MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 28 Oktober 2021
HARI SUMPAH PEMUDA

Renungan Pagi

KJ. 412 : 1 – Berdoa

JANGAN RAGUKAN GENERASI MUDA

Keluaran 16 : 32 – 36

Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh… (ay. 33)

Generasi yang akan memasuki tanah perjanjian bukanlah generasi yang keluar dari Mesir. Itu berarti ada generasi baru, yang tidak mengalami perbudakan, tetapi pemeliharaan Allah di padang gurun. Jika perjalanan itu diperhatikan secara demikian oleh TUHAN, maka di tanah perjanjian perhatian Nya kepada generasi baru tidak berubah.

Kepada setiap orangtua agar jangan meragukan masa depan anak anaknya, masa depan generasi muda. Ketika dibaptis dikemukakan bahwa ‘Jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku’ (Yes.43:1). Dengan demikian, generasi muda adalah generasi yang dikenal-Nya. Meragukan generasi muda adalah meragukan TUHAN yang menyertai mereka.

Setiap generasi memang hadir dengan keadaan yang berbeda. Perjuangan para pemuda dan pemudi di tahun 1928 tidaklah mudah. Demikian pun para pemuda dan pemudi tahun 2021, sebab berhadapan dengan pandemi Covid 19 yang mematikan. Kesamaan yang tidak terbantahkan ialah penyertaan TUHAN yang tidak berubah. Inilah yang perlu terus diingatkan kepada setiap generasi dalam mengumandangkan kasih karunia TUHAN, seperti W.R Supratman yang memainkan lagu Indonesia Raya dengan biola dan suara merdu dari Theodora Athia Salim (sumber: Wikipedia.org).

Jangan pernah meragukan generasi muda yang dengan antusias mau belajar dan mengasah talenta untuk terus berkarya sebagai bentuk kesaksian mereka. Kehadiran generasi muda dalam tuntunan Tuhan adalah generasi yang mengakui bahwa mereka hadir dengan semangat kesaksian. Mereka pun kelak akan melahirkan generasi baru dengan keadaan yang baru yang disikapi selaras dengan panggilan dan pengutusan mereka. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-93. Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah setiap pemuda dan pemudi tidak pernah sia-sia.

KJ. 412 : 2,3

Doa : (Ya Tuhan, mohon berkatilah generasi muda gereja)

MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 28 Oktober 2021
HARI SUMPAH PEMUDA

Renungan Malam

KJ. 427 : 1,2 – Berdoa

JANGAN RAGUKAN PENYERTAAN TUHAN

Keluaran 17 : 1 – 4

sesuai dengan titah TUHAN (ay. 1)

Gerak perjalanan umat Israel dikemukakan sebagai perjalanan yang sesuai dengan titah TUHAN, sehingga patut dipahami bahwa titah-Nya adalah titah yang membebaskan. Dalam pengertian demikian, maka titah-Nya yang berkuasa itu adalah kuasa yang mengurai benang kusut perbudakan umat Israel selama di Mesir. Keraguan pada penyertaan TUHAN adalah keraguan pada pembebasan yang dilakukan-Nya. Hal ini terlihat melalui pertengkaran mereka dengan Musa (ay.3).

Dalam perjalanan hidup, godaan untuk ragu bisa menyergap dengan tiba tiba. Ketika pergumulan begitu berat, maka orang bertanya ‘di manakah Allah?’ Benang kusut kehidupan memang tidak terhindarkan, namun cara paling tepat untuk mengurainya adalah dengan memahami keterlibatan penyertaan-Nya. Inilah yang harus terus disampaikan kepada anak dan cucu kita bahwa hidup yang bernilai adalah hidup yang tidak meragukan kemampuan diri, dan penyertaan Tuhan. Itulah sebabnya, kehadiran selaku generasi muda yang bahagia terletak pada kesediaan berbagi bahagia dengan sesama. Artinya, kehadiran generasi muda di masa ini adalah untuk menghadirkan semangat menjalani kehidupan dengan sejahtera dan bukan semangat menghadirkan pertengkaran.

Memiliki semangat yang baik tidak selalu sama dengan keadaan yang kadang tidak baik. Keadaan bisa saja buruk, dan mencemaskan yang membuat galau, tidak sehat, takut, dan sebagainya. Namun dalam keadaan demikian, jangan pernah ragu akan kuasa dan penyertaan Tuhan. Tuhan yang mencipta, menyelamatkan dan memelihara. TUHAN yang menyertai setiap keluarga. TUHAN yang menyertai juga generasi muda. Hanya dalam pernyertaan TUHAN kerumitan serta pergumulan hidup dan sebagainya tidak akan menghentikan kaki yang terus melangkah. Jadi jangan berhenti berharap dan berkarya. Ayo, maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia.

KJ. 427 : 3,4

Doa : (Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk selalu menghadirkan damai sejahtera dan bukan masalah)

Scroll to Top