HARI MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Minggu, 23 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 354 : 1 – Berdoa

MERANGKUL DAN MEMULIHKAN

Kejadian 43 : 1 – 14 

Akulah yang menanggung dia, engkau boleh menuntut dia dari padaku; jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-Iamanya. (ay. 9) 

Allah menuntun umat-Nya ke dalam rencana-Nya. Melalui kelaparan yang hebat, Yakub dan anak-anaknya terpaksa membeli bahan makanan di Mesir. Di sana mereka bertemu Yusuf, dan tidak menyangka bahwa Yusuf akan menjadi penguasa di Mesir setelah Firaun. Meski Iewat penderitaan, tapi semua itu untuk memenuhi rencana Allah bagi umat-Nya. Kisah Yusuf tentang bagaimana ia merangkul saudara-saudaranya meski awalnya ia membuat semacam sandiwara untuk menguji saudara-saudaranya tersebut memperlihatkan bahwa Allah sedang memulihkan dan merekonsiliasi kehidupan.

Membawa Benyamin ke Mesir sesuai permintaan Yusuf memang menjadi pergumulan tersendiri bagi Yakub dan saudarasaudaranya. Yehuda tampil untuk menjamin keselamatan Benyamin. Hal ini menunjukkan sikap mau memikul tanggung jawab yang besar bagi keluarganya mengingat mereka harus ke Mesir untuk mendapatkan bahan makanan, sehingga tidak kelaparan. Di sisi Iain ia juga harus menjamin keselamatan Benyamin demi kelangsungan hidup ayahnya, karena ia tahu bahwa ayahnya sangat mengasihi Benyamin, apalagi pernah kehilangan Yusuf. Tanggung jawab berat diambil Yehuda, padahal ia bukanlah ,anak sulung. Keberanian Yehuda ini menunjukkan bahwa ia telah berubah dan tentu ini pekerjaan Tuhan. Kelak Yehuda diberkati menjadi bangsa yang besar dan daripadanya Iahir raja-raja besar |srael serta Mesias yang datang melalui bangsa Yehuda.

Siapa pun yang mau dibaharui oleh Allah, Allah akan bekerja mengubah hidupnya, karena Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya agar kita juga dapat berdamai dengan diri kita sendiri dan orang lain. Tindakkan Allah yang merangkul dan memulihkan umat-Nya biarlah kita teladani dalam hidup baik sebagai pribadi maupun gereja bagi sesama di tengah-tengah masyarakat kita yang sedang terpuruk saat ini.

KJ. 354: 2 

Doa : (Biarlah aku selalu menyadari kasih-Mu ya Tuhan yang merangkul dan memulihkan ketika aku jatuh)

HARI MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Minggu, 23 Januari 2022

Renungan Malam

GB. 284 : 1 – Berdoa

ALAT KARYA KESELAMATAN-NYA

Kejadian 43 : 15 – 23

Tetapi jawabnya: “Tenang sajalah; jangan takut; Allahmu dan Allah bapamu telah memberikan kepadamu harta terpendam dalam karungmu; uangmu itu telah kuterima.” Kemudian dikeluarkannyalah Simeon dan dibawanya kepada mereka (ay. 23) 

Makna sebuah keluarga adalah sangat penting. Yusuf dan keluarganya telah lama terpisah. Yusuf sendiri telah mengampuni saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya datang kembali bersama Benyamin untuk membeli bahan makanan, ia menyuruh pelayannya membawa mereka masuk ke dalam rumah Yusuf dan menyuruh untuk mengadakan jamuan makan bagi mereka. Hal ini membuktikan bahwa Yusuf membuka hatinya untuk saudarasaudaranya, bahkan ia mau berdamai dengan mereka meskipun mereka pernah menyakiti dirinya. Tampak respon saudara-saudaranya justru ketakutan dan berprasangka bahwa mereka telah dijebak dengan uang yang diletakkan dikarung mereka masing-masing agar mereka dapat dijadikan budak dan apa yang mereka miliki akan diambil. Namun, pelayan Yusuf berkata, “Tenang sajalah, jangan takut;.. ”(ay.23). Kata-kata itu sebenarnya merupakan sebuah teguran bagi saudara-saudara Yusuf untuk melihat secara iman bahwa perjalanan mereka ke Mesir bukan sekadar untuk membeli bahan makanan, tapi merupakan rencana Allah dalam karya keselamatanNya bagi keluarga Yakub dan juga Israel. Allah memakai Yusuf sebagai alat-Nya untuk memelihara kehidupan mereka.

Apa yang dikerjakan Allah melalui Yusuf sungguh luar biasa. Orang tidak menyangka Yusuf dipakai Allah sebagai alat keseIamatan bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga bagi umat-Nya, Israel. Hal ini dikarenakan Yusuf adalah pribadi yang membawa damai. Dia membuka pintu pengampunan bagi saudara-saudaranya. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi dengan kebaikan. Marilah kita menjadi pribadi yang mémbawa damai, bisa memberi pengampunan yang tulus kepada orang-orang yang telah menyakiti kita. Karena kita juga dipakai Allah dalam rencana karya keselamatan-Nya bagi dunia ini di tengah keluarga kita masing-masing dan bagi sesama.

GB. 284 : 2,3 

Doa : (Ya, Tuhan pakailah aku sebagai alat dalam karya keselamatan-Mu bagi banyak orang)

Scroll to Top