MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 23 Juni 2020
Renungan Pagi
KJ.356 : 1 – Berdoa
HIDUP INI BUKAN TAMAN BUNGA MAWAR
Mazmur 37 : 1 – 11
Serahkalah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan la akan bertindak; (ay. 5)
Dalam kenyataan hidup, terkadang kita mengalami hari-hari yang menyenangkan. Kadang rasanya lebih sering kita mengalami hari-hari yang mengecewakan, bahkan sampul menyedihkan. Pada saat yang sama ketika kita menengok ke sekeliling dan mengamati kehidupan orang lain, kelihatannya mereka selalu bahagia. Seperti tidak pernah mengalami pergumulan. Lalu kita menarik kesimpulan bahwa hidup ini mengecewakan. Hidup ini tidak memihak kita. Tapi mau tidak mau hidup ini harus terus dijalani. Lalu bagaimana kita harus menanggapi hari-hari kehidupan dan khususnya masa depan secara keseluruhan?
Pemazmur mengajak untuk memercayakan hari-hari kehidupan kita kepada Tuhan, sebab masa lalu, masa kini dan masa depan, semuanya diatur dan ditentukan oleh Dia. Seberat apapun pergumulan yang dihadapi, kita percaya, bahwa pada akhirnya Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi setiap orang yang memercayakan hidup kepada-Nya. Dalam iman yang sama kita percaya bahwa mereka yang tidak memercayakan diri kepada Tuhan tidak terjamin hidupnya. Mungkin mereka kelihatannya bahagia, akan tetapi pada ujung kebahagiaan itu akan muncul kesulitan. Ibaratnya, pada setiap batang mawar pasti ada durinya. Kita tidak mungkin memiliki taman bunga mawar tanpa sekaligus mengalami ketajaman durinya.
Kebahagiaan baru akan terasa bermakna di ujung keluh dan gumui. inilah kuncinya, mengapa orang-orang beriman tetap bisa menyanyikan kidung syukur ketika mengalami pergumulan, bahkan kedukaan sekalipun. Hidup memang bukan taman bunga mawar. Hidup adalah arena pergumulan. Walaupun demikian, justru dalam arena kehidupan seperti inilah kehadiran kita sebagai anak-anak-Nya akan menjadi berkat. Tuhan sengaja menghadirkan kita untuk menjadi contoh bagaimana cara mengembangkan sikap saling mengasihi antar sesama manusia dalam keadaan bagaimana pun.
KJ. 356 : 2
Doa : (Bapa, tolonglah kami untuk tetap bisa berbagi dan mengembangkan sikap saling mengasihi dengan sesama, hari demi hari. Amin )
MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 23 Juni 2020
Renungan Malam
KJ. 388 : 1 – Berdoa
AMAN DALAM TANGAN TUHAN
Mazmur 37 : 12 – 15
Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab la melihat bahwa harinya sudah dekat. (ay. 13)
Perikop Mazmur 37:12-15 mengulas tentang sikap orang fasik terhadap anak-anak Tuhan dan bagaimana Dia bersikap terhadap mereka. Mereka merencanakan kejahatan terhadap anak-anak Tuhan. Sementara Tuhan merencanakan kebaikan terhadap anak-anak-Nya. Tuhan membuat upaya orang fasik, berbalik dan menghancurkan dirinya sendiri.
Iblis membuat manusia berpikir bahwa penguasa jagad ini adalah para dewa dan berhala. Namun demikian, iblis tidak pernah memberitahukan kepada manusia tentang siapa yang paling berkuasa di atas segala penguasa. Nyatanya, satu-satunya yang mahakuasa adalah Tuhan Allah. Iblis juga membuat orang berpikir bahwa manusia bisa menyelamatkan diri sendiri melalui amaI-ibadah. Padahal dosa bukan hanya sekedar mengenai tindakan, tetapi juga pikiran, perasaan, dan perkataan. Jadi pasti lebih banyak dosa seorang anak manusia dibandingkan dengan amal ibadahnya.
Tuhan Allah menertawakan semua usaha dari kuasa-kuasa duniawi. Mereka yang ingin menghancurkan anak-anak Tuhan, akan hancur karena tipu daya yang dirancangnya sendiri. Kalau Tuhan sudah memutuskan sesuatu mengenai keselamatan dan kebaikan anak-anak-Nya, maka tidak ada kuasa duniawi apapun yang bisa menghalangi keputusan ilahi tersebut.
Hidup menuntut kita untuk memihak. Entah memihak Allah. Entah memihak kuasa-kuasa duniawi. Kalau memihak kepada kuasa-kuasa duniawi, maka itu akan menjerumuskan kita ke dalam berbagai bentuk pergumulan yang menyengsarakan. Pada sisi lain, kalau memihak Allah, maka Dia pasti menjadikan kita anak-anak-Nya. Dia menjadi Sang Bapa bagi kita. Dia memegang tangan kita. Dia menuntun kita menapaki jalan kehidupan di dunia ini, hari lepas hari. Dunia boleh gonjang ganjing, tapi kita yang mempercayakan hidup kepada Allah pasti aman dalam tuntunan tangan-Nya.
KJ. 388 : 2
Doa : (Ya Bapa, mohon berikanlah keyakinan untuk tetap mempercayakan hidup kami dalam tuntunan tangan-Mu. Amin )
