MINGGU III PRAPASKAH
Rabu, 30 Maret 2022

Renungan Pagi

KJ. 157 : 1 – Berdoa

YESUS DAN ORANG SAKIT

Matius 15 : 29 – 31 

Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisa dan banyak lagi yang lain…. (ay. 30) 

Pelayanan dan keprihatinan Yesus terhadap yang sakit dan menderita terus berlanjut. Dalam perikop sebelumnya Yesus memberikan perhatian kepada seorang perempuan Kanaan yang anaknya kerasukan setan dan karya-Nya meluas menjangkau orang-orang lumpuh, timpang, buta di daerah sekitar danau Galilea. Sedangkan perikop yang Ialu Yesus mengatakan: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Tetapi ternyata kasih dan perhatian-Nya menyentuh juga perempuan Kanaan yang bukan umat Israel.

Nampaknya teks ini, perhatian Yesus mulai menjangkau orangorang menderita bukan dari umat Israel, sehingga pada saat mereka disembuhkan, mereka memuliakan Allah Israel (Ay. 31). Ruang gerak kasih sayang Yesus terhadap orang susah ternyata menembus batas-batas suku bangsa dan keyakinan. Kasih sayang-Nya tidak kenal agama, tidak membedakan mana yang Israel dan mana yang kafir.

Tugas gereja dan orang Kristen ialah melanjutkan apa yang sudah dibuat Yesus. Sebagaimana Ia sangat peduli kepada kelompok marginal yang terlupakan. Demikian juga gereja harus melakukan hal yang sama, yaitu melayani kaum yang terlupakan. Kalau pelayanan Yesus menembus batas Israel dan menjangkau suku bangsa dan keyakinan Iain, maka itu juga yang harus dilakukan orang Kristen. Gereja ditantang untuk tidak melokalisasi kasih Allah yang agung di satu tempat,atau di satu gedung. Pada ayat 31 dikatakan: “Orang-orang yang sudah sembuh itu memuliakan Allah Israel”. Pertanyaannya ialah mengapa nama Allah tidak dimuliakan oleh mereka yang tidak mengenal Tuhan? Jawabannya jelas: bagaimana mereka memuliakan nama Allah Israel, apabila mereka tidak pernah merasakan sentuhan tangan Yesus yang peduli dengan oreng-orang yang susah dan menderita. ltulah tugas kita yang harus kita jalankan sehingga nama Allah dimuliakan.

GB. 40 : 1,2

Doa : (Mampukan kami Bapa, untuk melanjutkan karya kasih dan pelayananmu kepada semua orang dari semua golongan)

MINGGU III PRAPASKAH
Rabu, 30 Maret 2022

Renungan Malam

KJ. 160 : 1,3 – Berdoa

PEMBERITAHUAN PENDERITAAN YESUS

Matius 17 : 22 – 23 

…” Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ke tiga Ia akan dibangkitkan (ay.22,23) 

Tidak ada orang yang senang mengikuti seorang pemimpin yang menderita. Apalagi pemimpin yang akan ditangkap, dihakimi dan dihukum mati. Orang lebih senang mengikuti pemimpin yang gagah perkasa, tidak pernah kalah dan semua kekuatan takluk kepadanya. Yesus pasti tahu tentang hal itu, tetapi Ia tidak mau pengikut-pengikutNya mengikuti Dia, hanya karena kekuasaan dan kejayaan. Oleh sebab itu jauh hari Yesus sudah mengingatkan pengikut-Nya, bahwa Ia akan mengalami hari-hari yang sulit. Para pengikut-Nya boleh memilih untuk terus atau segera meninggalkan Dia. Kesetiaan muridmurid-Nya justru diukur di sini. Apakah mereka mengikut Yesus karena tulus atau karena kekuasaan dan kehormatan.

Berita yang disampaikan Yesus tentu mengejutkan dan tidak diharapkan oleh murid-murid-Nya. Mereka terlalu banyak berharap kepada Yesus, yaitu akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Oleh sebab itu, pemberitahuan seperti ini pasti ditolak seperti yang dibuat Petrus (Band. Mat 16:22). Tetapi menurut Matius, mereka hanya bisa menerima kenyataan ini dengan sedih. Betul Yesus berbicara tentang pada hari ketiga la akan dibangkitkan, tetapi mana ada orang mati yang bisa bangkit, mereka belum bisa menerima kebenaran itu. Sebab pemberitahuan tentang kebangkitan sama sekali tidak berpengaruh kepada mereka.

Seringkali yang terjadi ketika apa yang didambakan kandas ditengah jalan, sebab tidak sesuai yang diharapkan, akibatnya kita menutup mata terhadap kemungkinan-kemungkinan baru yang Tuhan janjikan. Apa yang kita alami seakan-akan semua buntu, padahal Tuhan sedang menyiapkan sebuah kesempatan atau peristiwa besar yang sangat menentukan kehidupan kita, tetapi kesedihan dan kekecewaan membuat kita tidak bisa mengerti dan memahami apa yang Tuhan buat dalam kehidupan ini.

KJ. 158 : 1,3 

Doa : (Bapa berikan kami mata iman untuk bisa melihat karya besar yang Tuhan siapkan di belakang penderitaan)

Scroll to Top