HARI MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Minggu, 24 Januari 2021
Renungan Pagi
KJ. 460 : 1 – Berdoa
BUKAN KEHENDAKKU, TETAPI KEHENDAK TUHAN
Matius 8 : 1 – 4
“Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” (ay. 2)
Ada sebuah lagu cinta berbahasa Ambon yang judulnya “Tuhan beta mau dia”. Sepenggal lirik pada refreinnya begini : “Tuhan kasih dia for beta. Beta mau dia jadi beta pung pendamping selamanya. Tuhan jodohkan katong dua. Apapun yang terjadi beta pilih dia”. Di dalam lagu ini ada sebuah doa yang meminta, agar Tuhan mewujudkan apa yang diinginkan. Bukankah cara doa seperti “beta mau” (saya mau), pada lagu tersebut juga sering kita ucapkan, ketika berdoa kepada Tuhan? Kalau dipikir-pikir (tanpa sadar) seolah-olah kita sedang memaksakan kehendak diri sendiri kepada Tuhan.
Mari kita belajar dari orang yang sakit kusta ini, yang tentu saja sangat mendambakan kesembuhan. Ketika melihat Yesus, dia datang dan sujud menyembah. la berkata, “Jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”. la datang dengan segala kerendahan hati. ltu dilambangkan dengan cara sujud menyembah. Ini sikap yang menunjukkan, bahwa Yesus adalah Tuhan yang punya kuasa. Sedangkan dirinya adalah umat yang hina dan tidak berdaya. Sikap itu juga menunjukkan penyerahan diri kepada Tuhan Yesus. Meskipun ia ingin sembuh, tetapi otoritas kesembuhan itu miliknya Tuhan Yesus. Karena itu, ia berserah kepada kehendak Tuhan Yesus, bukan pada keinginan dirinya.
Masing-masing kita tentu juga memiliki pergumulan. Ada yang sedang bergumul dengan persoalan keluarga, hubungan antara suami-isteri, masalah anak-anak, pekerjaan, perekonomian, kesehatan, pandemi covid 19, dll. Mari berserah diri kepada kehendak Tuhan. Lalu sujud menyembah dan memohon dengan segala kerendahan hati. “Jika mau, maka Tuhan Yesus dapat mentahirkan (baca: memulihkan) kami”. Mari mengimani pengalaman orang kusta dalam pembacaan Alkitab hari ini, bahwa Tuhan Yesus berkenan mengulurkan tangan-Nya pada waktu-Nya untuk memulihkan kita.
KJ. 460 : 2, 3
Doa : (Tuhan Yesus, jika mau, Engkau dapat memulihkan segala pergumulan kami, namun biarlah kehendak-Mu yang terjadi)
HARI MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Minggu, 24 Januari 2021
Renungan Malam
GB. 156 : 1 – Berdoa
SULIT, TETAPI TUHAN BISA
Markus 5 : 1 – 13
tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai (ay. 3)
Dalam peristiwa gempa dan tsunami di aceh pada Tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, banyak cerita tentang mereka yang bisa selamat karena suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal manusia. Salah satunya adalah seorang yang bernama Aris Munandar yang entah bagaimana dia bisa selamat dan hidup. Ketika sadar, ia sudah ada di kantong jenazah, karena dikira sudah meninggal. Bagaimana ia bisa selamat? Tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskannya. Secara logika, sangat sulit seseorang bisa selamat, ketika sudah digulung ombak tsunami, tetapi kenyataannya ada yang bisa selamat. Itulah yang dinamakan Kuasa Tuhan. Sulit buat kita manusia, tetapi buat Tuhan segala hal bisa dilakukan-Nya.
Seperti dalam perikop kita saat ini. Tidak ada seorang pun yang dapat mengatasi dan menyembuhkan seorang yang kerasukan roh jahat yang bernama legion, meskipun sudah dibelenggu. Namun demikian, ketika bertemu Tuhan Yesus, dia bisa terlepas. Roh jahat tersebut ternyata bertekuk lutut di hadapan Tuhan Yesus dan memohon dipindah ke babi-babi yang ada di sekitar situ. Hal ini menunjukkan kalau roh jahat itu tidak bisa (tak berkuasa) pindah sendiri, kecuali disuruh oleh Tuhan Yesus. Babi-babi itu Ialu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati.
Kuasa Tuhan Yesus Kristus sangat besar. Ketika kesulitan datang dalam kehidupan ini, bahkan tidak ada yang sanggup menolong, Tuhan Yesus mampu membuat kita melaluinya. Ingatlah, bahwa bagi Tuhan Yesus tidak ada yang terasa sulit.
Roh jahat itu berteriak,”Apa urusan Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi? Demi Allah jangan siksa aku” (ay.7). Jelas, Tuhan Yesus punya urusan untuk menyelamatkan umat-Nya. Jadi, jangan kuatir untuk datang kepada Tuhan Yesus. Mari, bawalah segala kesulitan-kesulitan hidup kita, karena itu juga menjadi urusan Tuhan Yesus. Buat kita sulit, tapi bagi-Nya tidak.
GB. 156 : 2, 3
Doa : (Tuhan Yesus kami mau datang kepada-Mu. Tolonglah kami dalam mengatasi kesulitan-kesulitan, karena bagi-Mu tidak ada yang sulit)
