MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 26 November 2021
Renungan Pagi
GB. 300 : 1 – Berdoa
DOA DAN NYANYIAN PUJIAN
Kisah Para Rasul 16 : 24 – 26
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka (ay. 25)
Sekalipun Paulus dan Silas dipukul dan diperma ukan di depan umum seperti yang dikisahkan dalam renungan tadi malam, namun mereka tidak malu atas kekerasan yang dilakukan yang sec) ah-Olah mereka adalah penjahat Keduanya bersukacita dalam kepahitan hidup yang mereka alami di Filipi. Kenyataan yang tak adil dan pahit itu, Paulus menggubahnya dikemudian hari sebagai satu kesaksian yang menguatkan iman jemaat Filipi ketika ia kembali dipenjarakan karena Injil yang ia beritakan di sebuah kota yang tidak disebut namanya.
Kepada jemaaat di Filipi, Paulus menulis: “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang itu.” Di dalam ruang penjara paling dalam sekali, kepala penjara memasung kaki Paulus dan Silas dengan kayu pasung. Tidak ada keluh kesah atau suara rintihan dari kawan sekerja Allah yang teraniaya. Yang ada hanya puji-pujian bagi Allah.
Tatkala hampir tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menaikan puji-pujian pada Allah. Segala orang dalam penjara itu sedang mendengar mereka berdoa dan memuji Allah. Lalu terjadilah gempa bumi yang hebat, sendi-sendi penjara itu goyah, terbukalah semua pintu dan belenggu yang terpasung dl kaki para tahanan pun terlepas.
Kisah dibalik penjara di Filipi, hendak mengajarkan kita bahwa tubuh boleh dipasung karena Kristus tetapi jiwa sang pelayan akan terus bersaksi memuliakan Allah dalam pujian dan doa. Mereka memuji Allah dan berharap pada belas kasih-Nya bukan untuk melupakan penderitaan tubuh tetapi selama masih ada kesempatan nama Tuhan sajalah yang akan terus diagungkan. Doa dan puji-pujian pada Allah dalam keluarga dan gereja adalah surnber kesaksian Saat kita hadapi berbagai suka dan duka. Pujilah Tuhan, sebab la baik.
GB. 300 : 2
Doa : (Ya Yesus kepala gereja, kuatkan dan teguhkanlah saudara seiman kami di seluruh dunia yang teraniaya karena nama-Mu)
MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 26 November 2021
Renungan Malam
GB. 22 : 1 – Berdoa
JANGAN MENCELAKAKAN DIRIMU
Kisah Para Rasul 16 : 19 – 23
Tetapi Paulus dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semua masih ada di sini” (ay. 28)
Paulus hidup dalam kasih karunia Yesus Kristus. Kehidupan rohani yang baik. la percaya dan menjadikan Yesus sebagai panutan hidupnya Nampak ketika ia dipukul, dipenjara karena Injil Kristus, ia tidak mendendam, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Contoh prinsip hidup dalam Yesus, ia nyatakan dalam etika pergaulan begini: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan’ (Roma 12:21).
Bukti sikap hidupnya dengan hati nurani yang baik nampak di malam gelap di penjara Filipi. Ceritanya, sesudah gempa yang hebat sehingga sendi-sendi penjara itu goyah, pintu penjara dan belenggu yang dipasung pada kaki Paulus dan Silas terlepas. Sang kepala penjara terjaga dari tidur, ia melihat pintu-pintu penjara terbuka lantas ia menghunus pedang hendak membunuh diri. Tetapi Paulus berseru dengan nyaring: “Jangan celakakan dirimu, kami semua ada di sini!’ Dengan suluh yang dibawa penjaga, kepala penjara hendak membuktikan kebenaran kata-kata itu. la melihat Paulus dan Silas masih ada di situ, ia berlari masuk dan gemetar tersungkur di depan mereka berdua. Kepala penjara sadar tahanan ini memiliki kuasa dan jiwa yang baik. Juga ia mengerti kebenaran ucapan perempuan yang mempunyai roh tenung Ini adalah hamba Allah yang Mahatinggi … “(16:17), barangkali berita itu ia dengar juga dari penguasa dan pernbesar kota yang melemparkan mereka ke dalam penjara.
Kita diutus Tuhan Yesus untuk membawa damai sejahtera Allah kepada semua Orang. Mengampuni, mengasihi dan membaharui hidup orang lain, itulah jati diri kita di dalam Tuhan. Sekalipun sesama menyakiti kita atau kebiasaan sesama dalam pergaulan yang senang menghakimi orang lain, patutlah kita berkata kepadanya seperti yang rasul Paulus ucapkan: “Jangan celakakan dirimu..,” Dalam misi Tuhan yang kita emban, ingatlah bahwa Allah memakai kita untuk menyelamatkan orang lain.
GB. 277: 1,3
Doa : (Ya Bapa janganlah membawa kami ke pencobaan; pakailah kami untuk melepaskan sesama dari yang jahat)
