MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 28 Mei 2021

Renungan Pagi

KJ. 231 : 1,2 – Berdoa

KUASA YANG BERASAL DARI ALLAH

Kisah Para Rasul 4 : 5 – 12

bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat (ay. 10b)

Abraham Lincoln pernah memberikan pernyataan menarik, “Setiap orang bisa tahan dengan kesengsaraan, tapi bila kau ingin mengetahui karakter seseorang berilah ia kekuasaan”. Pernyataan ini menggambarkan betapa kekuasaan menjadi ujian bagi karakter seseorang. Ada orang yang sebelum berkuasa begitu idealis dan gencar bersuara tentang keadilan. Setelah berkuasa dia diam seribu bahasa pada ketidakadilan di sekitarnya. Ada juga yang semula tak banyak bicara, saat mendapat kekuasaan berani bersikap dan tegas dalam keputusannya. Cepat atau lambat, karakter orang yang diberi kekuasaan akan terlihat, semakin bertambah baik atau buruk. Kekua-saan membutuhkan hikmat, agar bijaksana saat menggunakannya.

Petrus dan Yohanes menerima kuasa dari Allah melalui Roh Kudus sehingga berani bersaksi tentang Kristus dan menyembuhkan orang sakit. Kuasa yang diterima tidak membuat mereka mencuri kemuliaan Allah. Petrus yang semula lari dan menyangkal Yesus saat penang-kapan-Nya, kini tampil dengan berani di hadapan mahkamah Sanhedrin. Ini merupakan persidangan tertinggi bagi orang Yahudi. Persidangan ini dihadiri oleh pemimpin-pemimpin Yahudi (para imam, tua-tua dan ahli Taurat). Di hadapan mahkamah itu Petrus dan Yohanes menjelaskan dasar perbuatan dan kesaksian penyembuhan dengan kuasa nama Yesus. Kesembuhan orang lumpuh itu adalah fakta yang tidak dapat ditolak. Petrus dan Yohanes yang dikuasai Roh Kudus dengan lantang bersaksi bahwa nama Yesus berkuasa mendatangkan keselamatan bagi dunia. Pengalaman iman yang Petrus dan Yohanes dapatkan selama bersama Yesus membuat mereka berani bersaksi tentang kebenaran di dalam Dia.

Kuasa yang berasal dari dunia dapat mengubah karakter sese-orang. Dengan kekuasaan orang bisa bertindak sewenang-wenang, menyengsarakan orang lain atau bahkan mengambil keuntungan bagi diri sendiri. Namun kuasa yang berasal dari Allah membuat seseorang berani bertindak dalam ketulusan, keadilan dan kebenaran. Nama Yesus berkuasa menuntun setiap orang percaya menjadi saksi Kristus yang memberi teladan dan mendatangkan berkat bagi kehidupan.

KJ. 231 : 3

Doa : (Ya Roh Kudus mohon bimbing kami bijaksana memakai kuasa yang ada)

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 28 Mei 2021

Renungan Malam

KJ. 236 : 1,2 – Berdoa

HIDUP DI TENGAH TANTANGAN PERBEDAAN

Kisah Para Rasul 4 : 13 – 17

baiklah kita mengancam dan melarang mereka (ay. 17b)

Pada Januari lalu, Open Doors sebuah organisasi yang memantau kekerasan terhadap umat Kristen menyampaikan data penelitian mereka, bahwa persekusi terhadap umat Kristen di berbagai negara melonjak hingga 60 persen sepanjang tahun 2020. Angka kematian mencapai 4.761 orang, dengan perkiraan sekitar 13 orang Kristen dibunuh tiap harinya. Di negeri tercinta ini pun kita menyaksikan persekusi terhadap umat Kristen, seperti di Kab. Sigi.

Realita ini memang memilukan. Sepanjang sejarah kekristenan, persekusi terhadap orang-orang Kristen selalu saja terjadi. Berbagai kepentingan melatari hal ini, di antaranya ancaman bagi stabilitas kekuasaan kelompok berbasis agama. Seperti yang kita baca dalam kesaksian Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama ini. Sekalipun sidang pemuka agama telah menyaksikan kebenaran perkataan Petrus dan Yohanes, tetap saja mereka sepakat untuk mengancam keduanya.

Tindakan persekusi terjadi akibat sikap manusia yang kerap menolak siapa pun yang dianggap berbeda dari yang diyakini dan dipercayainya. Segala yang berbeda dicurigai sebagai ancaman. Bila saja setiap orang bersedia membangun relasi komunikatif dalam sikap saling menghormati dan menghargai, maka perbedaan menjadi kekayaan yang dirayakan dalam harmoni.

Malam ini kita merenungkan betapa kompleksnya masalah yang merundung hidup bersama manusia. Pandemi, lilitan penyakit, persekusi, konflik keluarga, perang dagang, bencana alam dan lain sebagainya adalah realita yang tak terhindarkan. Allah mengutus kita untuk hadir memberitakan harapan atas kehidupan. Roh Kudus membangkitkan semangat dan hidup berpengharapan dalam kekelaman dunia. Kuasa Roh Kudus menolong kita membangun relasi komunikatif dengan mereka yang berbeda. Ia memampukan kita meneruskan kasih Allah yang sejati dalam tindakan merawat kehidupan. Ia memperlengkapi kita menjadi umat yang bersaksi di tengah segala kemajemukan bangsa ini serta menjadi berkat. Terpujilah Allah yang mengaruniakan tuntunan-Nya bagi kita.

KJ. 236 : 3,4

Doa : (Ya Roh Kudus mohon jamahlah hati orang yang melakukan persekusi)

Scroll to Top