MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 24 September 2021

Renungan Pagi

KJ. 457 : 1 – Berdoa

TANTANGAN PELAYANAN : KABAR BOHONG

Kisah Para Rasul 21 : 20b – 26

…semua akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat (ay. 24c)

Gossip kependekan dari “di gosok makin sip”, adalah istilah yang diperuntukkan bagi kabar-kabar yang tidak benar atau bohong. Salah satu istilah yang dipakai juga untuk menyatakan kabar bohong adalah hoaks. Jaman sekarang banyak sekali gosip atau hoaks beredar melalui media sosial. Sering kali tujuannya untuk menjatuhkan seseorang atau kelompok demi kepentingan pribadi atau pun kelompok.

Melakukan kabar bohong telah ada sejak dahulu kala. Hal ini seperti apa yang dialami oleh rasul Paulus dalam bacaan Alkitab saat ini. Paulus juga dikabarkan, bahwa dalam pelayanannya tidak lagi memelihara hukum Taurat. Oleh sebab itu, Paulus dengan beberapa murid hendak membuktikan, bahwa mereka tetap memelihara hukum Taurat dengan cara melakukan pentahiran. Kabar tidak benar itu dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan pelayanan Paulus dan para murid.

Sebagai murid Tuhan atau Gereja, kita pun sering mendapat tantangan pelayanan berupa berita-berita yang tidak benar (hoaks atau gosip). Seperti Paulus, kita harus tetap melakukan pelayanan dan kesaksian di manapun. Jangan pernah menyerah. Kita harus membuktikan, bahwa mengikuti Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah keputusan yang benar. Kita sebagai Gereja, semenjak dulu sampai sekarang akan selalu dicari-cari kesalahannya, dipojokkan, dan dihambat. Namun demikian, kita belajar dari pengalaman para Rasul, bahwa Allah senantiasa menyertai para utusan-Nya dalam menyam paikan Kabar Baik, Injil tentang keselamatan oleh dan melalui Yesus Kristus. Dengan demikian, pelayanan dan kesaksian hamba-hamba-Nya walau-pun makin dihambat, tetap akan semakin merambat. Berita bohong akan terungkap oleh kebenaran-kebenaran yang kita lakukan bersama Tuhan.

KJ. 457 : 2

Doa : (Ya Tuhan, di tengah-tengah ancaman dan tantangan, kami percaya Engkau terus memberkati pelayanan dan kesaksian umat-Mu)

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 24 September 2021

Renungan Malam

KJ. 466a : 1 – Berdoa

HATI-HATI DENGAN PRASANGKA BURUK

Kisah Para Rasul 21 : 27 – 30

…mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Baik Allah (ay. 29)

Di suatu Bank, orang-orang sedang antri menunggu giliran untuk dilayani oleh petugas. Di antara mereka ada seorang nenek yang ikut mengantri. Kebetulan di depan antrian nenek itu, ada seorang laki-laki yang juga sedang mengantri. Tangannya penuh tato, rambutnya gondrong, pakaiannya celana dan rompi jeans yang sudah kumal. Nenek itu melihat ke arah laki-laki itu dan mulai berpikir, pasti dia seorang preman, jahat dan kasar. Uang yang ditabung pasti hasil kejahatan. Laki-laki tersebut kemudian menghampiri nenek itu. Nenek itu mulai salah tingkah dan ber-pikir, “Pasti laki-laki ini akan marah dan bertindak kasar terhadap aku”. Nenek itu menundukkan muka, bahkan sampai gemetar ketakutan, tapi ia kemudian mendengar suara laki-laki itu yang lembut menyapanya, “Ibu Betty, saya dulu murid ibu. Silahkan ibu ambil antrian saya” (sambil tersenyum). Ternyata apa yang nenek itu pikirkan tidak benar. Ia sudah berprasangka yang tidak-tidak.

Berprasangka, adalah pendapat yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahuinya dan tanpa alasan yang cukup. Prasangka dapat membuat seseorang melakukan tindakan yang tidak benar, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Mereka menyangka Paulus telah membawa Trofimus orang Efesus ke dalam bait Allah. Karena mereka hanya melihat Paulus dan Trofimus berjalan bersama di kota. Akibat prasangka tersebut, mereka menghasut rakyat, lalu menangkap dan menyeret Paulus dengan cara kekerasan. Belajar dari Firman Tuhan malam ini, marilah kita menjadi pribadi yang tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain, karena dapat mencelakakannya. Sebagai murid Tuhan, kita hendaknya selalu berpikir positif terhadap orang lain. Jangan langsung menilai seseorang dari luar atau penampilannya saja. Karena benar atau salah itu tidak dilihat dari penampilan, tetapi dari tingkah laku perbuatan kita.

KJ. 466a : 2,4

Doa : (Ya Tuhan, mohon kuasai hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu, agar tidak berprasangka buruk terhadap sesama kami)

Scroll to Top