MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 28 September 2020
Renungan Pagi
KJ. 422 : 1, 2 – Berdoa
PRIBADI BIJAK MEMBAWA SUKACITA
Amsal 23 : 15
“Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita” (ay. 15)
Perilaku bijak adalah sikap yang paling berharga di dunia Timur Tengah kuno. Orang bijak memiliki cara berpikir dan berperilaku yang peka terhadap lingkungan sosialnya. Mereka menggunakan akal secara arif bukan saja untuk diri sendiri tetapi untuk kepentingan bersama. Kebijakan dapat membuat ayah dan anak bersukacita bersama. Penulis Amsal berkata kepada anaknya, “Jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita”.
Memiliki anak yang bijak menjadi dambaan orangtua. Agar menjadi bijaksana, anak perlu dibimbing dengan ajaran yang benar untuk mengenal nilai-nilai luhur dan mengerti makna hidup beriman di tengah koteks kehidupan. Mendidik anak menjadi bijak tidak mudah. Namun demikian, penulis Amsal berkata, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan men- datangkan sukacita kepadamu (Ams 29:17).
Hari ini kita mempeingati 75 tahun Kereta Api Nasional. Aswar Riki pernah menulis bahwa kita dapat belajar lima hal dari Kereta Api, yaitu : 1) Tetap konsisten : Kereta api memiliki jalan khusus dan arah yang jelas. Untuk mencapai tujuannya ia harus tetap konsisten pada rel sebagai jalannya. 2) tidak mudah menyerah: Kereta api tidak akan berhenti sebelum mencapai tujuannya kecuali jika ada hambatan yang sangat besar. 3) Menghargai waktu: Perjalanan menggunakan kereta api harus memperhatikan waktu, terlambat satu detik saja kita akan ditinggal. 4) Sabar : Saat Kereta api akan melintas di jalan maka kendaraan Iainnya harus menunggu dengan sabar.5) Komunikasi: Kejadian yang tidak diinginkan seperti tabrakan antar kereta api dapat tejadi karena kurangnya komunikasi. Didiklah generasi penerus memiliki hati yang bijak dengan cara yang : konsisten, tidak mudah menyerah, menghargai waktu, sabar dan bangunlah komunikasi yang hidup.
KJ. 422 : 3
Doa : (Ya Tuhan jadikan kami pribadi yang bijak untuk membangun sukacita bersama)
MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 28 September 2020
Renungan Malam
GB. 249 : 1 – Berdoa
TERSENYUM DAN TERTAWA BERSUKACITA
Amsal 23 : 16
“Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur” (ay. 16)
Peringatan Hari Jantung Sedunia ( World Heart Day) jatuh pada setiap tanggal 29 September. Pada hari peringatan ini, kita diajak untuk meningkatkan kesadaran akan fungsi dan kesehatan jantung yang setiap saat bekerja memompa darah ke seluruh tubuh. Organ tubuh ini perlu mendapat perhatian, karena kabarnya penyakit jantung paling banyak menyebabkan kematian. “My Heart, Your Heart” adalah tema hari jantung 2019. Tema ini mengajak orang melakukan perubahan kecil dalam hidup yang dapat memengaruhi kesehatan jantung kita maupun jantung orang lain.
Di tengah hidup yang sarat pergumulan, melakukan tindakan kecil berdampak baik untuk kesehatan jantung kita dan orang lain pasti membuahkan suasana sukacita. Tersenyum dan tertawa adalah salah satu cara yang kecil dan mudah untuk kesehatan tubuh. Tersenyum dan tertawa yang secara umum memberi kesan bersukacita dapat menyehatkan jantung, membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan produksi oksigen sehingga baik untuk tubuh dan beberapa dampak positif lainnya untuk tubuh. Pertanyaannya apa yang dapat membuat orang tersenyum dan tertawa bersukacita? Pasti ada banyak. Salah satu jawabannya penulis Amsal berkata, “Hatiku bersukacita, kalau bibirmu mengatakan yang jujur”.
Sikap jujur memberikan ketenangan, mengatasi rasa curiga, memupuk kepercayaan dan yang paling penting Tuhan berkenan atas doa orang jujur (Amsal 15:8b). Sukacita pasti akan berganti dengan ketegangan yang mendebarkan jantung jika anak-anak sering tidak jujur. Oleh karenanya jika ingin menuai sukacita dalam hidup, arahkanlah anak-anak di dalam rumah untuk berujar dan bersikap jujur. William Shakespeare (pujangga Inggris) berkata, “Tidak ada warisan yang sangat berharga seperti kejujuran”. Warisan apa yang sedang kita persiapkan untuk anak-anak kita ?
GB. 249 : 2
Doa : (Tuhan tolong kami bersikap jujur agar selalu bersukacita)
