MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Jumat, 28 Januari 2022
Renungan Pagi
GB. 114 : 1 – Berdoa
WARISAN IMAN
Kejadian 48 : 1 – 7
Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon. (ay. 5)
Kehidupan beriman seseorang pertama-tama dibangun dalam keluarga. Dalam keluarga peran orang tua menjadi penting, yakni bagaimana mereka memperkenalkan Allah sejak dini dan meneruskan ajaran iman melalui kesaksian hidup dan keteladanan.
Ketika Yakub bertemu Yusuf dan anak-anaknya, ia menyaksikan pengalaman imannya akan Allah yang datang menampakkan diri kepada Yakub, menyampaikan janji-janj-Nya dan memberkati. Sekarang janji Allah telah nyata, yaitu bagaimana Allah menuntun, menyertai dan memberkati dengan memberikan keturunan dan negeri kepada anak cucunya. Artinya, janji Allah tidak hanya nyata bagi Yakub, tapi juga kepada keturunannya. Oleh karena itu, Yakub meneruskan berkat Allah yang diterimanya kepada anak cucunya dengan menumpangkan tangan atas mereka sebagai simbol dari penyampaian berkat Allah tersebut. Yakub mengadopsi anak-anak Yusuf menjadi anaknya, sehingga Efraim dan Manasye mempunyai status yang sama seperti anak sulungnya sendiri, Ruben dan Simeon. Yakub menyebut Efraim lebih dulu meskipun Manasye yang sulung. ltu berarti Efraim menerima berkat Yakub yang utama. Dengan demikian, mereka mendapat warisan Yakub bukan hanya pembagian tanah, tapi juga pengalaman iman akan kasih dan tuntunan Allah, agar anak cucunya memperoleh berkat Tuhan seperti yang nyata bagi dirinya.
Setiap orang percaya melalui pengalaman iman dan pengenalan akan Tuhan Yesus dipanggil untuk menerima dan meneruskan berkat Tuhan kepada generasi penerus melalui keteladanan dan kesaksian hidup. Menjadi tugas gereja juga untuk memelihara warisan iman dan meneruskannya melalui panggilan dan pengutusannya.
GB. 114 : 2
Doa : (Terimakasih Bapa untuk berkat yang kami terima di dalam Tuhan Yesus sehingga kami menjadi anak-anak-Mu)
MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Jumat, 28 Januari 2022
Renungan Malam
GB. 116 : 1 – Berdoa
GOD BLESS YOU
Kejadian 48 : 8 – 22
Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu dan tangan kirinya di atas kepala Manasye jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung. (ay. 14)
“God bless you” kata yang sering kita ucapkan kepada orang lain, tapi apakah kita benar-benar memohonkan berkat bagi orang lain tersebut atau sekadar ucapan. Berkat memiliki makna yang sangat penting. Berkat dapat dikatakan sebagai pernyataan kehendak yang baik dan kebahagiaan bagi pendengarnya dan kondisi di mana semua ucapan baik itu terjadi. Berkat secara Kristen adalah memasukkan sesuatu dengan kekudusan, kehendak ilahi atau harapan seseorang. (Wikipedia)
Yakub memberkati Manasye dan Efraim. Biasanya yang tua ditempatkan di sebelah kanan dan adiknya di sebelah kiri. Namun, Yakub menyilangkan tangannya, sehingga tangan kanannya memegang kepala Efraim dan tangan kirinya memegang kepala Manasye. Berkat itu memberi jaminan atas keturunan yang banyak dan masa depan yang baik bagi suku-suku yang diwakili oleh keturunan Yusuf ini. Sebenarnya Yusuf tidak senang ketika Yakub menyilangkan tangannya dan memberi berkat kesulungan kepada Efraim, tapi Yakub harus menyatakan kehendak Allah melalui berkatnya bagi mereka. Efraim akan Iebih besar kuasanya daripada kakaknya dan kelak dalam sejarah Israel, Efraim sangat besar pengaruhnya. Ketika kerajaan Israel pecah, suku Efraim sangat besar pengaruhnya di kerajaan utara.
Berkat adalah hak prerogatif Allah karena berkat adalah dari Allah sendiri, manusia hanya sarana. Berkat terbesar telah kita terima di dalam Kristus Yesus yaitu pengampunan dan hidup baru. Sebagai Gereja maupun pribadi, kita pun dipanggil untuk menyatakan kehendak Allah yang mendatangkan kebaikan, tidak hanya sebatas ucapan “God bless you”, tapi Iebih dari itu bahwa seluruh kehidupan kita sebagai pribadi dan Gereja memancarkan berkat Tuhan bagi sesama. Oleh karena itu, kita harus hidup dalam kekudusan dan ketaatan kepada Tuhan.
GB. 116 : 2,3
Doa : (Tolonglah Gereja-Mu ya Tuhan untuk dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi dunia ini)
