MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Selasa, 26 Januari 2021
Renungan Pagi
KJ. 139 : 1 – Berdoa
UMAT YANG SPESIAL
Matius 9 : 14 – 17
“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (ay. 14)
Di dunia ini banyak hal yang disebut spesial. Misalnya: seseorang, makanan ataupun tempat yang spesial. Mengapa disebut spesial? Karena ada beberapa faktor yang membuatnya berbeda dari yang lain.
Perikop bacaan saat ini pun menceritakan, bahwa murid Tuhan Yesus juga berbeda, bahkan dapat dikatakan spesial. Murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi berpuasa. Sedangkan murid-murid Tuhan Yesus tidak berpuasa. Puasa dikalangan umat Yahudi bertujuan memohon sesuatu kepada TUHAN, seperti kehidupan yang aman dan yang utama pengampunan dosa. Perkataan Tuhan Yesus dalam menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada-Nya adalah 1.) Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka; 2.) Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua; 3.) Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit tua, tetapi disimpan di kantong yang baru.
Jawaban itu menunjukkan, bahwa murid-murid Tuhan Yesus dalam memohon perlindungan dan pengampunan tidak perlu berpuasa. Karena mereka percaya kepada-Nya (“Sang Mempelai”) yang bersama dengan para murid (“sahabat mempelai”). Para Murid yang mendapat keselamatan juga diibaratkan sebagai “kain yang belum susut”. Mereka juga digambarkan sebagai anggur yang belum lama disimpan di kantong yang baru. Itulah istimewa atau spesialnya murid Tuhan Yesus.
Kita pun mendapat kehidupan yang sama spesialnya dengan para murid Tuhan Yesus dulu. Kita tidak perlu berpuasa untuk mendapat pengampunan serta keselamatan, cukup dengan iman percaya kepada Tuhan Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat. Dengan taat pada Firman Tuhan dan bimbingan Roh Kudus, kita menjadi umat-Nya yang spesial (kudus). Ibarat makanan nasi goreng spesial pakal telur, tentu nikmat juga bikin happy, maka menjadi murid Tuhan Yesus, membuat kita merasa istimewa (khusus) dan pasti mengalami kebahagiaan sejati.
KJ. 139 : 2, 6
Doa : (Syukur yang tak terhingga kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, karena Engkau membuat kami menjadi umat-Mu yang spesial)
MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Selasa, 26 Januari 2021
Renungan Malam
KJ. 138 : 1, 2 – Berdoa
“AWAS ADA ROH-ROH GALAK!”
Matius 12 : 43 – 45
“Lalu la keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ” (ay. 45)
Suatu hari ada seorang pengembara melewati sebuah Gereja kecil di sebuah desa. la merasa heran melihat ada sekelompok roh jahat sedang asyik tertidur di atap Gereja tersebut. Ketika melanjutkan perjalanannya, ia sampai di sebuah rumah. Di dalam nya ada satu keluarga Kristen yang sedang tekun berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Lalu ia melihat di sekitar rumah itu banyak roh jahat yang berjaga-Jaga dan berusaha menyerang orang-orang Kristen itu. Melihat pemandangan itu, si pengembara tidak dapat menahan rasa herannya. la menghampiri sekelompok roh jahat itu dan bertanya kepada pemimpinnya. Mengapa tadi ia melihat ada roh-roh jahat tidur di atap Gereja, sedangkan di sini yang hanya rumah biasa, mereka justru kelihatan begitu aktif, beringas dan galak? Pemimpin roh jahat itu tersenyum dan berkata, “Tidakkah kau lihat bahwa di Gereja tadi, jemaatnya semua tidak berdoa dengan sungguh-sungguh? Terhadap jemaat seperti itu, roh-roh jahat santai-santai saja. Sebaliknya, di dalam rumah ini semua anggota keluarganya berdoa dengan tekun. Ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi kerajaan setan. Roh-roh jahat harus aktif untuk melemahkan kerohanian tersebut, sebab mereka mempunyai kuasa yang jauh lebih besar dari seluruh anggota gereja yang tidak berdoa.
Pengajaran Tuhan Yesus dalam perikop ini pun mau menunjukkan tentang roh-roh jahat yang terus menerus menggoda kita. Roh-roh jahat memang sudah keluar dari orang yang hidup taat kepada Tuhan Yesus, yang digambarkan seperti “rumah yang bersih tersapu dan rapi teratur”. Namun demikian, roh-roh jahat itu akan kembali. Mereka bahkan mengajak lebih banyak roh-roh jahat yang Iain untuk berusaha masuk dan berdiam dalam diri kita. Mereka mau membuat kita ada dalam keadaan yang lebih buruk dari pada yang semula.
Firman Tuhan ini mengajak kita untuk tetap waspada terhadap roh-roh jahat. Ibarat diperingatkan, “awas ada anjing galak”. Firman uaat ini juga hendak memperingatkan, “awas ada roh-roh galak”. Sebab itu, marilah kita tetap tekun berdoa dan taat pada Tuhan Yesus.
KJ. 138 : 3, 4
Doa : (Tuhan Yesus mohon mampukanlah kami untuk tetap taat dan setia kepada-Mu, serta berilah kekuatan dalam melawan roh-roh jahat)
