MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 29 Juni 2020

Renungan Pagi

GB. 250 : 1 – Berdoa

MEMBERI ATAU MENERIMA

Amsal 14 : 21 – 23

berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita. (ay. 21b)

Tema kita sepanjang bulan Juni-Juli adalah “Hidup untuk memberi hidup”. Kata penting dalam tema tersebut adalah memberi. Nas Alkitab mengatakan, “adalah lebih baik memberi daripada menerima” (Kis. 20:35). Apakah yang akan kita pilih ‘memberi atau menerima’? Mungkin banyak orang akan memilih ‘menerima’ daripada ‘memberi.’ Menerima membuat kita merasa penuh, sebaliknya ‘memberi’ membuat kita merasa berkurang, hilang atau kosong. Memberi menjadi berat bagi kita karena ada perasaan kehilangan yang kemudian tersisa dalam hati.

Bacaan hari ini mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang menaruh belas kasihan; melakukan aksi yaitu meletakkan sesuatu dari kepunyaannya di hadapan orang lain. Aksi itu adalah tindakan memberi. Keputusan untuk memberi dengan sukacita, terlebih kepada mereka yang menderita dan sangat membutuhkan adalah bagian dari rasa bahagia yang dimiliki seseorang.

Pada ayat selanjutnya, dinyatakan bahwa kebahagiaan itu terjadi karena kita beroleh kasih dan setia (ay.22b). Kebenaran yang dinyatakan di sini adalah bahwa kebahagiaan memberi terjadi karena kita juga menerima. Ya, kita menjadi orang yang berbahagia karena kita adalah orang-orang yang menerima atau mengalami kasih dan setia Tuhan. Kebahagiaan itu mendorong kita untuk mengekspresikannya melalui tindakan menaruh belas kasihan atau memberi kepada orang yang menderita.

Memberi maupun menerima adalah bagian dari hidup orang beriman. Kita dapat memberi sesuatu kepada sesama karena Tuhan telah lebih dahulu melakukan banyak hal kepada kita. Kita dapat menaruh belas kasihan dan memberi kepada siapa saja yang diatur oleh Tuhan. Melalui perjumpaan dengan mereka sekaligus kita dapat mengatakan, “Sungguh aku berbahagia karena menerima kasih dan setia Tuhan”.

Jalanilah hari ini dengan menjumpai mereka yang membutuhkan. Berilah apa yang mereka butuhkan, karena saudara adalah orang yang berbahagia.

GB. 250 : 3

Doa : (Tuhan tolonglah kami agar selalu memiliki kerelaan untuk lebih banyak memberi daripada menerima. Amin)

MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 29 Juni 2020

Renungan Malam

GB. 284 : 1 – Berdoa

TUHAN BERHUTANG PADAKU?

Amsal 19 : 17

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan (ay. 17a)

Pernyataan teologis yang sering kita dengar adalah “kita sungguh sangat berhutang kepada Tuhan.” Oleh sebab itu kita terpanggil untuk membayar dan melunasi hutang tersebut. Mampukah kita melunasi hutang kepada Tuhan? Apa pun yang kita berikan tidak akan mampu membayar kepada Dia. Dosa, pemberontakan dan pelanggaran kita adalah tindakan yang mengakibatkan kebangkrutan spiritual. Kita selalu membutuhkan Tuhan untuk mengangkat dan menolong dari kebangkrutan itu. Ya, kita berhutang nyawa atau kehidupan pada Tuhan. Sebab Tuhan telah membayar Iunas segala hutang kita karena dosa.

Amsal 19:17 mengungkapkan cara pikir terbalik, yaitu bahwa kita bisa membuat Tuhan berhutang. Bagaimana mungkin? Apakah mungkin membuat ayah atau ibu berhutang pada saya? Kalau teman atau sahabat berhutang pada saya, itu mungkin. Bagaimana pihak yang telah memberikan segalanya berhutang pada saya? Hutang seperti apa? Jawabannya, jika menaruh belas kasihan pada yang Iemah, kita memiutangi Tuhan, dan Ia akan membalasnya. Menaruh belas kasihan atau memberi kepada yang membutuhkan, telah membuat Tuhan berhutang pada kita. Memberi bukan saja membuat kita berbahagia, tetapi ada dimensi lain yaitu, menjadi orang yang dipiutangi oleh Tuhan. Dengan memberi kepada orang Iemah, yaitu mereka yang di kasihi Tuhan, kita sedang menaruh kekuatan cinta Tuhan di hadapan hidup ini. Karena itu Tuhan akan membalasnya. la akan terus memenuhi hidup kita dengan kasih dan setia-Nya.

Jika pada hari ini saudara sudah menaruh belas kasihan dan memberikan sesuatu yang diperlukan sesamamu maka berbahagialah dan bersyukurlah. Saudara adalah orang yang telah membuat Tuhan berhutang. la pasti melunasinya!

GB. 284 : 3

Doa : (Tuhan, kami ini bersyukur untuk semua perkara baik yang telah dapat dilakukan hari ini. Amin)

Scroll to Top