MINGGU I PRAPASKAH
Senin, 29 Maret 2021

Renungan Pagi

KJ. 405 : 1,2 – Berdoa

BERBAHAGIA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS

Lukas 12 : 41 – 48

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang (ay. 43)

Melakukan tugas dengan  gembira tentu berbeda ketika melakukannya dengan penuh keluh kesah. Perbedaannya bukan saja pada hasil, tetapi juga dalam proses, karena tugas yang dilakukan dengan setia dan bijaksana memberi pengaruh positif bagi banyak pihak. Dalam perumpamaan Yesus dikemukakan perbedaan antara hamba yang setia dan bijaksana dengan hamba yang jahat penuh kekerasan. Kepercayaan terhadap hamba yang setia memungkinkannya semakin bergairah melaksanakan tugas, sebaliknya bagi hamba yang jahat berujung pada hasil yang membinasakan.

Panggilan dan pengutusan setiap percaya sangat beragam di semua bidang, namun memiliki semangat yang sama yakni setia dan bijaksana. Menjadi seorang petani hingga pejabat adalah tugas yang perlu dilakukan dengan setia dan bijaksana. Kenapa? Sebab dalam kesetiaan, maka tugas sekecil apa pun berdampak besar bagi banyak orang. Setia kepada sang pemberi tugas memungkinkan segala karya diwujudkan dengan bijaksana. Hal ini berarti selaku warga gereja di mana pun kita berada, maka kegembiraan melaksanakan tugas masing-masing akan dirasakan oleh banyak orang (bdk ay.45).

Di Minggu Pra-Paskah ini kita diundang untuk belajar dari perumpamaan Tuhan Yesus bahwa kehadiran warga gereja hendaknya selalu bermanfaat bagi banyak orang. Kebahagiaan yang didasari pada sikap setia dan bijaksana adalah kekuatan untuk terus menggemakan arti kehidupan bagi sesama. Hal ini tidak mudah, sebab kejahatan untuk mencelakakan orang lain menjadi hal yang biasa saat ini. Namun, kegembiraan menjadi berkat bagi banyak orang selalu menampilkan suasana yang penuh persahabatan.

Semuanya bertolak dari kepastian bahwa Sang tuan pasti akan datang sekalipun waktu kedatangan-Nya tidak diketahui dengan pasti. Kerjakan saja semua tugas kita dengan setia dan bijaksana, sebab kita tahu bahwa hasil kerja tersebut selalu bermanfaat bagi sesama. Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam perseku-tuan dengan-Nya setiap tugas kita tidak pernah sia-sia.

KJ. 405 : 3,4

Doa : (Tuhan, berkatilah setiap tugas kami agar dalam kesetiaan dan bijaksana kami membawa kegembiraan bagi banyak orang)

MINGGU I PRAPASKAH
Senin, 29 Maret 2021

Renungan Malam

KJ. 422 : 1 – Berdoa

RENCANA JAHAT PASTI GAGAL

Matius 26 : 1 – 5

… mereka berkata, “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat” (ay. 5)

Sebuah rencana selalu mengarah ke masa depan, sebab apakah yang harus direncanakan pada peristiwa yang sudah terjadi? Tidak pernah sebuah rencana berhubungan dengan masa lalu, sebab peristiwa yang terjadi di masa Ialu tidak mungkin bertolak dari rencana hari ini. Kadangkala sebuah rencana yang dibuat tidak mencapai sasaran yang dikehendaki dan ujungnya mengecewakan, maka jangan menyerah untuk membuat rencana baru dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Pada bacaan malam ini memperlihatkan bahwa rencana Allah bagi manusia yakni keselamatan sedang mengarah ke tahap penyaliban Yesus. Sebuah rencana keselamatan yang bertumpu pada anugerah-Nya yang telah diperlihatkan sejak peristiwa pembebasan di Mesir (Kel.12:21-23), sehingga melalui pengajaran-Nya hendak diteguhkan kembali adanya rencana keselamatan yang tidak berubah. Di sisi Iain, sebuah rencana juga sedang dibuat oleh imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi di rumah Kayafas (ay.3). Namun. rencana yang sedang dibuat adalah rencana jahat, karena kehadiran Tuhan Yesus dianggap sebagai ancaman pada posisi nyaman mereka. Rencana jahat dibuat dengan perhitungan yang matang, bahkan reaksi rakyat juga menjadi pertimbangan. Semua ini dilakukan agar rencana jahat dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Namun, ternyata rencana jahat yang dibuat dengan perhitungan matang itu mengalami kegagalan, sebab yang berhasil adalah rencana Allah yang menyelamatkan manusia.

Pengajaran ini penting agar kita tidak merancang kejahatan kepada siapa pun, sebab adakah rancangan jahat yang berhasil? Jawabnya jelas tidak. Sebaliknya, Allah memanggil kita untuk meneruskan rencana-Nya dalam karya bersama (Rm.8:28), sebab itulah tanda bahwa kita mengasihi-Nya. Maju terus bersama Tuhan Yesus. sebab dalam persekutuan dengan-Nya rencana baik kita akan bermanfaat bagi sesama.

KJ. 422 : 2,3

Doa : (Tuhan, tolonglah kami agar selalu merencanakan yang baik sebagai jawaban iman kami atas rencana-Mu)

Scroll to Top