MINGGU IV PRAPASKAH
Kamis, 24 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 446 : 1 – Berdoa
HATI YANG BIJAKSANA
2 Tawarikh 18 : 12 – 22
Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut nabi-nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.” (ay. 22)
Ada peribahasa “Mulut diberi makan, pantat yang dicubit”. Peribahasa ini punya arti: orang yang bicara manis, tetapi niat hatinya jahat. Jangan cepat percaya terhadap setiap pujian, sanjungan, karena bisa jadi itu jebakan untuk menghancurkan diri kita.
Dalam kehidupan hal ini pasti pernah kita alami, dan ini ditampilkan juga dalam perikop saat ini. Ahab memanggil Mikha, nabi Allah, untuk mendengarkan suara Allah atas niatnya untuk berperang melawan Aram. Apakah bisa ia maju berperang bersama Yosafat melawan Aram untuk merebut Ramot Gilead? Mikha menyampaikan bahwa Allah akan memberi kemenangan bagi Ahab. Namun Mikha juga menyatakan bahwa dalam peperangan ini Ahab akan mati, artinya ini adalah akhir kehidupannya. lni pastinya bukan berita baik buat Ahab, tidak seperti yang disampaikan oleh 400 nabinya. 400 nabi hanya menyampaikan berita yang menyenangkan saja kepada Ahab, sedangkan Mikha secara jujur menyampaikan apa yang benar dari Allah, walaupun terdengar menyakitkan bagi Ahab.
Pagi ini kita akan memulai kem bali aktifitas kita. Kita akan bertemu dengan mereka yang suka menyanjung atau mengingatkan/menegur diri kita. Belajar dari firman Allah pagi ini, maka biarlah kita belajar untuk memaknai setiap sanjungan maupun koreksi yang kita terima. Jangan kita menjadi cepat berpuas diri ketika ada yang menyanjung kita, karena tidak selalu sanjungan itu keluar dari hati tulus memuji hasil pekerjaan kita. Namun jangan cepat juga menjadi marah ketika ada yang mengingatkan atau mengkoreksi pekerjaan kita, karena itu tidak selalu keluar dari hati yang membenci kita. lngatlah selalu untuk memaknai setiap sikap sesama dengan bijaksana, sehingga kita tetap hidup dalam kedamaian karena bisa menata hati dan diri atas setiap hal yang terjadi disekitar kita.
GB. 1 : 4
Doa : (Mohon Tuhan ajarkan kita punya hati yang bijaksana)
MINGGU IV PRAPASKAH
Kamis, 24 Maret 2022
Renungan Malam
GB. 357 : 1 – Berdoa
LAKUKAN KEHENDAK ALLAH
2 Tawarikh 18 : 23 – 34
Tetapi jawab Mikha: “Jika benar-benar engkau pulang dengan selamat, tentulah TUHAN tidak berfirman dengan perantaraanku!” ….. (ay. 27)
“.. biarlah semua terjadi atas kehendak-Mu .. ” Kalimat ini acapkali kita ucapkan dalam doa. Tentunya maksud kalimat ini bahwa dalam menjalani hidup ini kita berserah kepada kehendak Allah. Pertanyaannya adalah kalau apa yang Allah berikan ternyata berbeda dari keinginan kita, apakah kita masih tetap taat pada kehendak-Nya atau malah taat kepada kehendak kita?
Ahab menghadapi hal seperti diatas. Ia memanggil Mikha untuk mengetahui kehendak Allah atas rencananya menyerang pasukan Aram. Namun setelah Mikha menyampaikan pesan Allah bahwa Ahab sendiri akan gugur dalam peperangan maka ia Iebih mengikuti pernyataan 400 nabi yang isinya menyenangkan dirinya.
Pesan utama firman ini adalah lakukanlah kehendak Allah. Kehendak Allah adalah tuntunan untuk membawa kebaikan bagi kehidupan kita. Jangan menolak untuk memberlakukan kehendak Allah, jangan mengandalkan akal, ego kita, melainkan bukalah hati dan diri untuk mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan ini. Pertanyaannya apakah ukuran yang bisa menjadi patokan untuk mengerti kehendak Allah untuk dilakukan dalam hidup ini. Jawabnya adalah Kasih. Ketika aktifitas didasari pada kasih yang Allah kehendaki maka itulah pemberlakuan kehendak Allah yang benar.
Malam ini tentunya kita sudah menyelesaikan banyak aktifitas sedari pagi tadi. Saatnya kita tenang dan merenungkan kembali apakah kita sudah mengerjakan semua aktifitas dalam kehendak-Nya. Lihatlah sejauh mana kita bertindak kasih dengan siapa saja di sekitar. Bertindak dengan berdasarkan kasih-Nya bukankah itu menjadi kehendak Allah bagi kita. Mari kita melihat apakah ada ucapan dan perilaku kita yang menyakiti sekitar atau memberi rasa damai. Kalau menimbulkan kedamaian maka itulah buktinya kehendak Allah sudah dilakukan dalam kehidupan ini.
KJ. 357 : 3
Doa : (Mohon kuasa Tuhan agar hidup kita terus dalam kehendak-Nya)
