MINGGU ADVEN IV
Rabu, 23 Desember 2020

Renungan Pagi

GB. 104 : 1 – Berdoa

JANJI ALLAH DAN PENGGENAPANNYA

2 Tawarikh 6 : 3 – 11

Jadi TUHAN telah menepati janji yang telah diucapkan-Nya (ay. 10)

Keberhasilan menyelesaikan sebuah tugas yang dipercayakan merupakan suatu kegembiraan dalam kehidupan setiap orang. Inilah yang dialami oleh Salomo ketika melakukan pembangunan Bait Suci yang dipercayakan Tuhan melalui firman-Nya kepada Daud, ayahnya. Salomo melakukan pembangunan itu dengan penuh kegembiraan dan mengalami proses pembelajaran serta perjalanan iman yang sangat berharga.
 
Ketika pembangunan Bait Suci telah selesai dikerjakan, Salomo mengumpulkan Bangsa Israel dan berbicara di depan mereka sebagai seorang raja. Salomo bersaksi, bahwa TUHAN telah menyelesaikan proses pembangunan dengan tangan-Nya sendiri sesuai yang difirmankan-Nya kepada Daud. Salomo mengingatkan kembali penduduk Israel, bahwa TUHAN berkehendak, Yerusalem menjadi tempat kediaman-Nya. la memilih Daud untuk memimpin bangsa Israel. Ketika Daud berkerinduan membangun Bait Suci, TUHAN berfirman, bahwa anaknya yang akan mengerjakan pembangunan itu.
 
Pembangunan Bait Suci sudah selesai sebagai bukti, bahwa TUHAN menepati janji-Nya kepada Daud dan keluarganya. Bait Suci adalah simbol kehadiran dan penebusan TUHAN atas bangsa Israel. Bait Suci menceritakan tentang kemuliaan TUHAN dalam kehidupan umat yang telah menerima kasih karunia dan keselamatan-Nya. Kemuliaan TUHAN dideskripsikan dalam ritual persembahan-persembahan kurban yang dilaksanakan oleh umat Israel. Karena itu, Bait Suci sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan peribadahan Israel.
 
Saudara, sebagai Israel baru, kita pun menerima janji Tuhan melalui firman-Nya. Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. la selalu melaksanakan janji-Nya sesuai dengan firman-Nya. Penggenapan akan janji itu merupakan suatu proses pernbelajaran dan perjalanan iman, yang memerlukan kesabaran. ketekunan serta pengharapan, bahwa Tuhan akan melaksanakan janji-Nya sesuai waktu juga rencana-Nya.

GB. 104 : 2

Doa : (Tuhan, tolong ajar kami untuk percaya pada janji-Mu dan bersabar dalam pengharapan yang teguh akan penggenapannya sesuai waktu-Mu)

MINGGU ADVEN IV
Rabu, 23 Desember 2020

Renungan Malam

KJ. 457 : 1, 4 – Berdoa

TIGA DIMENSI DOA

2 Tawarikh 6 : 12 – 17

Kemudian berdirilah ia di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, lalu menadahkan tangannya (ay. 12)

Doa merupakan salah satu bentuk aktivitas orang percaya yang di dalamnya terdapat keyakinan dan kepercayaan yang sungguh atas karya-karya Allah, sekaligus menunjukkan kualitas iman seseorang kepada Tuhan. Doa memiliki tiga dimensi. Pertama, doa adalah cinta Tuhan bagi kita. Kedua, doa adalah respon kita kepada Tuhan. Ketiga, doa adalah persekutuan yang mesra antara Tuhan dan manusia – orang percaya.
 
Hal ini tergambar ketika di halaman Bait Suci dan di hadapan seluruh umat Israel Salomo berlutut dengan menadahkan kedua tanganya kepada TUHAN, dalam doanya setelah pentahbisan Bait Suci. Salomo bersyukur atas penyertaan dan pemeliharaan TUHAN bagi umat-Nya dan keluarga Daud. Salomo mengagungkan TUHAN dalam pengakuan, bahwa Dia itu unik dan berkuasa. Penyelesaian Bait Suci merupakan salah satu perwujudan superioritas TUHAN. TUHAN setia pada perjanjian kasih-Nya terhadap orang-orang yang taat kepada-Nya. Salomo memohon, agar TUHAN memenuhi janji-Nya kepada Daud, sebagai buah ketaatan yang ditunjukkannya terhadap perintah-Nya.
 
Sebagai orang percaya, saat ini pun kita didorong agar berbuat seperti Salomo yang mengungkapkan kasih setia Tuhan atas kehidupannya dalam doa. Dalam doa, mari menyampaikan pujian tentang kasih setia Tuhan atas hidup kita. Dalam doa, mari mengungkapkan kasih kepada Tuhan yang telah lebih dulu memberikan kepada kita kehidupan dan cinta melalui pribadi Agung yang bernama Yesus. Dalam doa, Tuhan menarik kita masuk ke sebuah relasi yang mesra dengan-Nya. Kita dapat menyampaikan semua isi hati kepada-Nya. Doa adalah tautan hati kita dan Tuhan. Melalui doa kita menemukan kehendak Tuhan dan kekuatan untuk mampu menghadapi segala pergumulan maupun tantangan hidup.

KJ. 457 : 5, 6

Doa : (Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk selalu merindukan Engkau dalam kehidupan doa yang mesra dengan-Mu)

Scroll to Top