SESUDAH RABU ABU
Kamis, 3 Maret 2022
Renungan Pagi
GB. 69 : 1 – Berdoa
BATU SANDUNGAN DALAM PELAYANAN
2 Korintus 6 : 1 – 3
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima (ay.1)
Rasul Paulus berpegang pada satu prinsip, yaitu “pelayanan harus berkenan bagi Allah”. Oleh karena itu, pertama, dia memandang setiap orang yang berada di sekitar pelayanannya sebagai teman sekerja Allah; Kedua, pelayanan merupakan bentuk Kasih Karunia Allah yang bukan hanya sebatas untuk diterima tetapi harus dikerjakan dengan baik dan sempurna; Ketiga, janganlah menjadi batu sandungan bagi orang lain agar pelayanan yang dilakukan tidak dicela. Mungkinkah dalam suatu pelayanan ada orang yang tersandung dan jatuh ? Mungkin saja !
Rasul Paulus mulai merasakan gejala dan ketidakharmonisan dalam pelayanan yang mereka lakukan. Dengan penuh kasih, ia menasihatkan dan mengingatkan beberapa hal tentang pelayanan itu sendiri. Pertama, setiap orang yang terlibat dalam pelayanan adalah rekan sekerja Allah dan sepelayanan. Jadi, tidak perlu ada persaingan dan pertentangan yang akan membuat orang lain tersandung, jatuh, tersesat dan pergi meninggalkan pelayanan. Jadilah batu Ioncatan yang mendatangkan keberhasilan bagi orang lain atau jadilah batu hidup batu penjuru yang mahal dan berharga.
Kedua, pelayanan merupakan Anugerah Allah, makajadikanlah pelayanan sebagai berkat bagi jemaat dan alat pemersatu bagi para pelayan Tuhan sebagai sesama kawan sekerja Allah. Ketiga, pada akhirnya, ingatlah, pelayanan yang dilakukan hanya untuk kemuliaan nama Allah bukan diri sendiri atau kelompok. Karena itu, kerjakanlah dengan baik sekalipun berbagai tantangan dan masalah mewarnainya.
Jadikan setiap pelayanan yang kita terima sebagai anugerah dan berkat bagi jemaat yang dilayani maupun bagi para pelayan yang melayani. Sehingga pelayanan itu tidak menjadi sia-sia dan dicela orang. Firman Tuhan berkata “pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan, menyelamatkan dan menolong engkau” (ay. 2).
GB. 69 : 2
Doa : (Jagalah hati, pikiran, tutur kata dan perbuatan agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesamaku)
SESUDAH RABU ABU
Kamis, 3 Maret 2022
Renungan Malam
GB. 351 : 1,2 – Berdoa
TANTANGAN DALAM PELAYANAN PENDAMAIAN
2 Korintus 6 : 4 – 10
Sebaliknya, dalam segala hal, kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah (ay.4a)
Setiap pelayanan yang kita kerjakan harus bertujuan untuk mendatangkan pendamaian antara para pelayan, jemaat dengan Allah. Pertanyaannya, apakah mungkin satu tujuan yang baik menghasilkan yang tidak baik ? Berawal dari keinginan untuk mencapai pendamaian namun berujung pada perseteruan dan kegaduhan dalam persekutuan orang percaya. Waspadalah, karena keadaan itu merupakan salah satu tantangan dalam kehidupan pelayanan kita.
Rasul Paulus dalam ayat empat dan Iima dari Firman Tuhan yang pada malam hari ini hendak mengingatkan agar kita sabar dalam penderitaan, kesesakan, kesukaran, menanggung dera, dipenjara, di tengah kerusuhan, saat berjerih payah, berjaga-jaga dan berpuasa. Mengapa? karena tantangan Iain yang lebih besar berasal dari dalam diri sendiri, yaitu 1). Lupa diri, besar kepala dan angkuh saat dihomati orang lain; 2). Marah dan sakit hati ketika dihina; 3). Membalas kejahatan dengan kejahatan ketika menerima umpatan dari sesama; 4). Kecewa ketika dianggap sebagai penipu, pembohong, pembual; dan 5). Merasa tinggi hati, lebih mampu dan layak ketika dibandingkan dengan orang Iain.
Hadapilah tantangan bagaikan seseorang yang sedang berduka, namun tetap dapat menjalani hidup dalam sukacita; bagaikan seseorang yang miskin namun dapat memperkaya hidup banyak orang; bagaikan seseorang yang tidak memiliki apapun namun sesungguhnya memiliki segala sesuatunya.
lnilah fakta dalam pelayanan di gereja ; ada susah-senang, pahitmanis, sukses dan gagal, dipuji-dicela! Karena itu, milikilah kesadaran diri bahwa kehadiran kita di tengah-tengah keluarga, persekutuan, masyarakat dan bangsa sebagai hamba-hamba Allah. Tugas utama kita adalah menghadirkan pendamaian di antara sesama rekan sekerja Allah dan ditengah-tengah orang yang dilayani, sehingga pelayanan kita tidak dicela dan nama Tuhan dipuji serta dimuliakan.
GB. 351 : 3
Doa : (kuatkan dan tegarkanlah hati kami saat menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pelayanan pendamaian)
