MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 28 Juli 2020
Renungan Pagi
KJ. 322 : 1,2 – Berdoa
KOTA PERLINDUNGAN
Yosua 20 : 1 – 9
….sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah. (ay. 3)
Dari sejumlah kota dan daerah yang dikuasai serta diduduki oleh bangsa Israel, ada beberapa kota yang dijadikan sebagai kota perlindungan. Tuhan Allah sendiri yang menyuruh Yosua, bersama segenap bangsa itu, menentukan kota-kota mana yang akan dijadikan tempat pelarian dari orang yang telah membunuh sesamanya tanpa sengaja atau memiliki niat buruk.
Kota Perlindungan menjadi tempat yang aman bagi seseorang yang tanpa sengaja telah membunuh sesamanya. Di kota itu, si tersangka dapat terjamin keselamatannya dari amukan keluarga korban yang menuntut hukum gigi ganti gigi atau nyawa ganti nyawa sampai nanti perkaranya diadili dalam persidangan publik. Ketika Tuhan berfirman kepada Yosua (ay.1-3) untuk menetapkan Kota Perlindungan berarti Tuhan juga peduli pada orang-orang yang sedang ketakutan, kuatir amat sangat, bahkan kebingungan karena perbuatan membunuh yang tanpa sengaja dilakukannya. Si tersangka ingin diadili dengan baik dan diketahui alasannya melakukan perbuatan itu di hadapan publik. Di titik ini, tampaklah Tuhan yang peduli pada keadilan, yakni supaya setiap perkara diadili menurut hukum yang berlaku dan secara benar. Seorang tersangka bagaimanapun juga memiliki hak untuk dilindungi selama perkaranya menunggu putusan pengadilan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa hak untuk merasa aman dan dilindungi adalah kebutuhan setiap kita, manusia ciptaan-Nya. Secara implisit Tuhan berpesan supaya kita pun memberikan diri kita sebagai tempat yang aman dan menjadi perlindungan bagi sesama yang sedang dalam pergumulan, persoalan dan tantangan hidup. Sebagaimana Allah di dalam Yesus Kristus telah menjadi tempat paling aman dan sahabat yang selalu melindungi kita umat-Nya sampai kita memperoleh jalan keluar atas segala pergumulan hidup ini.
KJ. 322 : 4,5
Doa : (Ya Allah, Engkaulah tempat perlindungan kami. Pada-Mu kami merasa aman dan sentosa. Amin)
MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 28 Juli 2020
Renungan Malam
KJ. 240a : 1 – Berdoa
RELA BERBAGI
Yosua 21 : 1 – 8
Lalu orang memberikan dari milik pusaka mereka kota-kota…. kepada orang Lewi, seperti yang dititahkan TUHAN. (ay. 3)
Tuhan berfirman bahwa suku Lewi tidak mendapatkan bagian tanah pusaka seperti suku Israel lainnya (Yosua 13:33) karena Tuhan Allah sendiri yang menjadi pusaka mereka. Namun demikian, Allah tetap memperhatikan kebutuhan hidup orang Lewi dengan jalan memberikan kota-kota tertentu dari kepunyaan suku-suku Israel menjadi kediaman mereka (lih. Bilangan 35:1-8). Ayat 1 menyatakan bahwa setelah pembagian tanah selesai diberikan kepada 11 suku lsrael di hadapan Tuhan, di depan pintu Kemah Pertemuan oleh imam Eleazar, Yosua dan kepala kaum keluarga, datanglah para kepala keluarga bani Lewi. Mereka iuga menagih janji yang pernah diucapkan Tuhan kepada Musa untuk memberikan kota kediaman bagi mereka. Tiap suku lsrael harus membagikan sebuah kota kepada bani Lewi. Ada 42 kota menjadi tempat kediaman bani Lewi yang tinggal di tengah-tengah kaum Israel ditambah 6 kota perlindungan beserta tanah untuk menggembalakan ternak mereka. Di ayat 3 tampaklah bahwa orang Israel rela membagikan sebagian milik pusakanya kepada orang Lewi sehingga mereka pun merasa diperhatikan dan dikasihi. Orang Israel dituntut untuk peduli kepada sesama saudara sebangsa sebagai bentuk ketaatan pada perintah Tuhan. Orang Kehat, Gerson dan Merari adalah tiga kaum mayoritas dari suku Lewi. Masing-masing mereka pun telah memperoleh bagiannya.
Renungan ini memberikan wawasan iman bagi kita bahwa hidup kita akan bermakna indah dan berbuah bila diisi dengan sifat empati dan sikap rela berbagi dengan sesama yang membutuhkan pertolongan. Tujuannya adalah agar mereka pun dapat melangsungkan hidup dalam kesejahteraan sebagaimana Allah memberkati kita. Bukankah tiap-tiap hari Tuhan kita peduli dan selalu mencukupkan keperluan hidup kita? Mari berbagi. Amin.
KJ. 424 : 1,3
Doa : (Ya Bapa, mampukan kami untuk menjadi pribadi yang rela berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Amin)
