MINGGU III SESUDAH PASKAH
Sabtu, 24 April 2021

Renungan Pagi

KJ. 341 : 1 – Berdoa

PELAYANAN YANG MEMBERKATI

Kisah Para Rasul 9 : 32 – 35

Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. (ay. 34)

Pelayanan kristiani bukan hanya soal pengajaran iman, tetapi juga menyangkut penyembuhan bagi yang sakit. Pelayanan Petrus merujuk pada pelayanan Tuhan Yesus (baca: Matius 4:23-24). Model pelayanan Yesus dikembangkan sampai hari ini dengan membuka pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, hukum dan pemberdayaan ekonomi. Aktivitas pelayanan yang berkembang merupakan hasil karya Roh Kudus dalam diri hamba-hamba Tuhan yang setia melayani jemaat Kristus.

Bukan sebuah kebetulan jika Petrus melayani jemaat Tuhan di kota Lida. Roh Kudus menuntunnya kepada Eneas yang lumpuh. Tidak disebut alasan mengapa Eneas lumpuh. Hanya dikatakan Eneas mengalami kelumpuhan selama delapan tahun. Aktivitasnya menjadi sangat terbatas. Ia hanya menerima bantuan dari orang lain guna menyambung hidup. Meskipun tubuhnya tidak berfungsi maksimal, tetapi imannya tertuju kepada Tuhan Yesus. Kepercayaannya kepada Tuhan Yesus menjadi alasan Petrus menemuinya. Eneas pasti bergembira dengan kedatangan Petrus. Kegembiraan Eneas makin bertambah, sebab Petrus menyatakan kesembuhan baginya dalam nama Tuhan Yesus. Eneas memercayai perkataan hamba Tuhan. Eneas bangun dan dapat membereskan tempat tidurnya lagi. Kesembuhan Eneas berdampak luas. Banyak orang di Lida dan Saron menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Kadang pelayanan macet sebab soal keuangan yang terbatas. Banyak waktu terhabiskan membahas soal keuangan ketimbang seberapa efektif pelayanan menyentuh kebutuhan warga jemaat. Dalam masa pandemi, kita diingatkan saling memperhatikan saudara kita yang lemah, berkekurangan dan sakit. Teknologi komunikasi dengan video call atau sambungan telepon dapat membantu dalam menyapa dan mendoakan saudara seiman. Jika memungkinkan hadirlah ke tengah hidup warga jemaat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Mari memberi diri untuk terlibat dalam pelayanan yang memberkati.

KJ. 341 : 2,3

Doa : (Mohon bimbing kami, ya Roh Kudus untuk setia melayani dan giat melakukannya, agar banyak saudara bersukacita sebab mengalami kasih Tuhan Yesus)

MINGGU III SESUDAH PASKAH
Sabtu, 24 April 2021

Renungan Malam

KJ. 346 : 1,2 – Berdoa

RENCANA TUHAN INDAH

Kisah Para Rasul 9 : 36 – 43

Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. (ay. 40)

Data per 24 Januari 2021 tercatat jumlah pasien positif covid19 di Indonesia sebanyak 989.262 orang dengan rincian: 798.810 orang sembuh dan 27.835 orang meninggal. Penambahan kasus setiap hari mendatangkan kecemasan sampai berapa lama pandemi ini akan berakhir. Pemerntah berupaya melakukan pembatasan aktivitas sosial, budaya dan ekonomi, serta mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan juga menerima vaksinasi. Melindungi kehidupan menjadi tugas kita bersama di tengah pandemi global ini.

Kematian Tabita menjadi duka banyak orang. Tabita mengalami sakit. Lalu sakit itu membawa pada kematian. Petrus diberitahu dan segera datang ke Yope. Petrus merasakan kehilangan sangat dari semua pelayat. Mungkinkah kedatangan Petrus mengubah dukacita mereka? Bacaan kita berkisah tentang kuasa doa dan perkataan iman menjadikan Tabita hidup kembali. Dukacita berubah menjadi sukacita. Mungkinkah seorang yang sudah meninggal dapat hidup kembali? Tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak. Kehidupan Tabita yang baru membuat jumlah orang yang percaya kepada Yesus Kristus bertambah.

Kematian akibat covid-19 jelas mendatangkan dukacita. Sebelum kematian datang, kita berdoa memohon pertolongan Allah. Kita berdoa meminta kesembuhan dan dijawab Allah. Kesembuhan itu terjadi. Namun demikian, ada waktunya jawaban Allah tidak seperti yang kita kehendaki. Jika kematian yang terjadi, itu pun kehendak Allah yang baik. Kita percaya kematian bukan akhir segalanya. Saudara kita yang sudah meninggal dalam Kristus, kelak menerima janji-Nya untuk tinggal dalam Rumah Bapa dan makan dalam jamuan bersama Anak Domba Allah. Kematian itu tidak harus berlaku seragam seperti Tabita yang mati Ialu hidup kembali. Allah selalu punya rencana indah atas hidup dan mati seseorang.

KJ. 346 : 3,4

Doa : (Ya Kristus, mohon berikanlah kesembuhan bagi saudara kami yang sakit. Tolong ajar kami menggunakan kehidupan ini untuk menyaksikan kasih dan kuasa-Mu bagi banyak orang)

Scroll to Top