MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Kamis, 27 Januari 2022

Renungan Pagi

GB. 104 : 1 – Berdoa

JANJI TUHAN SELALU DIGENAPI

Kejadian 46 : 8 – 27

Anak-anak Yusuf yang lahir baginya di Mesir ada dua orang. Jadi keluarga Yakub tiba di Mesir seluruhnya berjumlah tujuhpuluh jiwa. (ay. 27) 

Daftar keturunan keluarga sangat penting, karena seseorang dapat mengetahui Iatar belakang dan sejarah keluarga dari mana asal keturunannya dan siapa saja yang menjadi kaum keluarga besarnya. Sama seperti data kependudukan, selain untuk mengetahui jumlah, juga dapat melihat potensi dan tingkat pertumbuhannya.

Bacaan firman Tuhan ini memuat daftar keturunan Yakub yang berangkat ke Mesir. Dikatakan jumlah mereka seluruhnya adalah 70 orang. Dalam teks Ibrani jumlah ini termasuk Yakub, Yusuf serta kedua anak Yusuf dan Asnat yang telah tinggal di Mesir. Tujuhpuluh dianggap jumlah yang sempurna, walaupun menurut Kis.7:14, jumlah keturunan Yakub di Mesir sebanyak 75 orang. Hal ini mengikuti terjemahan Yunani Alkitab Ibrani (Alkitab Edisi Studi). Mengetahui daftar keturunan Yakub ketika harus berangkat dan tinggal di Mesir adalah penting. Kita bisa membandingkan jumlah mereka ketika kelak mereka keluar dari Mesir yaitu 600 ribu orang Iaki-Iaki tidak termasuk anak-anak (Kel.12:37). Mereka mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Meski ketika Yusuf mati dan kekuasaan Firaun berganti, umat Israel mengalami penindasan, tapi mereka tetap bertambah-tambah jumlahnya, bahkan ada upaya untuk menghambat perkembangan mereka dengan upaya membunuh semua bayi Iaki-laki orang Yahudi pada zaman Musa. Namun, semua itu tidak berhasil. lni mem perlihatkan bahwa keturunan Yakub di Mesir diberkati, sehingga janji Allah kepada Yakub dalam Kejadian 46:3 tergenapi bahwa Allah akan membuat Yakub menjadi bangsa yang besar di Mesir.

Allah selalu setia pada janji-Nya dan janji-Nya tergenapi di dalam Tuhan Yesus bagi keselamatan hidup kita. Ia akan terus menyatakan pemeliharaan-Nya bagi kehidupan kita. Mari jalani hidup hari ini dengan keyakinan Tuhan selalui memberkati kita.

GB. 104 : 2 

Doa : (Kami bersyukur ya Tuhan untuk janji-Mu yang tergenapi dalam hidup kami, ajar kami selalu percaya janji-Mu)

MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Kamis, 27 Januari 2022

Renungan Malam

GB. 156 : 1 – Berdoa

PENGALAMAN HIDUP SEBAGAI PENGALAMAN IMAN

Kejadian 47 : 1 – 12

Jawab Yakub kepada Firaun: “Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tigapuluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing. (ay. 9) 

Pengalaman orang percaya adalah pengalaman iman, karena setiap peristiwa yang terjadi tidak terlepas dari relasi dengan Tuhan. Seburuk apa pun pengalaman hidup itu jika dimaknai sebagai pengalaman iman, semuanya itu adalah bagian dari rancangan Tuhan dalam hidup kita.

Yakub dan Yusuf adalah sosok yang memiliki pengalaman iman dan patut dicontoh. Kita melihat kisah Yusuf bahwa semua mimpinya di masa Iampau tergenapi. la menjadi orang ke-2 di Mesir. Maka, melalui pengalaman yang indah dan menyenangkan, semuanya telah menempa dia menjadi semakin matang, bijak dan terlebih takut akan Tuhan. Dia tidak menyalahkan saudara-saudaranya atas apa yang sudah mereka lakukan kepadanya. Bahkan, ia mengatakan bahwa untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh ia ke Mesir meski melalui cara dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak. Sekarang Yusuf memelihara kehidupan saudarasaudaranya yang tanpa disadari sebenarnya ia sedang memelihara keselamatan sebuah bangsa besar. la membawa ayah dan seluruh keluarganya tinggal di Mesir di tanah Gosyen. la juga mempertemukan Yakub dan saudara-saudaranya dengan Firaun. Ketika Yakub bertemu Firaun, Firaun berhadapan dengan sosok yang kaya pengalaman iman, meskipun ia mengakui bahwa tahun-tahun pengembaraannya sedikit saja dan buruk. Hal ini menunjuk pada perjalanan hidup yang tidak mudah, namun sarat makna. Semuanya itu menghasilkan sosok orang tua yang bijak dan takut akan Tuhan, sehingga Yakub layak memohonkan berkat bagi Firaun. Di hadapan Allah, otoritas Yakub melebihi otoritas Firaun. Dalam kehidupan Yakub dan Yusuf melalui pengalamanhidup yang berat, Allah menyatakan rancangan-Nya yang mendatangkan kesejahteraan bagi umat-Nya.

Sebagai orang percaya mari kita jadikan setiap pengalaman hidup sebagai pengalaman iman, karena setiap pengalaman hidup sangat berarti agar hidup kita sarat makna. Jangan mudah menyerah dengan pergumulan yang ada. Pengalaman iman perlu kita wariskan kepada generasi penerus kita.

GB. 156 : 2,3 

Doa : (Mampukan kami ya Tuhan untuk memaknai setiap pengalaman hidup sebagai pengamalaman iman)

Scroll to Top