MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 22 Juli 2021
Renungan Pagi
KJ. 365b : 1 – Berdoa
MENGGUNAKAN KUASA UNTUK MENJADI BERKAT
Kejadian 41 : 45
Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir (ay. 45)
Setelah usul yang disampaikan oleh Yusuf dipandang baik oleh Firaun dan semua pegawainya, Firaun memilih Yusuf menjadi orang yang berkuasa penuh atas seluruh tanah Mesir. Firaun mengatakan bahwa oleh karena Allah telah memberitahu-kan arti mimpinya melalui Yusuf, ia yakin bahwa tidak ada orang lain lagi yang paling berakal budi dan bijaksana seperti Yusuf. Itulah alasan Firaun memberikan kuasa kepada Yusuf, guna menghadapi tujuh tahun masa kelaparan.
Setelah itu, Firaun segera melantiknya. Ia memberikan cincin materainya pada jari Yusuf; memberikan pakaian dari kain halus untuk dikenakan Yusuf; menggantungkan kalung emas pada leher Yusuf; dan menaikkannya di kereta kedua Firaun. Kedudukan Yusuf diletakkan sangat tinggi atas seluruh tanah Mesir. Hanya satu tingkat saja di bawah Firaun. Selain itu, dalam bacaan kita, Firaun memberi nama baru untuk Yusuf, yakni Zafnat-Paaneah, yang artinya pengungkap rahasia. Ia juga memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, untuk menjadi isteri Yusuf. Seorang pemuda berumur tiga puluh tahun, yang awalnya dikungkung dalam penjara, dalam waktu sekejap berubah menjadi seorang yang penuh kuasa. Namun, kekua-saannya ini bukanlah untuk dirinya sendiri. Kekuasaannya diper-untukan untuk mengatur bangsa Mesir agar siap menghadapi tujuh tahun masa kelaparan. Dengan kata lain, kekuasaannya itu diperuntukan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Walau tak sama dengan kuasa yang dimiliki Yusuf, setiap kita pasti dipercayakan sebuah “kuasa” dalam kehidupan ini, entah di tengah keluarga, pekerjaan maupun masyarakat. “Kuasa” itu adalah sebuah kepercayaan dan tanggungjawab. Oleh karena-nya, marilah gunakan dengan baik untuk menjadi berkat bagi orang lain, terkhusus dalam menghadapi hari depan yang penuh tantangan.
KJ. 365B : 4
Doa : (Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menggunakan kuasa yang dipercayakan kepada kami untuk menjadi berkat bagi orang lain)
MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 22 Juli 2021
Renungan Malam
KJ. 357 : 1,2 – Berdoa
TIDAK SEKADAR TEORI, TAPI TINDAKAN NYATA
Kejadian 41 : 46 – 57
Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan… (ay. 48)
Sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga karena ada beberapa pemimpin negeri ini yang dikenal sebagai orang yang sedikit bicara tapi banyak bekerja. Mereka tidak sekadar berteori, tapi yang utama dapat merealisasikan apa yang dipikirkannya. Demikian juga dengan Yusuf dalam bacaan kita di malam ini.
Setelah dilantik oleh Firaun untuk menjadi pemimpin yang menguasai seluruh tanah di Mesir, ia segera bekerja. Ia bukan hanya dapat memberikan usulan konkrit kepada Firaun untuk menghadapi tujuh tahun masa kelaparan yang akan datang, tetapi ia juga bisa merealisasikannya. Pertama-tama, ia berkeliling ke seluruh tanah Mesir. Ia mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kondisi tanah Mesir dan ia mendapati bahwa tanah itu memang menghasilkan panen yang berlimpah-limpah. Kedua, ia mengumpulkan dan menimbun hasil panen (gandum) di tempat-tempat penyimpanan di kota-kota yang ada di Mesir. Selama tujuh tahun masa kelimpahan, ia menyimpan hingga tak terhitung jumlahnya. Sebelum masa kelimpahan berakhir, Tuhan memberkati rumah tangganya dengan kelahiran dua anak yang diberi nama Manasye dan Efraim. Sampai tiba saat masa tujuh tahun kelaparan, rakyat Mesir dan bahkan orang-orang di luar Mesir datang kepada Yusuf untuk membeli gandum, karena di Mesir, persediaan makanan berlimpah.
Tidak salah kalau kita memberi usul untuk menghadapi situasi yang akan terjadi. Tetapi yang lebih penting lagi adalah ketika kita dipercayakan atau diberi tanggungjawab, baiklah kita juga dapat mewujudkan usulan itu. Dunia ini membutuhkan tidak sekadar teori tapi tindakan nyata. Di sinilah, kualitas diri kita sebagai orang Kristen menjadi terlihat agar kita sungguh menjadi berkat bagi banyak orang.
KJ. 357 : 4
Doa : (Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi pribadi yang bukan hanya berteori tapi juga dapat bekerja untuk menjadi berkat bagi sesama)
