MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 25 Oktober 2021
Renungan Pagi
KJ. 3 : 1,2 – Berdoa
JANGAN MERASA DIRI TERPENTING
Keluaran 16 : 6 – 8
apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami? (ay. 7b)
Musa dan Harun meenegaskan bahwa TUHAN yang membawa umat keluar dari Mesir adalah upaya mengingatkan umat tentang pekerjaan besar yang dilakukan-Nya haruslah mengendap dalam hati dan pikiran. Pemikiran ini perlu dikemukakan kepada umat bahwa mengawali perjalanan panjang yang demikian penting adalah perjalanan yang berkaitan dengan pembelajaran bahwa TUHAN selalu mendampingi mereka. TUHAN menjadi yang terpenting dalam menunjuk, mengarahkan dan menuntun umat dalam perjalanan. Kesadaran bahwa TUHAN adalah yang terpenting dengan segera mematahkan setiap pikiran yang dapat saja mengaburkan posisi TUHAN yang terpenting. Setiap peristiwa yang akan dijumpai oleh umat adalah peristiwa yang harus dipahami secara benar bahwa umat selalu mendapat perhatian dari-Nya.
Perjalanan hidup sebagai keluarga Kristiani adalah peristiwa yang penting, sekaligus memberi pengajaran bahwa TUHAN yang terpenting. Pikiran dan hati kita perlu selalu disegarkan dengan pemahaman yang demikian bahwa keluarga yang disertai-Nya bukanlah keluarga yang tidak mengalami tantangan dan pergumulan, namun keterlibatan-Nya bersama keluarga adalah hal terpenting. Semua kebutuhan memang penting dalam kehidupan, namun biarlah kita selalu mengakui hal utama dan terpenting yakni Ia selalu menyatakan karya keselamatan yang membebaskan. Dengan pemahaman demikian, maka pengakuan bahwa TUHAN yang terpenting adalah sebuah pengakuan yang berujung pada karya bersama menjaga dan merawat kehidupan secara bertanggungjawab. Penting juga untuk selalu dihayati bahwa dalam kehidupan keluarga yang terus bergerak ke masa depan, maka setiap anggota keluarga adalah penting dan setiap keluarga mengakui yang terpenting adalah TUHAN. Maju terus bersama TUHAN Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia.
KJ. 3 : 3,4
Doa : (Ya TUHAN, tolong ajarlah kami bahwa di atas segala sesuatu Engkau yang terpenting)
MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 25 Oktober 2021
Renungan Malam
KJ. 269 : 1,2 – Berdoa
JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT
Keluaran 16 : 9 – 12
Ia telah mendengar sungut-sungutmu (ay. 9b)
Suka bersungut tidaklah baik, sebab kebiasaan itu bukanlah jalan keluar mengatasi masalah. Ketika perjalanan panjang hendak dilakukan dan hal itu disertai persungutan, keluhan, gerutu, maka perjalanan itu hanya membawa ancaman. Bersungut-su-ngut dapat melemahkan semangat, meruntuhkan harapan dan yang paling penting merendahkan kualitas diri.
Jika bacaan ini mengemukakan TUHAN mendengar sungut-sungut orang Israel (ay.12), maka itu tidak berarti orang Israel memiliki kedekatan dengan Nya, sebaliknya menunjukkan bahwa Allah tidak mendapat tempat terhormat. Lalu, jawaban-Nya atas persungutan orang Israel adalah sebuah pengajaran bahwa Ia berkuasa atas mereka dan dengan jelas memelihara mereka da-lam perjalanan panjang ke tanah perjanjian. Bersungut-sungut yang dipicu oleh rasa kuatir berlebihan akan semakin menunjukkan ketidak percayaan pada TUHAN.
Pelajaran yang kita dapatkan: Pertama, setiap persungutan tidak menghilangkan masalah, tetapi semakin membesarkannya. Mulailah melaku kan tugas penting dengan tidak bersungut-sungut. Di tengah kondisi pandemi yang dapat menjadi pembenaran persungutan, kita diingatkan untuk waspada menjaga hati dan pikiran. Ini penting, sebab dengan bersungut-sungut masalah pandemi ini tidak selesai, tetapi dengan tetap tenang, kita dapat memutus rantai penyebarannya. Jangan biasakan bersungut-sungut, sebab olehnya kita meragukan pertolongan TUHAN, mengabaikan karya dan merendahkan kesetian-Nya. Kedua, kebiasaan bersungut-sungut hanya dilakukan oleh orang yang tidak berpengharapan, dan penuh kekuatiran. Hidup tidak mudah, namun hal itu bukan membenarkan persungutan dan rasa kuatir. Kata Yesus “janganlah kamu kuatir akan hari esok” (Mat.6:34) mengarahkan kita memahami hanya dengan bersyukur kita terhindar dari persungutan. TUHAN mengetahui kebutuhkan dasar kita memahamani bahwa bersungut-sungut bukanlah pilihan, tetapi bersyukur. Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya ungkapan syukur kita tidak sia-sia.
KJ. 269 : 3,4
Doa : (Ya TUHAN, mohon berjalanlah bersama kami)
