MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 26 Oktober 2020

Renungan Pagi

KJ. 401 : 1, 2 – Berdoa

ALLAH YANG MEMPERSIAPKAN

Ibrani 11 : 13 – 16

“…karena la telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka” (ay. 16)

Tanah air surgawi, adalah kerinduan orang percaya. Kabar sukacita nya adalah, ALLAH telah mempersiapkan semua itu bagi orang beriman.

Ada kata-kata bijak yang menyatakan, “Tidak ada yang kebetulan dalam hidup, segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki alasan”. Segala peristiwa, orang-orang, perasaan dan pikiran yang hadir dalam hidup kita ibarat sebuah mosaik di tangan Sang Pelukis Agung. Semua ada saatnya, juga tempatnya, dan terhubung antara satu dengan yang Iain. Jangan pernah memandang kecil kehidupan kita, semua sudah dipersiapkan dengan detail untuk suatu tujuan yang indah. Kita adalah magnum opus = maha karya ALLAH. Karena IA menciptakan kita untuk kehidupan di surga, tempat segala keindahan, kebaikan, kemuliaan yang berlangsung kekal.

ALLAH menggubah dan mengorkestrasikan (mengolah) hidup kita. Semua proses itu melibatkan orang-orang, tempat-tempat, kejadian-kejadian dengan segala dampaknya bagi kita. Semua ada hikmahnya, segala sesuatu ada pelajaran berharga yang dapat dipetik. Barangkali kita tidak bisa melihat semua keterkaitan itu sekarang. Namun demikian seiring waktu dan perubahan dalam diri, maka akan tumbuh kesadaran memahami keterhubungan semua hal yang membentuk kita menjadi pribadi seperti sekarang, yang lebih baik.

Sehubungan dengan hal tersebut yang kita butuhkan adalah melihat segala peristiwa, kehadiran, dan pengalaman sebagai bagian dari pekerjaan ALLAH, la melukis kehidupan kita untuk kemuliaan hidup dalam Kerajaan Surga, terutama ketika jalan-jalan terasa berat dan suram. ALLAH telah merancang dan mempersiapkan segala sesuatunya. Percayalah, dan jangan beri ruang sedikit pun pada keraguan!

KJ. 400 : 1, 4

Doa : (Syukur pada-Mu ya ALLAH, segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku ada dalam kendali untuk suatu rancangan mulia dan indah)

MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 26 Oktober 2020

Renungan Malam

GB. 225 : 1, 4 – Berdoa

BERPIKIR BAIK DAN TEPAT

Ibrani 11 : 17 – 28

“Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati…” (ay. 19)

Apa yang Abraham lakukan ketika membawa Ishak untuk dijadikan kurban persembahan atas perintah TUHAN adalah suatu ketaatan yang sungguh tampak tak wajar. Tindakan Abraham tersebut menentang akal sehat manusia. Namun demikian yang harus disadari adalah Iman tidak selalu harus masuk akal. ALLAH terlalu Maha Besar untuk mampu dipahami melalui “kotak kecil” rasionalitas manusia. Iman dapat membuat kita berpikir secara berbeda. Karena dengan iman orang dapat melihat sesuatu dari sudut pandang keilahian. Itulah yang membentuk ketaatan luar biasa Abraham kepada ALLAH. Cara berpikir Abraham yang meyakinkan dirinya sendiri, bahwa jika dia mempersembahkan Ishak pun semua akan baik-baik saja, karena ada kuasa ALLAH yang tak terbatas atas hidup mati manusia.
 
Iman melibatkan cara pandang serta proses berpikir. Ketika hidup terasa mandek, juga tidak ramah, ujian demi ujian datang beruntun, barangkali kita perlu mengubah sudut pandang dan cara memikirkan semua itu. Kita bisa berpikir dengan iman maupun cara-cara umum. Pilihan kita akan mendatangkan hasil yang berbeda Kemudian lihatlah, keajaiban TUHAN yang hadir, karena kita memilih berpikir baik dan tepat menurut kasih karunia-Nya.
 
Pikiran dapat mematahkan atau menguatkan jiwa. Karena itu berilah pikiran kita asupan yang dibutuhkan untuk penguatan, pertumbuhan. dan pembaruan hidup. Carilah hikmat dan kebenaran, wujudkanlah kasih, peliharalah ketentraman batin, ucapkan selalu dengan tegas iman kita.

KJ. 419 : 1, 3

Doa : (Tuhan Yesus, mohon karuniakanlah kasih, hikmat, dan damai sejahtera kekal dalam hidup kami)

Scroll to Top