MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 30 Oktober 2021
Renungan Pagi
KJ. 451 : 1 – Berdoa
JANGAN SENDIRI, TAPI BERSAMA
Keluaran 31 : 1 – 11
dan telah Kupenuhi dia dengan dengan Roh Allah (ay. 3)
Bezaleel dan Aholiab ditunjuk TUHAN melakukan pekerjaan besar:Â membuat kemah pertemuan dan tabut dengan segala perangkatnya. Mereka rekan sekerja yang membuat Kemah Pertemuan untuk terus digunakan sebagai tempat perjumpaan Allah dan umat-Nya. Keduanya orang-orang ahli (ay.2,6), sehingga menunjukkan bahwa proses pembuatan Kemah Pertemuan tidaklah mudah. Sekalipun demikian, TUHAN yang menunjuk akan menyertai mereka. Kemah Pertemuan dan Tabut akan menjadi sangat penting, sementara Bezaleel dan Aholiab akan berada di belakang hasil kerja mereka. Kesadaran demikian sangat mendasar, sehingga pekerjaan yang dilakukan bukan hanya mempertimbangkan fungsi, tetapi terutama hakikat pekerjaan tersebut. Artinya, kalau hanya soal fungsi, maka Kemah Pertemuan dipersiapkan, agar dapat dipergunakan. Hakikat Kemah Pertemuan menegaskan hadirnya relasi Allah dan umat-Nya dalam perjalanan menuju tanah perjanjian.
Melalui pembacaan Alkitab saat ini kepada kita dikemukakan bahwa: Pertama, semua karya orang percaya hendaknya disambut dengan penuh sukacita. Hal ini terjadi jika karya tersebut ditempatkan dalam pemahaman bahwa apa yang dikerjakan bukan saja bisa berfungsi, tetapi juga bermakna. Keluarga siapa pun yang ditunjuk melaksanakan kesaksian, harus ingat bahwa keterlibatan TUHAN sangatlah penting. Tak ada keluarga yang sempurna, namun keluarga harus terus terbuka melihat tugas besar yang TUHAN percayakan. Kedua, keluarga menjadi bermakna dalam gerak kolektif dan bukan individu. Keluarga yang melakukan pekerjaan besar dari Allah adalah keluarga yang sungguh-sungguh menghayati makna peran suami, istri, anak anak. Artinya, pekerjaan besar membangun ibadah sejati dalam keluarga haruslah terwujud dalam saling mendukung satu sama lain. Baiklah setiap keluarga memahami, bahwa mengucap syukur pada TUHAN adalah kesadaran yang paling utama.
KJ. 451 : 2
Doa : (Tuhan, tolong kami memahami panggilan dan pengutusan-Mu)
MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 30 Oktober 2021
Renungan Malam
KJ. 392 : 1 – Berdoa
JANGAN LUPA MAKNA IBADAH
Keluaran 31 : 12 – 17
Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat (ay. 16a)
Dalam bacaan ini dikemukakan firman TUHAN kepada Musa bahwa hari Sabat harus diberlakukan secara serius dan hati-hati. Artinya, pada hari itu segenap umat Israel diingatkan kembali oleh TUHAN agar menguduskannya (ay.13). Hal ini penting, sebab Israel adalah umat perjanjian dan tidak ada umat perjanjian lain. Selain itu, hari Sabat harus terus dipatuhi dengan serius, karena terkait keterpilihan mereka sebagai umat perjanjian. Hari Sabat menjadi hari perjumpaan Allah dan umat yang hendak menegaskan pemeliharaan TUHAN terus berlangsung tanpa jeda dan umat menyatakan syukur mereka. Peribadahan yang berlangsung pada hari Sabat menegaskan kepada umat bahwa hubungan mereka dengan TUHAN perlu terus dijaga. Aktivitas mereka selama enam hari tidaklah berdiri sendiri serta terlepas dari hari Sabat.
Dalam konteks saat ini, ibadah dan karya menjadi satu dalam irama yang teratur dan tertib. Ibadah menjadi karya yang terus memberi kesaksian bahwa Tuhan Yesus telah menyatakan penebusan-Nya dan mengarahkan setiap orang percaya menjalani kehidupan. Ibadah ritual yang berlangsung di tempat dan waktu tertentu adalah ibadah aktual dalam seluruh aktivitas. Dengan begitu, maka setiap hari adalah hari di mana karya ibadah terus dikumandangkan. Dalam perspektif inilah hendak disampaikan bahwa apa pun yang kita lakukan hendaknya dengan sungguh-sungguh seperti untuk TUHAN (Kol.3:23). Kesungguhan berkarya pada hakikatnya adalah ibadah. Oleh sebab itu, jangan lupakan makna beribadah saat di kantor, di kebun, di darat, lautan, di desa dan di kota, ketika semua karya itu dilakukan dengan sungguh sungguh, maka terkandung makna ibadah yang sejati (Rm.12:1).
Tetap semangat dalam tekanan pandemi ini dan ingatlah selalu makna ibadah yang sesungguhnya. Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia.
KJ. 392 : 2,3
Doa : (Tuhan, tolonglah kami untuk menyatakan ibadah secara utuh)
