MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Senin, 25 Januari 2021
Renungan Pagi
KJ. 426 : 1, 2 – Berdoa
SESUDAH ITU APA?
Markus 5 : 14 – 20
Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya (ay. 20)
Ada seorang siswa datang ke gurunya dan berkata, “Saya akan mempelajari hukum dan menjadi seorang cendekiawan”. Lalu gurunya bertanya, “Sesudah itu apa?”Siswa itu menjawab, “Saya akan menjadi pengacara yang terkenal”. Gurunya kembali bertanya, “Sesudah itu apa?” Siswa itu menjawab, “Kemudian saya akan kaya raya dan mendirikan rumah yang sangat indah”. “Dan sesudah itu apa?”, tanya gurunya lagi. “Kemudian saya akan menikah dan hidup senang sampai mencapai usia tua”, jawab siswa itu. Lalu gurunya masih bertanya dengan pertanyaan yang sama, “Sesudah itu apa?” Siswa itu terdiam sejenak dan dengan pelan dia menjawab, “Kemudian seperti orang Iain, saya akan mati”. “Dan sesudah itu apa?” tanya gurunya lagi. Siswa ini pun terdiam tidak bisa lagi menjawab. Pertanyaan itu membuat dia mengubah rencananya.
Pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada kita saat ini: “Sesudah ini apa?” Setelah Tuhan memberi kita kehidupan sampai saat ini, apa yang kita lakukan? Mari kita belajar dari kisah tentang seorang yang telah diberi kehidupan baru oleh Tuhan Yesus. la disembuhkan dari roh jahat. Hidupnya dia berikan untuk memberitakan apa yang telah diperbuat Tuhan Yesus dan melakukan perintah-Nya.
Tuhan Yesus sudah berbuat banyak dalam kehidupan kita. Kita bangun tidur di pagi hari dengan nafas kehidupan yang diberikan TUHAN. Sesudah itu apa? Jangan kita seperti orang-orang yang melihat kuasa Kristus tetapi justru tidak mau percaya dan mendesak Dia untuk pergi dari daerah mereka (ay.17). Orang-orang seperti itu tidak bersyukur akan kasih Tuhan, tetapi kita sebagai umat-Nya bukan demikian. Tuhan sudah begitu baik, maka kita pun meresponnya dengan selalu setia memberitakan kebaikan-Nya dalam hidup ini. Hari ini, setelah kita bangun dari tidur dan bersaat teduh, lalu sesudah itu apa? Mari mengisi hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan. Soli Deo Gloria!
KJ. 426 : 3, 4
Doa : ( Tuhan Yesus, tolong mampukan kami menyukuri hidup dari Engkau dengan selalu memberitakan kebaikan-Mu di tengah dunia ini)
MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Senin, 25 Januari 2021
Renungan Malam
KJ. 339 : 1 – Berdoa
TAKUT SETAN?
Matius 8 : 28 – 34
Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu” (ay. 31)
Ada seorang Stand Up Comedy yang bercerita, bahwa setan itu takut dengan orang Kristen. Mengapa? Karena rata-rata kita ini suka dengan makanan yang memakai bahan daging babi. Apa hubungannya makanan itu dengan ketakutannya setan? Ketika Tuhan Yesus mengusir setan-setan yang merasuki dua orang di daerah Gadara, mereka itu pindah ke dalam babi-babi. Logikanya, setan-setan masuk ke babi. Lalu kita makan daging babi. Berarti setan ikut dilumat. Karena itu setan takut dengan orang Kristen.
Humor di atas memakai rujukan bahan bacaan hari ini. Tuhan Yesus mengusir setan-setan yang merasuki dua orang di daerah Gadara. Ketika melihat Tuhan Yesus, mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Lalu setan-setan itu meminta, jika Yesus mengusir mereka, maka suruhlah untuk pindah ke dalam kawanan babi. Dari perkataan setan-setan tersebut, kita mengetahui bahwa mereka takut kepada Tuhan Yesus, Anak Allah. Selain itu, bahwa Tuhan Yesus akan menyiksa mereka pada waktu-Nya nanti. Kemudian seiring dengan kawanan babi itu mati terjun ke jurang, mereka pun lenyap.
Perikop ini menyaksikan, bahwa Yesus yang kita sembah itu mempunyai kuasa yang dapat mengalahkan setan-setan. Jadi kita yang beriman kepada Tuhan Yesus, juga mempunyai kuasa untuk mengalahkan setan-setan. Di tengah-tengah atmosfir masyarakat Indonesia yang masih percaya takhayul, mitos-mitos dan legenda-legenda, yang membuat orang “takut setan”, maka kita sebagai Murid Kristus seharusnya tampil berani. Jadi, kita bayangkan saja “setan” itu menjadi masakan seperti babi rica atau sate babi yang dibakar dan dilumat habis. Karena perikop bacaan ini merupakan kesaksian, adanya jaminan dari Tuhan Yesus yang Empunya kuasa atas setan, supaya kita tidak takut lagi.
KJ. 339 : 2
Doa : (Tuhan Yesus, mohon mampukan kami untuk tidak takut oleh apapun, karena Engkau Mahakuasa di atas segalanya)
