MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 26 Juni 2021
HARI ANTI MADAT/NARKOBA

Renungan Pagi

GB. 80 : 1,2 – Berdoa

NO PAIN, NO GAIN

Nehemia 12 : 38 – 43

Pada hari itu mereka mempersembahkan korban yang besar. Mereka bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar. Juga segala perempuan dan anak-anak bersukaria, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh. (ay. 43)

Ada seseorang yang saya kenal baik. Ia menunda pengerjaan tesisnya selama empat tahun. Ia terhenyak ketika pihak SDM, dari kantor yang mendanai biaya perkuliahannya, menanyakan ijazah kelulusannya. Ia diberi kesempatan menebus kelalaiannya. Ia harus mengulang 4 mata kuliah (boleh memilih) dan menyelesaikan tesisnya dalam satu tahun. Semua biayanya atas tanggungan sendiri. Belasan juta biaya yang harus dikeluarkannya, serta ultimatum mengganti biaya kuliah yang ditanggung kantor, memaksanya menyelesaikan tugas akhir magister pendidikannya tepat waktu. No pain, no gain (kesuksesaan harus ditempuh dengan ketekunan berusaha).

Sebagai bagian peribadahan bangsa Israel, kurban berupa kambing, domba, lembu, dan sapi merupakan persembahan kepada Allah, mengambil bagian penting dalam upacara pentahbisan tembok Yerusalem. Proyek yang terselesaikan selama 52 hari, luar biasa, melibatkan sekitar 50.000 orang. Mereka mempersembahkannya dalam jumlah besar. Perempuan dan anak anak pun turut bersukaria. Kegembiraan mereka tersiar jauh dari mulut ke mulut. Pekerjaan yang melibatkan segenap tenaga, pikiran, dan kemampuan mereka membawa sukacita besar. Sukacita itu menjalar ke seluruh penjuru negeri, bahkan, kepada pihak musuh. No pain, no gain.

Keselamatan dan hidup kekal yang dari Allah, kita terima melalui iman, sebagai kasih karunia semata. Namun, di dalam mengerjakan keselamatan, tanggung jawab dan partisipasi kita dituntut. Jika ingin mengerti kasih karunia secara mendalam, kita harus hidup sesuai dengan pengertian dan pengetahuan itu. Jika kita merindukan untuk mengalami kasih-Nya penuh, maka kita harus mempraktikkan kasih itu. Jika mau menghayati pengampunan-Nya, berilah pengampunan dengan tulus. Ingin banyak menerima, perbanyak pulalah pemberian. Jika berharap mendapat kepercayaan besar, maka tunaikan tanggung jawab dengan setia. Setia dari perkara yang kecil. No pain, no gain.

GB. 80 : 3

Doa: (Roh Kudus ajar dan bimbing kami untuk setia melakukan tanggung jawab mulai dari perkara kecil. Persiapkan kami untuk senantiasa setia, ketika kami diberikan tanggung jawab perkara yang besar)

MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 26 Juni 2021
HARI ANTI MADAT/NARKOBA

Renungan Malam

GB. 107 : 1,2 – Berdoa

MENINGGALKAN WARISAN BERHARGA

Nehemia 12 : 44 – 47

Karena merekalah yang melakukan tugas pelayanan bagi Allah mereka dan tugas penahiran, demikian juga para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, sesuai dengan perintah Daud dan Salomo, anaknya. (ay. 45)

Harimau mati meninggal belang, gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama baik. Harta kekayaan yang ditinggalkan orang tua sebagai warisan, tidak berdampak lama. Ingatan terhadap mereka tidak berlangsung lama jika warisannya hanya bersifat materi. Sebaliknya teladan baik, kasih yang tulus, kekayaan intelektual, nilai perjuangan hidup, kesederhanaan, kemurahan hati, dan karakter terpuji yang dihidupi dengan kemurnian, kesungguhan, dan pengorbanan merupakan warisan yang dikenang anak-cucu dalam waktu lama.

Daud dan Salomo, yang hidup hampir setengah milenium dari masa Nehemia, telah meninggalkan warisan kehidupan peribadahan yang tetap diacu umat Israel. Bahkan, seandainya bangsa Israel masih memiliki Bait Suci di abad ke-21, pola ibadah mereka pasti tetap mengikuti model tersebut. Bait Suci dan rangkaian tata cara ibadahnya itupun mengacu kepada Tabernakel, serta ketetapan dan peraturan yang Musa tinggalkan bagi mereka.

GPIB sebagai sebuah komunitas umat percaya juga memiliki sejarah panjang, sampai menemukan format tata ibadah dan tata gerejanya. Banyak pemikiran diwariskan oleh para pendahulu kita sebagai warisan yang berharga. Di dalam konteks hidup bergereja Tuhan memakai pribadi tertentu untuk menangkap kehendak-Nya dan meneruskannya kepada umat.

Sebagai anggota tubuh Kristus setiap umat pasti diberi peran. Kecil atau besar, di hadapan Allah bukanlah inti persoalannya. Apapun perannya, Allah menghendaki agar menjalaninya di dalam persekutuan karib dengan-Nya dan bekerja sama dengan umat percaya lainnya. “Tinggallah di dalam Aku, dan kamu di dalam Aku,“ sabda Yesus. “Di luar Aku, hasil pekerjaanmu tidak mungkin berkenan kepada Bapa di surga.” Semua hasil upaya terbaik yang dikenan Allah itulah buah yang berguna. Itulah warisan berharga. Warisan kekal.

GB. 107 : 3,6

Doa: (Roh Kudus alirkanlah terus kasih dan kuasa dan hikmat yang dari surga ke dalam hati dan jiwa kami. Mampukanlah kami mengerjakan kasih karunia itu dengan setia, tulus, dan rendah hati, serta iman yang teguh)

Scroll to Top