HARI MINGGU III PRAPASKAH
Minggu, 27 Maret 2022

Renungan Pagi

KJ. 454 : 1,2 – Berdoa

MANUSIA DAN SABAT

Matius 12 : 9 – 15a 

Bukankah manusia jauh lebih berharga daripada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat (ay. 12) 

Domba bagi orang Israel adalah ternak yang sangat berguna, sebab itu dirawat dengan baik. Dari bulu, kulit, susu, daging dan tanduk dimanfaatkan orang Israel. Karena domba merupakan ternak yang sangat bermanfaat, maka apabila ia jatuh ke lubang pada hari sabat apa yang harus dibuat? Ada rabi yang tidak memperbolehkan domba itu diangkat, namun tetap diberi makan dan setelah Sabat dapat dikeluarkan. Ada juga pandangan yang memperbolehkan domba yang jatuh itu diselamatkan, walau pada hari Sabat. Dari dua pandangan tersebut, terlihat bahwa domba sangat dihargai dan diistimewakan pada hari Sabat. Dalam terang itulah kita memahami teks ini: Bukankah manusia jauh lebih berharga dari domba? Kalau domba saja bisa mendapatkan pertolongan, apalagi manusia yang istimewa di hadapan Tuhan. ltulah sebabnya, manusia juga harus mendapatkan perlakuan dan perhatian yang sama, karena ia jauh lebih berharga dari domba.

Di dalam kegiatan bergereja, kecenderungan mengabaikan manusia karena “Sabat”, atau peraturan, sering terjadi. Kita sering terbuai dengan aturan gereja selama ini, padahal ada banyak orang yang sedang membutuhkan uluran tangan. Bayangkan saja, mungkin disekitar gereja ada orang yang sedang sulit untuk mendapatkan makanan, disaat warga jemaat sedang sibuk dengan urusannya. ltulah sebabnya Rasul Yakobus berkata,” ibadah yang murni dan tak bercacat dihadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan mejaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia (Yak 1 : 27). Jadi menolong orang lain yang sedang dalam keadaan susah, itulah ibadah kita. Bukan hal yang ritual yang Allah inginkan saja dalam hidup ini, melainkan aplikasi hidup yang menjadi berkat bagi orang lain.

PKJ. 264 : 1,3

Doa : (Bapa berikanlah kami belarasa, sehingga kami lebih mementingkan sesama dan tidak membuat Hukum Tuhan menjadi kadaluwarsa)

HARI MINGGU III PRAPASKAH
Minggu, 27 Maret 2022

Renungan Malam

GB. 16 : 1,2 – Berdoa

KEKUATAN DI BALIK KELEMBUTAN

Matius 12 : 15b – 21

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya…. (ay.20) 

Di dalam diam dan kelembutan, Tuhan bekerja menciptakan karya gemilang. Banyak orang sakit disembuhkan, tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa dia. Yesus tidak seperti kita saat ini senang dengan publikasi setelah berprestasi. Peristiwa kecil sepele kita blow up menjadi besar dan bombastis, kadang-kadang malah direklamekan supaya semakin populer. Sementara yang dibuat Yesus justru terbalik, karya-karya besar malah didiamkan. Di dalam diam Tuhan berkarya ternyata hasilnya efektif, walaupun sama sekali tidak diiklankan.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya. Secara alamiah manusia tidak senang dengan yang rapuh, buluh yang patah terkulai tidak bisa memberikan kontribusi yang memadai. Yang patah terkulai dilecehkan, sebab moto manusia adalah hanya yang kuat bertahan hidup (survival of the fittest), sementara yang Iemah dibiarkan tercecer dan tersingkir. Sabda Yesus: Berbahagialah orang yang Iemah lembut karena mereka akan memiliki bumi. Tetap sabda itu tidak mendapat tempat di dunia nyata. Manusia kurang sabar dengan yang Iemah, Iembut apalagi yang lamban. Siapa cepat dia dapat, siapa lambat dia tertiarap atau Iebih cepat Iebih baik itulah moto kita.

Cara Tuhan bekerja di dalam teks ini tidak sama dengan cara kita. Buluh yang patah terkulai seperti Zakeus tidak dipatahkan tetapi diangkat lagi supaya tegak. Sumbu yang hampir padam seperti Petrus ternyata dinyalakan lagi. Memberikan kepercayaan kepada orang yang kesetiaannya pantas diragukan adalah sebuah kesalahan, tetapi itulah yang dibuat Tuhan. Tuhan melihat potensi tersembunyi di balik kerapuhan. Tuhan melihat kekuatan dibalik sumbu yang hampir padam. Banyak karya besar di dalam dunia dilakukan oleh orang-orang yang ditolak dan tidak mendapat tempat. Yesus berkarya Iewat salib dan kematian.

GB. 164 : 1

Doa : (Bapa berikanlah kami mata iman untuk bisa melihat potensi di balik yang rapuh dan Iemah)

Scroll to Top