MINGGU III PRAPASKAH
Selasa, 29 Maret 2022
Renungan Pagi
GB. 6 : 1,3 – Berdoa
DI SAAT TIDAK FOKUS KEPADA YESUS
Matius 14 : 22 – 33
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak : “Tuhan tolonglah aku!” (ay.30)
Petrus cepat bertindak walau tidak dipikirkan Iebih dahulu secara matang. Di langkah-langkah awal Petrus berhasil berjalan di atas air, tetapi kemudian berteriak ketakutan saat angin mulai bertiup dan Petrus kehilangan fokus, dia tidak lagi melihat ke arah Yesus tetapi melihat ke arah badai. Seringkali Petrus disalahkan karena kurang fokus atau kurang beriman kepada Yesus. Memang mempersalahkan Petrus ternyata Iebih mudah, walau belum tentu kita Iebih baik darinya, apabila kita sendiri yang mengalaminya. Betul Petrus kurang beriman, tetapi bagaimana dengan murid yang Iain yang tetap tinggal di dalam perahu dan sedang mengalami ketakutan karena badai?
Kelebihan Petrus ialah cepat bertindak. Percaya tidak berarti tinggal di dalam perahu, dan mengalami zona nyaman, tetapi bertindak pada kesempatan pertama walaupun riskan dan berisiko. Percaya berarti berani menempuh badai untuk datang kepada Yesus. Hanya sayangnya ia tidak sungguh-sungguh menyerahkan harapannya kepada Yesus, ketika datang kepada-Nya, akibatnya ia hampir tenggelam.
Pengalaman Petrus datang kepada Yesus ketika dalam keadaan yang sulit, juga banyak dilakukan orang percaya. Biasanya pada situasi yang sulit, kita baru mengingat Yesus, lalu datang pada-Nya serta memohon pertolongan. Memang patut diakui, bahwa sering kita datang kepada Yesus bukan fokus pada kuasa-Nya, melainkan masih pada pergumulan yang sedang dihadapi. Akibatnya kita tidak dapat melihat kemuliaan-Nya yang membebaskan, malah sebaliknya makin tenggelam dengan beban yang terus bertambah. Sebenarnya Yesus ingin, kalau kita dalam situasi yang sulit, datang kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, jangan dengan setengah hati. Percayalah semuanya pasti akan teratasi. Jangan seperti Petrus yang datang kepada Yesus namun tidak fokus pada kuasa-Nya, akhirnya ia hampir tenggelam.
KJ. 370 : 1,3
Doa : (Tolonglah kami Bapa agar kami tetap fokus kepada Yesus di dalam badai kehidupan ini)
MINGGU III PRAPASKAH
Selasa, 29 Maret 2022
Renungan Malam
GB. 300 : 1,2 – Berdoa
KEHADIRAN YESUS YANG MENYEMBUHKAN
Matius 14 : 34 – 36
….. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh (ay. 36)
Berita kehadiran Yesus di Genesaret tersebar cepat di seluruh daerah itu. Mendengar Yesus berada di daerah mereka, banyak orang datang berbondong-bondong membawa yang sakit, agar dapat disembuhkan Yesus. Di dalam diri Yesus ada sebuah kekuatan besar yang menyembuhkan orang sakit dan meringankan beban orangorang yang menderita. Bukan saja kuasa untuk menyembuhkan, tetapi juga ada perhatian dan kasih sayang terhadap yang menderita. Alkitab mencatat bahwa, siapapun yang datang kepada Yesus dan memohon pertolongan, Ia pasti menolong tanpa ada batasan. Betapa bersukacitanya orang-orang sakit di Genesaret yang mengalami kesembuhan oleh Yesus. Mungkin ada yang sudah mengalami sakit bertahun lamanya dan berharap mendapatkan pertolongan untuk sembuh, namun tak kunjung datang. Tetapi mendengar Yesus datang, ia tau bahwa hanya Dia yang dapat menjawab kerinduannya untuk sembuh. lnilah kehadiran yang didambakan banyak orang, teristimewa yang tercecer dan dilupakan. Kehadiran Yesus adalah kerinduan yang dicari banyak orang.
Sebagai umat percaya, seharusnya kita mendemonstrasikan bahwa kuasa dan kasih Yesus diperuntukkan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan-Nya, melalui gereja-Nya. Artinya, kita sebagai gereja, harus mewujudkan karya Yesus, melalui pelayanan dengan cara mengunjungi orang sakit dan mendoakan, membantu orang yang Iemah dan berkekurangan. Menguatkan dan memberi penghiburan kepada yang sedang berduka. Memang firman Tuhan telah mengatakan, bahwa kita diutus ke dalam dunia untuk menjadi garam dan terang bagi banyak orang. Persoalannya adalah, apakah kita mau melakukannya? Sebab banyak orang percaya kepadaNya, namun masih mementingkan diri sendiri dan tidak mau peduli orang Iain. Mari belajar dari Yesus yang tidak membatasi diri-Nya untuk melayani sesama dengan setia. Kitapun dapat menjadi berkat bagi sesama.
KJ. 58 : 3,4
Doa : (Tuhan! Tolonglah kami agar mampu memancarkan kuasa dan kasih sayang Yesus di dalam dunia ini)
