MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 24 November 2020

Renungan Pagi

KJ. 443 : 1 – Berdoa

PENDERITAAN YANG SEMENTARA TAK BERARTI DIBANDING SUKACITA YANG KEKAL

2 Korintus 4 : 16 – 18

“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (ay. 17)

Seorang anggota Gerakan Pemuda (GP) didampingi oleh orangtuanya menuturkan betapa sulit dan beratnya serta melelahkan perjuangan yang ditempuhnya saat latihan. Belum lagi hambatan-hambatan sebelum dan sesudah latihan itu dilakukan. Ibunya menimpali, bahwa ia hanya bisa mendoakan anaknya. Bahkan sering ia berdoa disertai dengan air mata, agar kiranya Tuhan menolong dan anaknya tetap dalam perlindungan-Nya. Sekarang pemuda tersebut sudah dapat membeli rumah dan diangkat menjadi pegawai negeri. Semua karena berkat Tuhan dan hasil perjuangannya, terlebih setelah mendapat juara ketiga Balap Sepeda pada olimpiade yang lalu. Memang yang terus berjuang, walapun amat berat dan penuh penderitaan, yang akhirnya akan menikmati kebaikan.
 
Paulus dan kawan-kawan banyak menanggung penderitaan namun tidak berputus asa karena yakin bahwa itu adalah jalan menuju kemenangan. Mereka yakin, bahwa penderitaan yang sedang ditanggung itu amat ringan dibanding dengan sukacita yang sedang dipersiapkan dan dinikmati selamanya kelak. Memang salib adalah jalan menuju kemuliaan.
 
Seperti kata pepatah “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Mari jangan terlalu pedulikan beban yang sedang kita pikul. Sebab tidak mungkin Tuhan menanggungkan apa yang tidak mampu kita tanggung. Teruslah melakukan tugas pelayanan di manapun dan kapanpun itu sesuai talenta yang kita miliki. Jatuh bangun itu biasa. Ada proses yang harus dilalui untuk mencapai tujuan. Bayangkanlah hadiah yang sedang menanti, itu akan memicu semangat kita. Tuhan pasti memberi kekuatan dan kemenangan bagi yang terus bekerja bagi-Nya.

KJ. 443 : 2

Doa : (Ya Tuhan, beban ini berat dan kami pun kelelahan. Mohon berilah kekuatan untuk terus maju bersama-MU)

MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 24 November 2020

Renungan Malam

GB. 304 : 1 – Berdoa

TERSEDIA TEMPAT KEDIAMAN YANG INDAH BAGIMU

2 Korintus 5 : 1 – 5

“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia” (ay. 1)

Karena fokus pada tujuan, membuat kita bekerja keras walaupun banyak rintangan. Tentu kita harus mencapainya dengan jalan yang benar dan tidak menghalalkan segala cara yang akhirnya merugikan diri sendiri dan orang Iain. Orang percaya harus mau menderita demi mencapai tujuan yang Tuhan tentukan baginya.
 
Kerinduan Paulus dan kawan-kawan sepelayanannya adalah mendapatkan tempat kediaman yang kekal. Karena itu mereka tidak peduli apa yang sedang dan yang akan dialami. Walaupun tubuh mereka menderita, tetapi itu nanti akan diubah atau diganti dengan yang baru. Mengeluh karena beratnya tekanan yang mengganggu dan menghambat pelayanan, terkadang tak terhindarkan. Namun demikian, mereka tetap mau menanggung penderitaan sebab kesempatan mendapatkan tempat kediaman yang indah dan kekal menanti. ltu sedang dipersiapkan dan akan diterima di sorga.
 
Kita terpanggil melayani Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari sesuai talenta masing-masing. Kegiatan melayani Tuhan di manapun dan kapanpun serta dalam bentuk apapun selalu mengandung hambatan yang seringkali tak dapat diatasi. Itu dapat membuat kita amat sangat menderita. Walau demikian, bila mengingat dan mengharapkan pemberian Tuhan pada setiap orang yang terus setia sampai akhir di jalan yang ditunjukkan-Nya, maka kita akan terus bertahan dalam perjuangan dengan hidup kudus. Penderitaan yang sementara berlangsung ini, sedang mengerjakan bagi kita kemuliaan yang kekal (4:17). Apalagi kita tahu, bahwa tubuh yang sementara ini akan diubahkan dengan tubuh kemuliaan yang kekal yang akan di terima di sorga kekal kelak.

GB. 304 : 2

Doa : (Syukur ya Tuhan, karena penyertaan-Mu menguatkan kami untuk terus berjuang tanpa takut dan gentar)

Scroll to Top