MINGGU ADVEN I
Selasa, 30 November 2021

Renungan Pagi

GB. 204 : 1 – Berdoa

WASPADAI KETAMAKAN

Lukas 12 : 13 – 15

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari kekayaannya itu. (ay. 15)

Seringkali dalam relasi saudara dengan saudara berujung pada permusuhan bahkan sampai berperkara di pengadilan karena berebut warisan. Padahal mereka adalah saudara sekandung. Penyebabnya adalah pembagian harta yang dianggap tidak adil di antara saudara sekandung sendiri. Yang tertua cenderung ingin menguasai sebagian besar warisan itu. Sikap dernikian tidak serta merta membuatnya dapat menikmati warisan tersebut. Malah jadi sumber masalah terus menerus. Diakui soal perkara warisan hingga Saat ini pun masih jadi perkara yang cukup rumit.

Di tengah kisruh soal warisan, seseorang memberanikan diri datang kepada Yesus dan meminta agar Yesus menyampaikan kepada saudaranya. Yesus menjawab bahwa Dia tidak mau menjadi hakim atau pengantara dalam hal seperti itu. Tugas Yesus adalah menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, supaya orang-orang mengertl dan mengenal Allah yang benar melalui diri-Nya Yesus hanya mengatakan satu pesan yang begitu jelas dan mengingatkan bahwa kerakusan dan ketamakan dapat menjadi pendorong orang untuk mengabaikan persaudaraan dan kekeluargaan. Kedua hal ini juga sering kali menyebabkan manusia jauh dari Allah karena lebih mengutamakan dan memprioritaskan harta benda, kuasa dan kenikmatan daripada Tuhan.

Di sinilah kita juga diingatkan untuk mewaspadai ketamakan; yaitu bagaimana kita mengawasi diri; menjaga hati baik-baik dan tidak bersikap tamak. Peliharalah dirimu dan balutlah hatimu dengan kasih Tuhan, agar jangan sampai ketamakan menguasai hidup kita. Kita juga diingatkan agar tidak menikmati kekayaan yang dimiliki hanya bag diri sendiri. Kita dipanggil untuk menggunakan segenap kekayaan yang dimiliki bagi kemuliaan nama Tuhan. Ketamakan juga bisa diatasi dengan kebiasaan mencukupkan diri dan mensyukuri apa yang ada pada kita.

GB. 204 : 2

Doa : (Tuhan Yesus, biarlah kami dapat menguasai diri, sehingga seluruh hidup kami memuliakan nama-Mu serta bersyukur)

MINGGU ADVEN I
Selasa, 30 November 2021

Renungan Malam

KJ. 367 : 1 – Berdoa

BOLEH KAYA, ASAL ….

Lukas 12 : 16 – 21

Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. (ay. 21)

Siapa yang tidak ingin menjadi sukses dan kaya dalam hidupnya? Setiap orang pasti memiliki “mimpi” yang ingln dicapainya_ Setidaknya, pencapaian mimpi bisa membuat mereka membuktikan bahwa diri mereka bisa melakukan hal yang baik. Bill Gates pernah berkata: “Jika Anda terlahir miskin, itu bukan kesalahan Anda. Tetapi jika Anda meninggal dalam keadaan miskin, itu kesalahan Anda,” Ungkapan ini merefleksikan tidak adanya usaha selama hidup untuk menjadi ebih baik, dan ketika menjadi lebih baik/kaya pun perlu dipertanyakan. Jadi bagaimana?

Yesus kernbali mengajar pengikut-Nya dengan peringatan agar waspada terhadap ketamakan. Yesus membuat sebuah perumpamaan tentang orang kaya yang memiliki segaa sesuatu. Apa yang salah dengan orang kaya tersebut? la menempatkan harta kekayaan sebagai yang utama, dan melupakan Sang Pencipta la mengandalkan hartanya, dan melupakan Sang Penguasa atas hidup manusia. Bahkan nyawanya sendiri pun milik Allah. Setelah semua usahanya mengumpulkan harta yang banyak, Allah kemudian mencabut nyawanya (ay 20). Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita. Kita hanya bisa mengusahakan untuk memiliki sesuatu di bumi ini.

Sesungguhnya tidak ada masalah untuk menjadi kaya, bahkan sangat kaya. Yesus sendiri tidak melarang kita untuk menjadi kaya. Tetapi la engingatkan agar manusia tidak menjadi tamak. Sebagai pengikut-pengikut Kristus kita harus bijak terhadap harta, agar akhir hidup kita tidak sia-sia. Bagaimana caranya? Pertama, menempatkan harta pada posisi yang benar. Dan bagaimana kita manfaatkan sesuai dengan kehendak-Nya. Kedua, bersikap benar terhadap harta, yaitu memiliki rasa cukup dan selalu bersyukur kepada Tuhan. Ketiga, memakai uang dengan benar untuk kemuliaan Allah dan mendatangkan manfaat bagi sesama atau menjadi berkat bagi orang-orang lain.

KJ. 367: 3

Doa : (Ya Tuhan, biarlah setiap berkat yang Engkau karuniakan kami syukuri serta gunakan bagi kemuliaan nama-Mu)

Scroll to Top