MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 25 November 2021

Renungan Pagi

GB. 74 : 1 – Berdoa

DEMI NAMA YESUS KRISTUS

Kisah Para Rasul 16 : 16 – 18 

Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini” (ay. 18b) 

Cerita Alkitab semalam dari pelabuhan Troas, Paulus dan Silas berlayar, keesokan harinya mereka tiba di Neapolis. Inilah pertama kali mereka menginjakkan kaki di Makedonia, di kota perantauan orang-orang Roma di Filipi, Mereka tinggal beberapa hari di Filipi (16:11,12). Sebagai orang Yahudi sejatl yang tahu benar ritual agamanya, mereka yakin di tepi sungai itu ada tempat sembahyang bangsanya. Sungai itu disusur sampai mereka menemukan rumah tempat bangsanya berdoa, bernyanyi dan baca Kitab Suci di hari sabat. Di tempat sembahyang itu Paulus memberitakan Kabar Baik.

Pada satu hari, mereka pergi ke rumah ibadat, seorang perempuan yang mempunyai roh tenung berjalan di belakang Paulus dan Silas berseru pada orang banyak katanya: “Orang-orang ini adalah hamba Allah yang Mahatinggi, mereka memberitakan jalan keselamatan kepada kamu.” Kata-kata itu ia sampaikan selama beberapa hari yang didengar Oleh Paulus dan Silas, Lantas Paulus palingkan muka, menatap perempuan itu seraya berkata “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini ” Seketika itu roh keluar dari perempuan itu. Sungguh luar biasa, dalam nama Yesus, roh itupun takluk pada-Nya.

Kita yakin Paulus memiliki wibawa Roh Yesus Kristus. Roh itulah yang menuntunnya sehingga ia mengusir setan-setan demi nama Yesus (lihat Mrk 16:17). Nah, sekarang sebagai orang percaya, kita tahu nama Yesus penuh kuasa yang memampukan kita untuk menaklukan segala kekuatan roh duniawi. Nama yang suci dan kudus melekat dalam batin setiap orang percaya, kita gunakan nama Yesus untuk menghardik kuasa si jahat. Nama Yesus pun kita serukan dalam doa dan perbuatan bagi orang-orang yang putus asah dalam masa pandemi Covid-19 ini sehingga mereka beroleh sukacita dan uluran tangan kasih yang baik. Tuhan sertai kita.

 

GB. 74 :2

Doa : (Terimalah syukur kami, karena dalam Putera-Mu segala kuasa di bumi ini takluk kepada-Mu, Bapa)

MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 25 November 2021

Renungan Malam

KJ. 341 : 1 – Berdoa

PENGHASILAN LENYAP

Kisah Para Rasul 16 : 19-23

Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa (ay. 19)

Karena cinta uang, manusia bertindak anarkis, uang bisa membuat manusia gelap mata, yang salah jadi benar dan benar diubah jadi salah. Untuk itu kata rasul Paulus : ” Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang…” (1 Tim 6:10)

Pagi tadi firman Tuhan kisahkan Paulus menghardik roh tenung dalam diri seorang hamba perempuan. Ketika roh itu takluk, muncul masalah baru bagi Paulus dan Silas. Tuan-tuan yang memperoleh penghasilan besar dari perempuan itu melihat harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, Mereka menangkap Paulus dan Silas lalu menyeret menghadap penguasa. Penguasa yang mengurus urusan-urusan kecil dalam masyarakat kota. Tak puas di situ, dua kawan sekerja Allah dibawa ke pembesar-pembesar kota untuk memeriksa dan mengadili segala perkara dengan bijak. Mereka mendapat tuduhan sesat. Tanpa pemeriksaan yang teliti, adil serta hasutan yang jahat, mereka didera habis-habisan. Masa haru biru memukul Paulus dan Silas. Mereka dipermalukan, pakaian di badan dikoyakan. Terjadilah pengadilan jalanan. Kepada Timotius yang menyaksikan penderitaan itu, Paulus menulis di kemudian hari begini : “Karena pemberitaaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi Fin-nan Allah tidak dibelenggu.” (2 Tim.2:9).

Penghasilan lenyap, tak ada surnber uang lagi maka kita dengar teka teki lama dalam masyarakat Batak, begini: “Merayap tak punya kaki, terbang tak punya sayap_ Manls seperti madu tetapi pahit lebih dari racun_• Inilah teka-teki tentang uang. Manisnya uang membuat para penguasa dan pembesar menutup mata terhadap kebenaran dan keadilan serta korbankan sesama_ Bila pendapatan lenyap janganlah belokan kebenaran dan keadilan demi hidup kembali bahagia. Sebagai warga gereja dalam keluarga dan jernaat kita butuh uang tetapi jangan karena uang kita kehilangan harga diri di mata sesama.

KJ. 341 : 3

Doa : (Tuhan, tolonglah Kami, arahkanlah kami dalam hidup ini guna mencari sesuap nasi melalui kerja yang jujur dan adil)

Scroll to Top