MINGGU III SESUDAH PASKAH
Jumat, 23 April 2021
Renungan Pagi
KJ. 281 : 1 – Berdoa
BERITAKAN NAMA YESUS
Kisah Para Rasul 9 : 19b – 22
Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. (ay. 20)
Pelayanan gereja dalam pewartaan Injil memasuki era baru dengan penggunaan teknologi digital. Layanan daring secara audio-visual atau dengar lihat makin berkembang secara luas. Misalnya, jemaat GPIB Bethesda Jakarta Pusat menggunakan kanal Youtube untuk pelayanan ibadah Minggu dan Keluarga secara daring. Untuk kegiatan ibadah pelayanan kategorial menggunakan aplikasi Facebook dan Zoom. Jemaat-jemaat GPIB lainnya menggunakan kemajuan teknologi untuk dapat hadir dalam ruang keluarga warga jemaat.
Pemberitaan Injil menjadi tugas utama setiap pribadi yang per-caya dan mengasihi Tuhan Yesus. Saulus mengalami transfor-masi cepat saat hidupnya diubah Tuhan. Stigma negatif dalam dirinya berubah drastis. Saulus tidak ragu dan gentar menjadi saksi Tuhan Yesus. Ia memasuki rumah-rumah ibadat Yahudi dan secara terbuka menjelaskan siapa Tuhan Yesus sebenarnya: Anak Allah. Penyampaian firman yang lugas; apa adanya sesuai keyakinannya, jelas mengandung risiko. Kesaksian Saulus men-datangkan kebingungan di kalangan orang Yahudi fanatik. Mereka tidak percaya dengan kesaksian Saulus mengingat reputasinya di Yerusalem sebagai penganiaya murid Tuhan. Mereka tidak dapat mengerti kuasa Tuhan yang sudah mengubah hidup Saulus.
Sebagai umat Tuhan, kita bertanggungjawab memberitakan nama Tuhan Yesus. Pelayanan daring oleh gereja-gereja Tuhan menjadi cara baru memelihara kehidupan iman warga jemaat yang beribadah di rumah. Jika hidup kita disentuh kasih Tuhan, jangan simpan berkat itu bagi diri sendiri. Saksikan kebaikan Tuhan. Bagikan lewat media sosial kita siapa sesungguhnya Tuhan Yesus. Bagikan kabar baik tidak hanya dalam dunia maya, tetapi juga bagi kaum keluarga kita sendiri. Jadilah saksi Tuhan Yesus meski ada orang yang mencemooh dan menyerang kesaksian iman kita. Tuhan pasti punya rencana indah bagi kita.
KJ. 281 : 2,3
Doa : (Tolong pimpin kami ya Roh Kudus untuk giat bersaksi dan mengandalkan Tuhan Yesus yang memberikan pengharapan serta kekuatan dalam menjalani hidup ini)
MINGGU III SESUDAH PASKAH
Jumat, 23 April 2021
Renungan Malam
KJ. 339 : 1 – Berdoa
MEMBANTU HAMBA TUHAN
Kisah Para Rasul 9 : 23 – 31
setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus. (ay. 30)
Intimidasi dan ancaman pembunuhan dapat terjadi bagi murid-murid Tuhan Yesus. Mereka yang membenci ajaran Tuhan Yesus, menganggap ajaran mereka yang paling benar. Persoalan semacam ini sudah terjadi sejak kekristenan mula-mula di Yerusalem. Persekutuan orang percaya yang masih kecil jumlahnya itu, berhadapan dengan mayoritas yang berusaha membungkam para pengikut Tuhan. Kisah yang sama juga terus berlanjut sampai hari ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Kehadiran Saulus yang bertobat, menjadi masalah bagi murid-murid Tuhan dan terlebih bagi orang-orang Yahudi sendiri. Perubahan iman Saulus menjadi pembicaraan umum. Ada yang meragukan dan yang lain dapat menerimanya. Saulus sendiri dapat mengerti keadaan yang dihadapinya. Saulus membuktikan identitas barunya sebagai pengikut Tuhan Yesus. Dengan berani, Saulus menceritakan kisah perjumpaannya dengan Tuhan Yesus dan pelayanannya di Damsyik. Saulus bahkan membuka ruang percakapan bersama orang-orang Yahudi berbahasa Yunani tentang pribadi Yesus. Percakapan itu malah mendatangkan kemarahan yang membuat mereka punya rencana membunuh Saulus. Rencana jahat itu diketahui saudara-saudara seiman yang lalu membawanya ke Kaisarea dan lanjut ke Tarsus. Mereka membantu Saulus dalam tugas pelayanannya dengan cara yang bijaksana.
Mengalah adalah pilihan realistis saat kita diperhadapkan dengan amuk massa yang mabok agama. Agama yang dikerdilkan dapat menyebabkan tindakan kekerasan membabi buta. Intimidasi dan persekusi merupakan kejahatan yang melanggar prinsip kemanusiaan. Sebagai warga bangsa, kita perlu memelopori diri menjadi pembawa damai dan bukannya tukang kompor yang meresahkan hidup persekutuan. Para pejabat gereja perlu menggunakan dua telinganya dengan baik mendengar semua pihak dan bertindak dengan pimpinan Roh Kudus dalam menemukan solusi cerdas, agar persekutuan tetap damai sejahtera.
KJ. 339 : 2,3
Doa : (Mohon ampuni kami, jika menjadi batu sandungan dan malah menyusahkan hamba-hamba-Mu dalam mengembangkan tugas pelayanan)
