MINGGU IV PRAPASKAH
Jumat, 25 Maret 2022

Renungan Pagi

GB. 270 : 1 – Berdoa

SETIA DAN TULUS

2 Tawarikh 19 : 1 – 11 

…. la memerintahkan mereka: “Kamu harus bertindak dengan takut akan TUHAN, dengan setia dan dengan tulus hati, …. (ay. 9) 

Apa yang sulit dijaga dalam sebuah relasi? Jawabnya: kesetiaan dan ketulusan. Sebuah relasi akan baik dan langgeng ketika dijalankan dengan hati tulus dan kesetiaan menjaga relasi yang ada.

Yosafat telah menetapkan para hakim, guna memantapkan pembaharuan ibadah yang sedang dijalankan di Yehuda. Para hakim bertugas menjaga agar peribadahan selalu benar dilaksanakan oleh warga Yehuda. Dalam melaksanakan tugas ini maka para hakim harus terlebih dahulu memiliki relasi yang benar dengan Allah. Mereka harus selalu memegang Taurat, hukum Allah sebagai patokan dalam bekerja. Para Hakim yang setia pada hukum Allah dan tulus dalam melaksanakan tugasnya akan menjadi panutan yang baik oleh warga Yehuda. Berawal dari dirinya maka kedisplinan beribadah itu akan diikuti oleh warga Yehuda. lnilah prinsip iman yang mau diterapkan Yosafat untuk dilaksanakan para hakim.

Pagi ini kita akan memulai kembali aktifitas di tempat masing-masing. Sebagaimana para hakim diingatkan untuk setia dan tulus dalam bekerja, maka ini juga menjadi motivasi diri kita. Dalam mengerjakan segala rencana kerja kita tetaplah berpatokan kehendak Allah. Kehendak Allah yaitu: kasih, harus menjadi dasar pada setiap langkah hidup kita. Apapun yang akan kita perbuat selalu tanyakan dalam hati apakah kasih mendasari perbuatan kita, atau hanya untuk memuaskan diri kita. Bila karya kita memberi sukacita dan mendatangkan keuntungan bersama, maka itulah tandanya kasih Allah sudah kita laksanakan. Semua ini dapat kita lakukan kalau punya relasi yang baik dengan Allah. Relasi yang setia untuk berpegang pada firman-Nya dan tulus dalam melaksanakan kehendak-Nya. Perhatikanlah, ketika kita hidup setia pada kehendak Allah, maka ada kepuasan, serta ucapan syukur tulus dalam diri kita, dan Ini memberi arti positif pada diri kita.

GB. 270 : 3

Doa: (Mohon kuasa Tuhan memampukan kita untuk tetap setia dan tulus melaksanakan kehendak-Nya)

MINGGU IV PRAPASKAH
Jumat, 25 Maret 2022

Renungan Malam

GB. 257 : 1 – Berdoa

BERSERAHLAH PADANYA

2 Tawarikh 20 : 1 – 19 

Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru (ay. 5) 

Syair GB 257 adalah syair Iagu yang ditulis dengan indah. Syairnya mengingatkan kita bahwa hidup dalam Allah memberikan rasa tenang yang sejati, oleh karenanya serahkanlah hidupmu hanya pada Allah. Kekhawatiran akan lenyap kalau kita percaya bahwa kuasa-Nya Iebih kuat dari ketakutan atau kekhawatiran kita.

Yosafat Iangsung menghadap Allah di Bait-Nya, ketika mendengar bahwa bani Moab dan bani Amon bersiap menyerang Yehuda. la juga mengajak semua rakyat Yehuda untuk berpuasa dan berdoa memohon penyertaan Allah atas ancaman yang mereka hadapi. Yosafat sebenarnya memiliki pasukan yang kuat, akan tetapi ia sadar bahwa tanpa penyertaan Allah maka tiada artinya semua itu. Yosafat sungguh mengharapkan kekuatan Allah saja yang menyertai pasukannya dalam peperangan yang akan dihadapi. Allah memperhatikan dan menjawab permintaan Yosafat dengan menjawab sesuai cara yang Allah sendiri atur. Yosafat tetap diperintahkan Allah untuk maju menghadap musuhnya, tetapi janji Allah bahwa di balik pasukan Yosafat ada kuasa Allah yang bekerja. Asal Yosafat teguh dalam imannya maka kuasa Allah akan memenangkan peperangan yang ada.

Malam ini kita sudah mengakhiri banyak tugas. Akan tetapi apakah masih ada terbesit rasa khawatir atas kondisi kerja yang kita hadapi pagi tadi? Kekhawatiran bisa muncul dalam pikiran kita, sehingga membuat kita sulit untuk tidur di malam ini. Mengandalkan kekuatan kita bukannya membuat kita mendapatkan jalan keluar, melainkan akan semakin membuat kita gelisah. Serahkan seluruh masalah kepada Allah. Berdoa dan imanilah bahwa Allah mendengar dan akan menyelesaikan segala pergumulan kita. Tentunya Allah bekerja dengan caranya sendiri bukan dengan cara kita. Serahkan hidup pada Allah dan imanilah kuasa-Nya pasti memberi kekuatan dan ketenangan hati kita dalam menjalani istirahat malam ini.

GB. 257 : 2

Doa : (Mohon Allah menguatkan kita ketika ada pergumulan dalam hidup ini)

Scroll to Top