura-pura tidak tahu dapat mengarahkan kita pada dua tindakan yaitu mengabaikan barang itu atau mengambilnya menjadi milik. Baik mengabaikan atau mengambil menjadi milik merupakan tindakan yang tidak terpuji. Misalnya, kita menemukan sebuah telepon genggam (HP) yang tercecer oleh pemiliknya. Sebenarnya, jika kita buka aplikasi di HP itu, kita akan dapat dengan mudah menemukan pemiliknya (dengan menghubungi salah satu kontak yang ada). Akan tetapi pada umumnya, kita malah membuang kartu sim dalam HP itu dan segera menggantinya dengan yang baru sehingga HP itu jadi milik kita dan tidak bisa dilacak oleh pemilik sebenarnya. Ada juga kebiasaan meminta ‘isi dompet’ kepada pemilik dompet yang dompetnya kita temukan. Jika ada orang yang menemukan sebuah dompet tercecer lalu mengembalikan kepada pemiliknya, orang yang mengembalikan seringkali merasa ‘berhak’ atas isi dompet sebagai imbalan ‘jasanya’. Walaupun umum, meminta imbalan atas jasa mengemba likan barang orang yang tercecer juga tidak terpuji.
Perintah TUHAN supaya kita mengembalikan barang milik orang lain mengajarkan kita untuk memikirkan ‘nasib’ orang yang kehilangan barang miliknya. Kita harus punya hati yang memikirkan betapa panik dan ruginya orang itu supaya kita terdorong untuk berusaha maksimal mengembalikan barang itu kepada pemiliknya.
KJ. 292 : 3
Doa : (Ya Tuhan, tolong tunjukkanlah kami jalan untuk mengembalikan kepada sesama apa yang menjadi haknya)
MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 30 September 2021
Renungan Malam
KJ. 330 : 1,2 – Berdoa
GOTONG ROYONG
Ulangan 22 : 4
Apabila engkau melihat keledai saudaramu atau lembunya rebah di jalan, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; engkau harus benar-benar menolong membangunkannya bersama-sama dengan saudaramu itu (ay. 4)
Maksudnya, jika kita melihat keledai atau lembu, yang adalah alat transportasi dan ekonomi pada masa itu, rebah di jalan, maka harus menolong membangunkan binatang itu bersama-sama dengan yang punya. Pada zaman sekarang, binatang-binatang ini dapat disejajarkan dengan kendaraan yang biasa dipakai orang untuk beraktivitas. Dengan demikian, ayat ini dapat dibaca “apabila engkau melihat motor, mobil atau sepeda saudaramu yang mogok di jalan, janganlah engkau pura-pura tidak tahu, tetapi menolong memperbaikinya bersama-sama saudaramu itu”.
Pada umumnya, ketika melihat saudaranya kemalangan, orang Indonesia, yang khas dengan semangat gotong royong, akan dengan cepat membantu. Yang membuat kita pura-pura tidak tahu biasanya adalah karena sedang terburu-buru atau hubungan kita dengan saudara kita itu tidak harmonis. Akan tetapi, sekalipun dalam keadaan terburu-buru, kita masih dapat mengupayakan pertolongan secara tidak langsung. Lain jadinya kalau karena hubungan yang tidak harmonis. Sudahlah kita pura-pura tidak tahu, kita bahkan lanjut mencemooh.
Bacaan ini mengilhami untuk menjadikan moment kemalangan saudara kita sebagai ‘sentilan’ yang ‘meluluhkan hati’. Saat itulah, kita dikondisikan untuk berdamai dengannya. Beberapa tahun silam, pada tanggal ini, bangsa Indonesia mengalami tragedi yang melahirkan permusuhan turun temurun antar anak bangsa, yaitu Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/ PKI). Butuh waktu bertahun-tahun bagi komponen-komponen anak bangsa yang terkait peristiwa itu untuk berdamai satu sama lain. Pada tahun ini, pandemi dapat dijadikan moment untuk meluluhkan hati. Kita dipanggil untuk saling membantu, memberi semangat dan menjaga kehidupan yang tersisa, baik setelah tragedi G30S/ PKI maupun karena virus Covid19.
KJ. 330 : 5,6,7
Doa : (Ya Tuhan, mohon pakailah kami untuk menjadi pendamai di antara komponen komponen anak bangsa yang beragam)
