MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 25 September 2020

Renungan Pagi

KJ. 9 : 1 – Berdoa

NYANYIAN SYUKUR KARENA PERBUATAN TUHAN

Mazmur 107 : 33 – 38

“Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat..” (ay. 38a)

Mazmur 107 ini terdiri dari dua bagian yang merupakan nyanyian syukur, pertama atas perbuatan-perbuatan Tuhan (ay. 1-32), dan kedua atas kasih setia-Nya (ay. 33-43) yang senantiasa mengingat orang-orang sengsara dan melepaskan mereka.
 
Dalam nyanyian syukurnya, pemazmur menyebutkan beberapa perbuatan Tuhan yang menghukum orang-orang jahat. Di negeri mereka, Tuhan mengubah sungai menjadi gurun, pancaran air menjadi hamparan tanah gersang, dan tanah yang subur menjadi padang asin (lihat ay. 33-34). Tetapi, sebaliknya, Tuhan memberkati orang-orang lapar dan menempatkan mereka di tanah subur yang sebelumnya merupakan hamparan tanah gersang. Tuhan juga memberkati kehidupan umat sehingga jumlah mereka dan ternaknya bertambah-tambah banyaknya (Iihat ay. 35-38).
 
Melaui nyanyian syukur ini secara langsung pemazmur mengakui adanya hubungan sebab-akibat antara kerusakan tanah (dari yang subur berubah menjadi gersang) dengan kejahatan manusia yang tinggal menetap di atasnya (lihat ay. 33-34). Jadi, sejak dulu disadari bahwa salah satu faktor yang merusak tanah sehingga tidak layak didiami ialah dosa dan kesalahan manusia. Banyak orang menderita akibat kerusakan lingkungan hidup, antara Iain (a) pencemaran air sungai, (b) penyedotan air tanah yang tidak terkendali untuk industri dan usaha sehingga mengakibatkan permukaan tanah menurun setiap tahun, (c) eksploitasi hutan yang tidak terkendali mengakibatkan banjir bandang dan longsor, dan Iain-lain.
 
Gereja akan berfungsi dan semakin menjadi berkat bagi masyarakat sekitarnya apabila gereja mau berpartisipasi secara aktif mendukung gerakan penghijauan bukan hanya sebatas memberikan bantuan kepada para korban bencana alam.
 
Partisipasi aktif dalam menggerakkan penghijauan ini merupakan salah satu bentuk sederhana dari ungkapan syukur gereja secara nyata atas perbuatan-perbuatan Tuhan.

KJ. 9 : 2

Doa : (Tuhan, mohon tuntun kami sebagai gereja agar semakin aktif dalam melestarikan lingkungan hidup)

MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 25 September 2020

Renungan Malam

KJ. 9 : 3 – Berdoa

TUHAN MENGASIHI ORANG SENGSARA

Mazmur 107 : 39 – 43

“Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini…” (ay. 43a)

Selanjutnya pemazmur juga menambahkan beberapa perbuatan Allah yang menjadi dasar mereka bersyukur. Salah satunya adalah Allah mengurangi jumlah orang-orang Israel yang terkemuka pada masa pembuangan di Babel dan membuat mereka membungkuk dalam arti para pemimpin mereka benar-benar direndahkan dengan cara menjadikannya sebagai orang-orang tawanan dan taklukan. Mereka hidup menggembara di padang tandus (ay.39-40).
 
Para nabi memberitakan bahwa pembuangan umat Israel khususnya orang-orang terkemukanya ke Babel dan menjalani hidup dalam penderitaan merupakan bentuk hukuman Tuhan atas dosa-dosa mereka. Sebaliknya, Tuhan membentengi (menjadi pelindung) bagi kehidupan orang-orang miskin dan yang mengalami penindasan (ay 41).
 
Melihat (mengetahui) perbuatan-perbuatan Tuhan itu, maka orang-orang yang hidup dalam kebenaran akan bersukacita. Sebaliknya, setiap orang yang berbuat curang (salah) akan tutup mulut dan terdiam karena di dalam hatinya, tumbuh rasa takut kepada Tuhan yang bertindak adil (ay. 42). Dari dua keadaan yang bertolak belakang di atas, dapat dikatakan bahwa hidup orang jahat itu menderita (masa depannya penuh kegelapan), tetapi hidup orang benar itu bersukacita (masa depannya terang).
 
Lalu, madah pujian ini ditutup sebagai berikut “Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN” (ay.43). Ungkapan dalam kalimat penutupan ini mengingatkan kita pada kata-kata bijak yang mengatakan “Pengalaman adalah guru yang baik, dan sejarah adalah guru yang Belajar dari pengalaman dan sejarah masa Ialu adalah salah satu upaya untuk menjadikan setiap orang berhikmat dan bijaksana. Sehingga, mereka akan belajar dan berusaha menjadi orang yang melakukan kebenaran, bukan melakukan dosa. Sebab, berbahagialah orang benar dan celakalah orang berdosa. ltu baru berhikmat!

KJ. 9 : 4

Doa : (Tuhan, Engkau memperhatikan dan menolong orang-orang yang menderita, tolonglah kami dalam derita kami)

Scroll to Top