MINGGU SESUDAH NATAL
Senin, 28 Desember 2020

Renungan Pagi

KJ. 120 : 1 – Berdoa

YOHANES PEMBAPTIS ADALAH SAKSI

Yohanes 1 : 5 – 9

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes (ay. 6)

Ada sebagian kalangan Yahudi Kristen, yang berupaya meninggikan Yohanes Pembaptis begitu rupa. Akibatnya ada klaim, bahwa baptisan yang sah itu adalah yang diwariskan oleh Yohanes Pembaptis (Kis.19:1-7). Padahal, makna baptisan Yohanes adalah persiapan dalam rangka menyambut kedatangan Tuhan Yesus, dengan mewajibkan orang yang menerimanya untuk bertobat terlebih dulu.
 
Sekarang Tuhan Yesus sudah datang. Apakah baptisan Yohanes dan maknanya itu masih berlaku? Jelas tidak. Dengan kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia, maka makna baptisan bergeser menjadi tanda anugerah-Nya yang telah diterima oleh manusia. Kalau baptisan Yohanes menuntun manusia untuk datang kepada Tuhan Yesus, maka baptisan atas nama Allah Tri-tunggal menekankan rahmat-Nya yang mendatangi manusia.
 
Bagaimanapun juga Yohanes Pembaptis sedari awal memang dihadirkan sebagai saksi dari Terang. la bukan Terang itu sendiri. Ini alasan kedua mengapa baptisan Yohanes tidak dapat menggantikan yang atas nama Allah Tritunggal.
 
Melalui bacaan ini, kita dapat memahami posisi hamba Allah sesungguhnya. la itu bukan Allah. la juga bukan perantara Allah dengan umat. Hamba Allah adalah saksi. Fungsi utama mereka adalah menyampaikan berita karya Allah yang terjadi kepada manusia dan mengajarkan orang untuk merespon-Nya dengan benar. Hal inilah yang kemudian membuat Yohanes Pembaptis berkata, “la harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh.3:30).
 
Kita semua pengikut Kristus juga termasuk sebagai hamba Allah. Hidup kita adalah suatu persembahan untuk kemuliaan Allah, Belajar dari Yohanes Pembaptis, bukan diri kita sasaran dari pelayanan yang dilakukan. Sebaliknya, yang layak untuk menerima pujian, hormat, dan kemuliaan. Jangan sampai kita takabur!

KJ. 120 : 2, 3

Doa : (Ya Allah, kami memohon  penyertaan-Mu untuk  para hamba-Mu, yang Engkau hadirkan  sebagai saksi atas karya-Mu bagi dunia ini)

MINGGU SESUDAH NATAL
Senin, 28 Desember 2020

Renungan Malam

KJ. 122 : 1 – Berdoa

KUASA MENJADI ANAK ALLAH

Yohanes 1 : 12 – 13

diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (ay. 12)

Kata kuasa dalam Injil Yohanes berarti hidup di bawah kendali/kekuasaan. Dengan kata Iain, menjadi anak Allah berarti berada dibawah kendali/kekuasaan-Nya.
 
Hidup sebagai anak-anak Allah punya keuntungan tersendiri. Pertama, kita hidup dalam pemeliharaan Allah. Kita ingat apa yang pernah Tuhan Yesus katakan, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! la akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Mat.7:11). Kedua, kita hidup dalam perlindungan Allah. Tuhan Yesus pernah berdoa kepada Bapa, “… tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh. 17:15). Dalam kata-kata-Nya ini, kuasa sebagai anak-anak Allah dapat dipandang sebagai jaminan-Nya atas kehidupan kita. Oleh karena Dia menjadikan kita sebagai anak-Nya.
 
Kuasa itu diberikan kepada mereka yang menerima-Nya. Menerima di sini berarti percaya di dalam nama-Nya. Dalam kebudayaan Yahudi maupun Yunani, nama itu punya arti yang penting. Nama bukan sekadar sederet huruf, melainkan menunjuk pada suatu keberadaan. Nama itu adalah pribadi. Percaya dalam nama-Nya berarti yakin pada keberadaan-Nya, pada pribadi-Nya.
 
Menerima-Nya juga memiliki makna diperanakkan dari Allah. Bukan berarti diperanakkan dari darah atau daging, melainkan dari Roh (Yoh.3:6). Bukan pula diperanakkan secara jasmani, melainkan rohani. Inilah yang disebut dengan lahir baru, ketika seseorang terus menerus berproses di dalam Roh Allah (Kol.3:10).
 
Dengan demikian, kuasa yang dimaksud di sini tidak sama dengan kesaktian, melainkan menerima naungan-Nya dan berproses di dalam Roh-Nya untuk semakin setia serta taat. Marilah kita arahkan diri untuk hidup di dalam kuasa Allah.

KJ. 122 : 2

Doa : (Bapa yang Mahabaik, syukur atas karunia-Mu yang mengangkat kami sebagai anak-Mu. Mohon bimbinglah kami, agar hidup benar di hadapan-Mu)

Scroll to Top