HARI MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 22 November 2020
Renungan Pagi
KJ. 394 : 1, 2 – Berdoa
PEMIMPIN YANG HUMANIS
2 Korintus 3 : 1 – 11
“Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup…, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (ay. 5)
Paulus memaparkan kepada pembaca tentang pengalamannya yang menakjubkan dalam memberitakan Injil. Sewaktu di Asia Kecil, ia luput dari maut karena menaruh kepercayaan penuh kepada Allah, sehingga Dia menyelamatkannya (1:8-11). Demikian juga dengan pengalamannya di Troas, yaitu ketika Allah telah lebih dahulu membukakan jalan baginya, sehingga Paulus merasa ‘menang’ (2:12-14). Sebagai kesimpulan dari pengalamannya itu Paulus mengaku, bahwa dirinya mungkin tidak disenangi oleh banyak orang, karena dia berbicara apa adanya (2:16-17). Namun demikian, ketika ia tetap gigih menunaikan tugas, dia yakin bahwa Tuhan menerima bakti dirinya sebagai persembahan yang harum (2: 15-16). Latar belakang inilah yang melahirkan pertanyaan reflektif : “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami?”
Hampir setiap orang Kristen, khususnya pelayan Allah, pernah mengalami pahit-manisnya pelayanan. Ketika bersaksi tentang bagaimana kelemahan diri ditopang oleh kekuatan Roh Kudus, keterbatasan pengetahuan dijawab oleh pertolongan Allah, penghinaan diganti pemuliaan, bahkan ketika penyerahan diri berujung keajaiban-Nya, seringkali membuat orang tidak dapat membedakan: apa yang sebenarnya sedang kita ceritakan. Apakah kuasa Tuhan yang tidak terbatas atau keberuntungan kita? Kebaikan Tuhan atau jasa kita?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Paulus memberikan petunjuk, yaitu (1) pujian yang sebenarnya akan datang dari orang-orang yang merasa terselamatkan oleh kebaikan dan perbuatan kita. Lakukan dan berikan saja yang terbaik tetapi biarlah penilaian itu diserahkan kepada Allah yang akan menyampaikannya melalui orang lain. (2) Sebagai pelayan, bukan pujian yang dicari melainkan kesempatan untuk terus berkarya. Sekalipun kita merasa sebagai yang berpotensi untuk melakukan banyak hal baik, tetapi kesempatan untuk berkiprah disediakan Allah bagi yang berkenan kepada-Nya.
KJ. 394 : 3, 5
Doa : (Ingatkan kami untuk tidak mencari pujian diri atas setiap pengalaman iman yang kami alami)
HARI MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 22 November 2020
Renungan Malam
GB. 270 : 1 – Berdoa
BERTINDAK DENGAN PENUH KEBERANIAN
2 Korintus 3 : 12 – 18
“Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian” (ay. 12)
Lagu-lagu perjuangan seperti “Maju tak gentar membela yang benar” turut memberi semangat berjuang bagi para pahlawan bekerjasama dengan rakyat yang sedang dijajah. Walaupun hanya bermodalkan bambu runcing, tetap mereka berani maju menghadapi musuh yang menggunakan senjata canggih dan merampasnya, sehingga akhirnya membuat Indonesia merdeka.
Paulus dan kawan-kawan sepelayanan yakin, bahwa Roh Kudus yang mendorong mereka terus bekerja melayani umat Tuhan di berbagai tempat termasuk di Korintus. Semua itu terjadi hanya karena kekuatan Roh Kudus yang memampukan mereka. Banyak kesulitan yang dihadapi, tetapi Tuhan mendampingi untuk mengatasinya. Dengan modal kekuatan dari Tuhan yang memang dianugerahkan kepada siapa saja yang mau bekerja bagi-Nya, maka Paulus dan kawan-kawan terus berjuang. Mereka melakukannya dengan penuh keberanian, karena yakin kalau bekerja bagi Tuhan, maka Dia akan memberi kekuatan untuk mengerjakannya.
Rintangan dalam melayani Tuhan pasti banyak kita hadapi baik sebagai presbiter maupun warga jemaat biasa. Janganlah hambatan itu menghentikan semangat melayani-Nya, melainkan terus dikobarkan dan disaksikan, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan juruselamat dunia. Kita juga perlu memastikan, bahwa apa yang kita kerjakan benar di hadapan Tuhan. Karena itu kita harus terus berkomunikasi dengan Tuhan, sehingga mendapat hikmat untuk mengerjakannya. Hal itu akan membuat kita bersukacita dan berguna bagi sesama. Komunikasi dengan Tuhan itu juga akan membuat kita kuat bekerja, karena akhirnya Dia sendirilah yang mengerjakannya. la memakai kita sebagai alat-Nya. Terpujilah Tuhan.
GB. 270 : 2
Doa : (Ya Tuhan, mohon yakinkan para pelayan-Mu, dan jemaat-Mu bahwa tangan-Mu memegang mereka saat menjadi saksi-Mu di dunia ini)
