MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 24 Juni 2020

Renungan Pagi

KJ. 387 : 1 – Berdoa

UPAH KEPATUHAN DAN KERENDAHAN HATI

Rut 3 : 1 – 7

Lalu kata Rut kepadanya: “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.”(ay. 5)

   Rut adalah seorang perempuan Moab yang menemani Naomi, lbu mertuanya, pergi ke Betlehem. Bagi Naomi, ini perjalanan pulang kampung. Bagi Rut, ini adalah perjalanan pertama ke kampung halaman almarhum suaminya. Di Betlehem, Rut bertemu dengan Boas seorang pemilik tanah. Rut bercerita kepada Naomi tentang apa yang dialaminya, juga pertemuan dengan Boas. Lalu membuat Naomi menyarankan Rut agar membaringkan diri di kaki Boas. Berbaring di kaki seseorang adalah cara menempatkan diri di tempat paling rendah malahan sebagai injakan atau alas kaki. Ini pernyataan kerendahan hati yang paling dalam, dan sekaligus mohon perlindungan. Rut mengikuti saran Naomi. Ringkas cerita, hasilnya adalah nama Rut beroleh tempat dalam sejarah keselamatan.

   Kerendahan hati dan kepatuhan Rut baru terlihat buahnya dalam puluhan generasi kemudian. Ketika kita membaca Alkitab ada nama Rut dan Boas muncul dalam asal-usul keturunan raja Daud dan keturunan Yesus Kristus sebagaimana dituturkan pada pasaI-pasai pertama Injil Matius dan Lukas. Perempuan Moab ini menjadi unsur asing yang non Israel dalam silsilah Tuhan Yesus Kristus.

   Tuhan punya maksud ketika menghadirkan kita, sebagai sebuah titik kecil dalam garis keturunan keluarga besar, sekalipun diri pribadi ini sesungguhnya bukan apa-apa dan siapa-siapa. Tuhan ingin agar sama seperti Rut yang menunjukkan kepatuhan dan kerendahan hati, maka hal tersebut mestinya meniadi nilai utama bagi kita juga. Dengan begitu upah kepatuhan dan kerendahan hati itu tidak hanya menjadi milik kita sebagai pribadi Upah itu juga menjadi milik seluruh keluarga besar yang Tuhan tempatkan bagi kita. Begitu cara Tuhan membuat kita menjadi berkat bagi seluruh keluarga.

KJ. 387 : 4

Doa : (Ya Bapa, mohon berikanlah cukup kepatuhan dan kerendahan hati sebab kami percaya di dalamnya ada berkat Tuhan bagi banyak orang. Amin)

MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 24 Juni 2020

Renungan Malam

KJ. 343 : 1 – Berdoa

JANGAN NANTI! LAKUKAN SEKARANG!

Rut 3 : 8 – 15

 ……kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini,… (ay. 9)

   Rut pasti melakukan apa yang disarankan Naomi kepadanya dalam hubungan dengan Boas, yaitu minta periindungan dan bukan sekedar pertolongan. Kalau pertolongan diberi dan yang tertolong beres masalahnya, maka soal selesai. Kalau perlindungan diberi, maka itu akan berlaku terus menerus. Siapa yang mau melakukan sesuatu terhadap yang dilindungi, pasti akan harus berhadapan dengan yang melindungi.

   Sebuah pertanyaan kecil luput dari perhatian kita. Mengapa si penebus Rut yang rankingnya ada di atas Boas justru menolak untuk menebusnya? Mengapa dia membiarkan Rut ditebus oleh Boas dan malah kemudian menjadi istrinya? Sang penebus itu tidak mau menebus Rut, karena dia adalah perempuan Moab. Penebus ini tidak mau menerima dan menebus Rut karena hadirnya dia dalam kediamannya adalah sama dengan menghadirkan perempuan dan agama serta dewa-dewa orang Moab ke dalam rumahnya. Itu mengotorkan serta menajiskan rumahnya. Keangkuhan rohani membuat dia tidak mau dan tak dapat dipaksa untuk menebus Rut.

   Tempatkanlah diri kita pada posisi Rut. Dalam Kristus, Tuhan menerima kita apa adanya. Tuhan menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya. Dia menjadi Bapa kita. Ini hanya karena kasih Tuhan semata. Jadi, percayalah bahwa Dia akan menuntun dan memberikan kemampuan untuk memenangkan pergumulan-pergumulan yang kita alami sampai tuntas. Karena itu, serahkanlah seluruh hidup kepada-Nya, jangan separuh separuh! Sebab Dia sudah lama menunggu. Sangat tidak bijaksana kalau kita menunggu sampai hidup ini menghancurkan segalanya, baru kemudian mau berseru kepada Tuhan. Karena itu, tentang hal apapun berserulah memohon pertolongan Tuhan. Jangan nanti, lakukan sekarang! Tidak ada tempat yang lebih aman selain di dalam tangan Tuhan.

KJ. 343 : 2

Doa : (Ya Bapa, mohon berikanlah cukup kepatuhan dan kerendahan hati sebab kami percaya di dalamnya ada berkat Tuhan bagi banyak orang. Amin)

Scroll to Top