MINGGU IV PRAPASKAH
Sabtu, 26 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 292 : 1 – Berdoa
PERCAYALAH KEPADA TUHAN
2 Tawarikh 20 : 20 – 30
…. “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” (ay.20)
Kita pastinya pernah menyaksikan sekelom pok tentara gagah berjalan dalam barisan menyanyikan Iagu penyemangat diri. Lagu yang dinyanyikan memotivasi mereka untuk tetap bersemangat dalam barisan dan tidak kalah dengan rasa lelah dalam dirinya.
lni juga yang terjadi pada pasukan Yosafat yang akan berperang menghadapi bani Amon dan Moab juga penduduk Seir. Tetapi yang unik adalah Yosafat menempat kelom pok penyanyi berjalan mendahului barisan pasukannya, ketika keluar dari benteng kota. Barisan penyanyi ini menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Semua ini dilakukan karena Yosafat percaya bahwa Allah yang akan berperang bagi mereka melawan semua musuh yang ada. Walaupun pasukan Yehuda adalah pasukan yang kuat dan jumlahnya besar (Bdk. 2 Taw 17: 13-19), namun bagi Yosafat ini tidak akan cukup untuk mengalahkan musuh. Dan imannya ini terbukti ketika Allah yang mengacau balaukan pasukan musuh Yehuda.
Motivasi seperti inilah kiranya menjadi penyemangat kita saat akan memulai aktivitas di hari ini. Pastinya banyak rencana yang hendak kita kerjakan di hari ini baik di rumah, kantor atau di berbagai tempat kegiatan lainnya. Melihat segala rencana yang ada pastinya juga kita telah memperhitungkan kendala apa saja yang akan kita dihadapi. Belajar dari pengalaman iman Yosafat maka pertama, percaya dan andalkan Allah dalam setiap langkah kerja atau pun aktifitas kita. Dalam doa berserahlah pada-Nya. Kedua, ketika kita berserah maka tetap kerjakan apa yang menjadi tugas atau rencana kita dengan tetap berlandaskan kebenaran firmanNya. Kita percaya bahwa Allah akan bekerja bagi kita dengan caraNya sendiri dan senantiasa memberi keberhasilan dalam apa yang kita lakukan. Selamat berkarya.
KJ. 292 : 2
Doa : (Mohon hikmat Allah sehingga kita mampu menyelesaikan segala perkara di hari ini)
MINGGU IV PRAPASKAH
Sabtu, 26 Maret 2022
Renungan Malam
KJ. 406 : 1 – Berdoa
BELAJARLAH HIDUP SETIA PADANYA
2 Tawarikh 20 : 31 – 37
” …. Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu …. “(ay. 37)
Pepatah mengatakan “Tiada gading yang tak retak”. Artinya Manusia itu jangan sombong dengan apa yang menjadi kelebihannya, sadari dan perbaiki apa yang menjadi kekurangannya. Ya, setiap manusia memiliki kelebihan, tetapi juga mempunyai kekurangan atau kelemahan.
Ay. 32, menyampaikan bahwa Yosafat adalah pemimpin yang takut akan Allah. Tetapi ini bukan berarti seluruh kehidupan Yosafat tanpa kegagalan atau kelalaian. Bacaan malam ini mencatat beberapa kelalaian Yosafat. Yosafat ternyata masih menyisakan beberapa lokasi penyembahan berhala di Yehuda, dan ia bekerja sama dengan Ahazia raja Israel yang hidup tidak menyembah Allah. Ketaatannya kepada Allah ternyata tercoreng karena berkompromi dengan sekitarnya. Ia terjebak pada pemikiran duniawi yang salah, ketika melakukan semua itu. Perbuatan ini jelas membuat Allah marah, sehingga Allah membuat misinya bersama Ahazia gagal dengan menghancurkan kapal yang sudah ia buat bersama Ahazia.
Saat ini kita sudah berada di akhir hari. Sebentar kita akan beristrahat, namun adalah baik untuk mengingat kembali apa saja yang sudah kita perbuat di hari ini. Apa saja keberhasilan kerja yang diraih, seberapa banyak orang merasakan sukacita karena kita. Demikian juga kita harus melihat apa saja perbuatan kita yang membuat orang Iain tersakiti, atau perilaku kita da|am kerja yang tidak menunjukkan diri sebagai anak Allah. Semua itu kiranya menjadi perenungan agar kita menyadari bahwa diri kita bukan pribadi yang sempurna. Tidak angkuh pada kelebihan, tetapi belajar memperbaiki diri pada kekurangan. Tentu saja semua ukuran baik atau tidaknya, kelebihan atau kekurangan pribadi kita haruslah pada apa yang menjadi kehendak Allah untuk kita lakukan dalam hidup ini, dan bukan pada kehendak kita manusia.
KJ. 406 : 3
Doa : (Mohon hikmat Allah untuk kita paham menata diri yang baik)
