MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 27 Agustus 2020

Renungan Pagi

GB. 118 : 1 – Berdoa

KESENANGAN PRIBADI VERSUS KEPENTINGAN LAIN

Keluaran 21 : 28 – 32

“Tetapi lika lembu itu sejak dahulu telah sering mananduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknya pun harus dihukum mati” (ay. 29)

Bagi para pecinta binatang, memelihara hewan kesayangan di rumah merupakan suatu hal yang menyenangkan. Memang bermain bersama hewan kesayangan merupakan kegiatan yang membahagiakan. Menjadi persoalan ketika kesenangan itu menjadi bencana bagi orang lain. Itu yang terjadi pada seorang asisten rumah tangga bernama Yayan yang tewas diserang oleh anjing peliharaan majikannya di daerah Jakarta Timur bulan Agustus 2019 yang lalu. Kendatipun keluarga korban telah menerima sejumlah dana sebagai ganti rugi, namun sang majikan tetap harus menjalani proses hukum. Mengapa? Karena selain anjing yang dipelihara adalah jenis pemburu (Malinois Belgia) yang tidak dianjurkan dipelihara di lingkungan perumahan, hewan tersebut juga pernah dua kali menggigit orang. Ini contoh kelalaian yang sangat merugikan orang lain.
 
Kelalaian yang berakibat kerugian bagi orang lain tampak diatur dalam bacaan pagi ini. Pada ayat 29 ditegaskan bahwa baik hewan lembu yang menanduk maupun sang pemilik harus dihukum mati dengan dilempari batu karena kelalaiannya mengakibatkan terenggutnya jiwa orang Iain. Pada ayat 30 dikatakan harus membayar uang pendamaian sebagai tebusan nyawanya. Demikian pula ayat 31 sanksi yang sama diberikan jika seekor lembu menanduk anak. Di sini terlihat hak anak sama dengan hak orang dewasa, yaitu mendapatkan perlindungan yang sama.
 
Contoh kasus dan sanksi dalam bacaan hari ini mengajarkan 2 (dua) pelajaran penting :

  1. Setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus dihargai. Tidak ada yang lebih diutamakan dari yang lain.
  2. Kepentingan orang Iain/umum harus diutamakan ketimbang kepentingan diri sendiri. Kesenangan pribadi tidak boleh mengorbankan keselamatan/kepentingan orang lain/umum. 

GB. 118 : 2

Doa : (Tuhan Yesus, ajar aku untuk tidak hanya mementingkan kesenangan diri tetapi mau mengutamakan kepentingan bersama agar hidupku menjadi berkat bagi orang di sekitarku)

MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 27 Agustus 2020

Renungan Malam

GB. 126 : 1 – Berdoa

KEPENTINGAN PRIBADI VERSUS KEPENTINGAN ORANG LAIN

Keluaran 21 : 33 – 36

“Apabila sesoorang membuka sumur, atau apabila seseorang menggali sumur, dengan tidak menutupnya, dan seekor lembu atau keledai jatuh ke dalamnya, maka pemilik sumur itu harus membayar ganti kerugian” (ay. 33-34a)

Prinsip ganti rugi merupakan ciri khas hukum Perjanjian Lama. Ini memperlihatkan bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya bukan hanya memperhatikan dan mengupayakan kesejahteraan diri sendiri namun mereka juga harus mengutamakan kepentingan sesama dengan memperhatikan konsekuensi dari tindakan mereka terhadap kesejahteraan orang lain.
 
Prinsip itu tergambar dalam bacaan malam ini yang memperlihatkan sanksi yang harus ditanggung oleh seorang yang membiarkan sumur yang digalinya tidak tertutup sehingga mengakibatkan lembu/keledai orang lain yang merupakan hewan yang sangat penting dalam menunjang kehidupan perekonomian sebuah keluarga Yahudi saat itu terjatuh ke dalamnya. Ada ganti rugi yang harus diberikan kepada si pemilik lembu/keledai. Demikian pula, jika lembunya menanduk hingga mati lembu sesamanya, maka si pemilik harus pula membayar kerugian yang ditimbulkan oleh “ulah” si lembu. Benar-benar sebuah aturan yang memperhatikan agar tidak ada hak siapapun yang diabaikan serta menjamin kehidupan bersama yang rukun dan tenteram.
 
Bagaimana menerapkannya dalam hidup sehari-hari? Sebagai contoh, jika kita memiliki hewan peliharaan, pastikanlah tidak akan mengganggu kepentingan orang lain. Misalnya, dia tidak akan menggigit orang lain atau kotorannya tidak akan mengotori halaman orang Iain. Jika sedang membangun/merenovasi rumah, pastikanlah agar limbah renovasi/pembangunannya tidak mengotori halaman dan tempat tinggal orang Iain. Contoh Iainnya, jika kita suka mendengarkan musik, pastikanlah agar suara musik kita tidak akan mengganggu jam istirahat sesama kita.
 
Mari saudaraku, praktekkan hidup saling menghargai dan peliharalah hidup kebersamaan yang damai dengan tetangga sekitar agar keberadaan kita di mana pun membawa sukacita dan kesaksian yang baik bagi orang Iain. Selamat beristirahat, Tuhan beserta kita.

GB. 126 : 2

Doa : (Tuhan Yesus, aku rindu agar kehadiranku membawa sukacita bagi sesama. Tolonglah agar tindak tandukku membawa sejahtera buat sesama dan bukan mengakibatkan silang sengketa)

Scroll to Top