MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 24 Agustus 2021

Renungan Pagi

GB. 243 : 1 – Berdoa

TAK TERPISAHKAN DARI KASIH-NYA

Mazmur 103 : 15 – 18

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya (ay. 17-18)

Bacaan hari ini memperlihatkan kepada kita dua hal yang kontras, yakni kefanaan manusia (ayat 15) dan kasih Tuhan yang kekal (17). Sebagai manusia, kita tentu memiliki keterbatasan, bahkan mungkin kelemahan. Selain itu, kita pun kadang kala tidak luput dari godaan hingga kemudian berbuat kesalahan. Di tengah berbagai keterbatasan bahkan kefanaan, bagaimana kita dapat menerima kasih Tuhan itu? Dengan jelas dinyatakan, bahwa kasih setia Tuhan tercurah bagi setiap orang yang taat kepada-Nya, yang berpegang teguh pada perjanjian-Nya dan melakukan segala kehendak-Nya. Ini merupakan kabar baik bagi kita yang terus berusaha taat kepada Tuhan, meskipun saat ini mungkin dalam kelemahan, kesulitan, bahkan nyaris tak berdaya.

Daud menyatakan bahwa kasih setia Tuhan bertahan selamanya. Artinya, penderitaan bahkan kematian tidak dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Walaupun demikian, penting untuk dicatat, bahwa kita dapat benar-benar merasakan kasih Tuhan bila sungguh-sungguh beriman dan berharap hanya pada-Nya. Cinta kasih Tuhan mungkin saja tidak selalu diterima dalam bentuk, cara, atau waktu yang kita harapkan. Namun demikian, di sinilah letak iman dan pengharapan kita pada Tuhan. Kita percaya, bahwa hidup kita adalah milik Tuhan. Kita percaya, bahwa rencana-Nya indah bagi kita. Kita hanya perlu meningkatkan ketabahan dan kesabaran, khususnya dalam masa-masa sulit kehidupan. Setidaknya sikap itu memperlihat-kan, bahwa kita terus berjuang untuk taat dan setia berjalan bersama Tuhan menyusuri kehidupan ini. Nantikanlah penyataan kasih setia Tuhan dalam hidup kita, yang mungkin dengan bentuk, cara, bahkan waktu yang tak terbayangkan oleh kita.

GB. 243 : 2,3

Doa : (Ya Tuhan, mohon tuntunlah aku selalu di jalan-Mu. Janganlah biarkan aku berpaling dari-Mu, ketika badai kehidupan menerpaku. Sebab aku percaya tidak ada yang dapat memisahkanku dari kasih-Mu)

MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 24 Agustus 2021

Renungan Malam

KJ. 62 : 1,8 – Berdoa

TUHAN BERKUASA ATAS SEGALANYA

Mazmur 103 : 19 – 22

Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (ay. 22)

Ayat 19-22 ini merupakan bagian penutup dari mazmur 103. Pada bagian ini, Daud menegaskan kembali sebuah seruan untuk memuji Tuhan dengan seluruh keberadaan, segenap hati, jiwa, dan pikiran. Menariknya, seruan ini tidak hanya tertuju pada individu, melainkan kepada seluruh ciptaan, bahkan malaikat-malaikat Tuhan. Hal ini menyiratkan pesan, bahwa Tuhan layak dipuji pada segala waktu dan tempat oleh karena kuasa juga kasih-Nya yang tidak berkesudahan serta menjangkau siapa pun. Karena itu, kita dapat memahami, bahwa Mazmur 103 ini tampaknya juga memberikan perhatian pada pemahaman tentang Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu.

Ada beberapa hal yang dapat direfleksikan melalui bacaan hari ini. Pertama, meyakini bahwa kita adalah milik Tuhan. Kedua, hidup kita diatur oleh-Nya. Ketiga, Tuhan berkuasa atas seluruh kehidupan kita. Karena itu, serahkanlah kehidupan kita ke dalam tuntunan-Nya. Berusahalah untuk terus beriman pada Tuhan dan ungkapkanlah pujian kepada-Nya dengan sepenuh hati juga kesadaran, serta apapun keadaan kita: dalam susah maupun senang.

Mengapa demikian? Sebab pujian kepada Tuhan juga merupakan ekspresi keyakinan kita pada kuasa dan kasih-Nya yang tidak berkesudahan. Dalam masa senang, kita memuji Tuhan. Karena kita percaya, bahwa masa senang adalah berkat dan anugerah dari Tuhan. Dalam masa sulit atau pun susah, kita memuji Tuhan. Karena kita percaya, tidak dibiarkan sendirian oleh Tuhan. Kita percaya, bahwa Tuhan bekerja bersama dan akan menolong serta memampukan untuk melalui masa sulit kehidupan. Inilah yang setidaknya turut menjadi ekspresi keyakinan kita, bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Ia berkuasa dalam hidup kita dan dunia ini. Pujilah Tuhan!

KJ. 62 : 10,11,12

Doa : (Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Tolong ajarlah aku untuk terus berserah pada-Mu)

Scroll to Top