MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 23 November 2020

Renungan Pagi

GB. 272 : 1 – Berdoa

SIAP…, LAKSANAKAN

2 Korintus 4 : 1 – 6

“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati” (ay. 1)

Setiap prajurit yang dipanggil untuk melaksanakan tugas selalu menjawab, “Siap…, Laksanakan”. Mengapa? Karena yakin, bahwa yang ditugaskan atasan akan mampu dilaksanakan. Selain itu memang diajarkan untuk tidak menolak penugasan yang diberikan atasan. Benarlah kalau dikatakan, bahwa ketika prajurit berbuat salah, maka sang jenderal ikut bertanggung-jawab. Karena apa yang dikerjakan prajurit adalah melaksanakan perintah atasan.
 
Paulus dan kawan-kawan sepelayanannya yakin bahwa Tuhan yang memberi tugas itu benar. Yesus sang Jenderal Besar itu tak pernah ingkar janji. Karena itu mereka tak pernah tawar hati dalam menjalankan tugasnya. Bahkan suatu kehormatan dan kemuliaan bila mereka dilibatkan dalam tugas yang mulia itu. Apa yang dikerjakan dan dihasilkanpun diyakini, karena campur tangan Tuhan. Dengan demikian segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan.
 
Terlibat dalam pekerjaan Tuhan adalah suatu kehormatan. Jangan pernah sia-siakan. Sebab siapakah kita sehingga Tuhan memperkenankan untuk menjadi rekan sekerja-Nya? Sesungguhnya kita tak berarti apa-apa tanpa pertolongan-Nya. Jadi jangan sombong, lalu merasa diri seperti orang penting dan berarti, padahal tidak penting dan tak berarti. Tuhan yang harus dimuliakan dalam pekerjaan ini. Adalah keliru bila ada yang mau menonjolkan diri, apalagi harus mendapatkan dulu sesuatu, baru mau melakukannya. Ini adalah pekerjaan Tuhan yang dipercayakan, maka kerjakanlah dengan setia. Yang mencari keuntungan justru tak mendapatkannya. Sebaliknya, yang tulus melayani mendapat pengasihan-Nya yang memberi kedamaian dan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini. Sesungguhnya keterlibatan kita dalam pekerjaan Tuhan hanyalah tanda ungkapan syukur atas segala berkat yang telah di terima dari-Nya. Terpujilah Tuhan.

GB. 272 : 2, 3

Doa : (Keterlibatanku dalam pekerjaan-Mu tak sebanding dengan kasih-Mu karena itu tolong ajarlah aku untuk terus melakukannya)

MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 23 November 2020

Renungan Malam

GB. 240 : 1 – Berdoa

KEKUATAN KAMI DARI TUHAN

2 Korintus 4 : 7 – 15

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (ay. 7)

Ada yang mengatakan, bahwa sebenarnya kaum perempuan lebih kuat dari yang laki-laki. Buktinya, kaum perempuan lebih dapat bertahan hidup. Lihatlah di Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU), Oppung Boru (Nenek, Oma) lebih banyak dibanding dengan Oppung Doli (Kakek, Opa). Mengapa? Ketika kaum perempuan merasa sakit langsung mengeluhkannya dan berobat. Sedangkan kaum laki-laki tak mau mengeluh, karena merasa kuat sehingga saat sakit ternyata sudah parah dan akhirnya meninggal dunia. Yang merasa lemah, langsung mencari pertolongan dan mendapatkannya.
 
Paulus dan kawan-kawan mengalami banyak sekali tekanan. Mereka ditindas, dianiaya, dihempaskan, dan terus menerus diserahkan kepada maut. Bahkan merasa bahwa maut giat dalam diri mereka. “Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu” (ay.11-12). Namun demikian mereka tetap dapat bertahan hidup. Mengapa? Apakah tubuh mereka punya keistimewaan yang berbeda dengan manusia lainnya? Tidak. Mereka menjadi kuat karena terus-menerus menyerahkan diri pada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya. Dalam pergumulan yang dihadapi, mereka menempatkan diri pada penderitaan Kristus. Maksudnya supaya kemenangan Kristus juga menjadi bagian hidup mereka.
 
Mari menyadari, bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di manapun berada dan apapun yang dikerjakan, kita ini lemah serta tak mampu. Namun demikian bila kita memohon pertolongan Tuhan yang memang selalu siap menolong, maka kita akan mempunyai kekuatan yang luar biasa. Kita menjadi mampu melakukan apa saja yang baik di dunia ini sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan dalam firman-Nya.

GB. 240 : 2, 3

Doa : (Tuhan tolong tuntunlah kami agar meyakini, bahwa pertolongan-Mu selalu ada dalam setiap pergumulan hidup ini)

Scroll to Top