MINGGU VI PRAPASKAH
Selasa, 23 Februari 2021
Renungan Pagi
GB. 270 : 1,2 – Berdoa
BERJUANG DALAM PENDERITAAN
Filipi 1 : 27 – 30
“bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil” (ay. 27)
Sejarah bangsa ini menunjukkan, bahwa kemerdekaan tercapai, karena bangsa Indonesia dapat bersatu melawan penjajahan. Hanya dalam kurang dari 17 tahun setelah mengumandangkan persatuan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia bisa memproklamasikan kemerdekaannyai setelah dijajah selama 350 tahun. Ini menjadi bukti nyata, bahwa dafam persatuanlah tujuan dapat tercapai.
Jemaat di Filipi hidup dalam penderitaan, akibat persekusi yang dilakukan oleh lawan-lawan mereka. Kemungkinan besar mereka yang memersekusi Jemaat di Filipi adalah orang-orang Yunani-Romawi. Penderitaan yang dialami oleh Jemaat di Filipi ini pun diperparah dengan munculnya bibit-bibit perpecahan di antara mereka. Karena itu Paulus menegaskan, bahwa sebagai umat yang diselamatkan oleh iman kepada Kristus, Jemaat di Filipi harus dapat teguh berdiri dalam kesatuan dan berjuang bersama-sama untuk mempertahankan keyakinan mereka. Kata teguh berdiri (Yun: stekete) umumnya digunakan dalam literatur kuno untuk menunjukan tugas seorang prajurit ketika di medan perang, atau guna menjelaskan pengambilan posisi berhadapan langsung dengan para musuh. Dengan menggunakan kata ini, Paulus ingin menegaskan, bahwa ketika menghadapi berbagai tantangan, Jemaat harus dapat menghadapinya dalam kesungguhan dan semangat persatuan tanpa pernah menyerah.
Tanggung jawab untuk berbuah bagi sesama adalah wujud nyata dari iman kepada Kristus. Namun demikian berbagai bentuk persekusi dan kecurigaan yang kita alami saat ini, sangat mungkin mendorong untuk bersikap acuh tak acuh terhadap persoalan sosial yang terjadi. Karena itu, marilah kita terus berdiri teguh dalam kesatuan dan berjuang bersama-sama. Walaupun kita terkadang mengalami persekusi dan kecurigaan harus tetap berjuang sebagai persekutuan yang menjadi berkat.
GB. 270 : 3
Doa: (Ya Tuhan, tolong kami untuk dapat terus berjuang dalam kesatuan untuk dapat menjadi berkat)
MINGGU VI PRAPASKAH
Selasa, 23 Februari 2021
Renungan Malam
GB. 100 : 1 – Berdoa
TANGGUNG JAWAB ADALAH ANUGERAH
Filipi 2 : 12 – 18
“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan” (ay. 14)
Tanggung jawab diterima secara berbeda-beda. Terkadang ada tanggung jawab yang diterima dengan sukacita. Tidak jarang juga tanggung jawab diterima dengan berat hati.
Bacaan alkitab malam ini merupakan kelanjutan dari nasihat Rasul Paulus dalam perikop-perikop sebelumnya. Melalui nasihat ini, Paulus ingin menegaskan kepada Jemaat di Filipi, bahwa hidup dalam kesatuan, keteguhan dan berbuah bagi sesama bukanlah pilihan untuk dilakukan. Itu justru merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan sebagai orang yang beriman kepada Kristus. Tanggung jawab itu bukanlah beban, tetapi merupakan anugerah dari Allah. Karena ketika menjalankan tanggung jawab, yang Paulus bahasakan sebagai mengerjakan keselamatan, itu merupakan wujud respons kita atas keselamatan yang dikerjakan Allah. Allah tidak hanya mengerjakan keselamatan bagi kita. Allah bahkan mengerjakan keselamatan di dalam kita. Dengan demikian, kita menjadi rekan sekerja Allah dalam mengerjakan keselamatan bagi dunia. Dengan menjadi rekan sekerja Allah, itu berarti kita hidup dalam persekutuan dengan-Nya. Hal ini merupakan anugerah yang luar biasa.
Dengan dasar pemahaman, bahwa menjalani tanggung jawab adalah sebuah anugerah, maka hal itu harus dilakukan dalam sukacita dan tidak bersungut-sungut, apalagi berbantah-bantahan. Ketika masih bersungut-sungut dalam menjalani tanggung jawab, maka sesungguhnya kita belum menyadari betul, bahwa hal itu adalah anugerah.
Menjalani tanggung jawab untuk hidup dalam kesatuan, keteguhan dan berbuah bagi sesama dapat kita wujudkan setiap hari. Apapun potensi yang dimiliki, di manapun posisi kita, marilah tetap berupaya menjadi rekan sekerja Allah untuk berkarya bagi masyarakat. Jangan pernah khawatir, karena Allah turut bekerja di dalam kita.
GB. 100 : 3,4
Doa: (Ya Tuhan, tolong ajarkanlah kami untuk dapat menerima tanggung jawab dengan penuh sukacita dalam iman kepada-Mu)
